For the Very First Time: Winning a Giveaway Contest


Saya mulai ngeblog kalau gak salah sekitar tahun 2014. Baru nulis 3 4 tulisan, kemudian dibiarkan aja. Terbengkalai, berdebu, udah jadi sarang laba-laba. Udah gitu coba nulis lagi pelan-pelan pertengahan tahun 2016. Terus blog itu udah gak bisa diakses lagi karena emailnya di blok google. Ya udah lah ya. Gak usah diratapi..

Sempat udah males ngeblog. Udah malas mempreteli dari awal. Tapi akhirnya muncul semangat lagi, dan mbikin blog baru "The Amazing Me" dengan resolusi baru (klik DISINI untuk tau ceritanya). Semangat saya lebih berkobar tatkala (((((tatkala))))) baku sekali bahasa Indonesia anda ya mbak Jasmi ada temen yang ngasih voucher belanja domain dotcom gratis untuk setahun. Wah, kegirangan banget kan saya nya (baca lagi kisah harunya DISINI).

Nah, di blog baru ini sering ikut kontes GA yang disponsori teman-teman blogger Indonesia dan Malaysia. Tapi gak pernah menang. LOL!!! Yah, belum rezeki kali ya.. Tapi saya nya gak pernah menyerah. Saya bandel aja ikut semua GA yang di share sama teman-teman.

Second design.. But prefer the first one. Nice huh!!


Nah, saya pun ikut lah GA dari seorang blogger Malaysia bernama Amer dengan nama blog nya Amerzing. Wah, nama blog kita senada gitu kan ya. Temanya, kita diminta untuk menceritakan kejadian luar biasa apa yang pernah kita alami selama hidup kita. Saya pun mulai ngedongeng tentang bagaimana saya bisa tinggal diluar negeri, akhirnya saya nyantol dengan dunia traveling dan membangun bisnis travel karena passionnya ya disitu (baca DISINI).

Wah, gak nyangka menang dong. Jadi first winner pulak tuh. Saya dapat design header blog baru.. Yeyeye lalala.. Suka banget sama design nya Amer. Nah, awalnya saya request untuk Addict Travel & Tours aja headernya. Tapi Amernya lupa. Tapi lastly dia bikin juga lho untuk Addict Travel & Tours.. Makasih Amer.. It's very kind of you..



Semoga Amer mudah rezeki selalu ya!! And thanks for giving me this wonderful feeling when I can win something. It's awesome..




Minuman Favorit Saat Berbuka Puasa


Hai Jasmi Lovers. Ketemu lagi di Ramadhan Log ke #22. Baiklah, sebelumnya mau say sorry dorry karena kononnya mau komit nulis Ramadhan Log setiap harinya, tapi malah gak dilakuin. Wacana doang ternyata. hahaha.... Ah,minta maaf sama siapa sih saya. Gak ada yang peduli juga.. :P

Hari ini 17/6/2017 bertepatan dengan 22 Ramadhan 1438 H, cuaca di seputaran Papayom Phatthalung District, Thailand lagi terik-teriknya. Panas banget maaaakkk.. Cuaca bagus nih untuk hari mencuci nasional kayak gini (a.k.a weekend). Wah, gak sampai satu jam, cucian udah kering dan siap dilipat. 

Belakangan ini cuaca labil banget. Pagi menjelang sore ampun deh panasnya, sore sampai tengah malam malah hujan lebat. Kadang saya suka stuck di kantor gak bisa pulang karena selain gak punya raincoat, saya juga rentan sakit kalau kehujanan. Jadi, sebisa mungkin dihindari lah main-main hujan ala india-indiaan. ^^

Lanjut lagi ya. Mumpung panas banget nih, tenggorokan kok kayak ngirim pesan ke otak dan request minuman ini itu untuk buka puasa nanti. Pengen yang seger-seger manis dan dingin gitu. Harusnya mah buka puasa baiknya dengan teh hangat kan ya. Tapi mau gimana, tenggorokan ini maunya yang pake es. 

Nah, selama 22 hari puasa, saya sering banget buka puasa dengan minuman dingin. Makanya saya agak pilek sekarang. hihihi. Jangan ditiru ya. Eits, penasaran minuman apa yang sering saya menemani saya saat berbuka puasa? Yuk, simak.

1. Thai Green Tea



Sebenarnya saya gak terlalu suka green tea, tapi kalau green tea yang satu ini malah bikin saya ketagihan. Biasanya saya beli diwarung dengan harga 20 Bath per cup. Kalau bikin sendiri bisa lebih hemat sih sebenarnya. Cuma saya kan rada-rada malas. 

Cara penyajiannya juga gampang. Pertama, ambil 2 sendok teh bubuk Thai Green Tea kemudian seduh dengan 300ml air panas. Aduk-aduk sebentar, saring. Terus, tambahkan susu kental manis, susu cair atau susu bubuk sesuai selera. Yang gak suka susu, bisa ditambahin gula pasir aja. Tambahkan es batu. Hidangkan.

Gampang banget, kan? 

2. Thai Tea (Cha Yen)



Thai tea ini favorit saya. Saya memang peminat Thai Tea banget. Rasanya kayak teh tarik gitu, tapi Thai Tea agak lebih pekat dan kelat. Cara penyajiannya juga sama dengan Thai Green Tea. Harganya juga 20 Bath per cup. Ada juga sebagian yang menjualnya dengan ditambah cincau atau bubbles dalam minumannya. 

Sedikit info, di Thailand teh yang dijual memang pakai susu. Kalau teh gak ada susunya, tinggal bilang aja 'tea no milk' gitu lah simpelnya. Jadi teh nya diberi gula aja. Cha = Teh, Yen = Dingin/Es, Ron = Panas. Kalau mau teh panas tanpa susu, bilang aja Cha Ron no milk. Selesai cerita. hahaha..

3. Coconut Shake

Denger namanya aja udah ngiler ya? Iya, pada tau kan coconut shake. Ini juga jadi minuman kesukaan aku gak cuma pas buka puasa, tapi sehari-hari juga sering jajan coconut shake. Kelapa muda, sedikit air kelapa, air gula, ksusu ental manis, susu cair dan es di blender. Sebelum di tuang ke cup, masukkan biji selasih yang sudah di rendam. Aduk-aduk. Baru deh tuang ke cup nya. 

P.s: Sorry gak ada fotonya. Ntar deh diupdate ya.

4. Blue Hawaii Soda



Saya sempat beberapa kali berbuka dengan minuman ini. Rasanya gimana ya? Saya juga gak tau deh jelasin gimana. Hahaha.. Yang jelas kayak minum soda lah gitu.. :P

5. Hale's Sala Flavored Syrup



Kalau buka puasa di warung makan, pasti dikasih gratis minuman ini. Rasanya kayak Raspberry gitu tapi agak bersoda. Saya juga gak tau Sala itu apaan. Mungkin ada teman-teman yang tau? Bisa share dikolom komentar ya..

Itu dia 5 minuman favorit saat berbuka puasa yang sering saya minum. Nah, kalau kamu apa minuman favoritmu saat berbuka? 

Adee Kembang Tanjong: Legit, Rasa Selangit

Source : @kulineratjeh captired by @cehamuis
Apa yang terlintas dipikaran kamu saat mendengar kata 'PIDIE'? Pantai Pelangi depan Pendopo? Pantai Mantak Tari? Air Terjun Tangse yang natural? Stadiun sepakbola Kuta Asan yang jadi kebanggaan awak Pidie? Mie Caluek Grong-Grong? Mie Bieng Cek Baha? Adee Kembang Tanjong?

Betul. Semua itu hanya bisa kamu temukan di Pidie, sebuah kabupaten di Provinsi Aceh yang kaya akan kulinernya. Berbicara kuliner yang ada di Kabupaten Pidie tentu tidak akan ada habisnya. Beberapa diantaranya sudah saya sebutkan dan saya deskripsikan di postingan saya sebelumnya. Bagi yang belum baca, bisa klik DISINI

Tentu masih ada berjuta kuliner lain di Pidie yang harus diicip. Bagi kamu yang mengaku kaki kuliner, maka Pidie adalah tempat yang sesuai untuk kamu singgahi. 

Nah, pada postingan kali ini, saya akan memperkenalkan salah satu penganan khas Pidie yang jadi incaran warga setiap harinya. Rasanya manis, teksturnya legit dan lembut, berwarna kuning, digulung sebesar jari telunjuk (atau bisa jadi lebih besar), apalagi kalau bukan Adee Kembang Tanjong atau nama lainnya Adee Ie Leubeu, salah satu penganan lokal rasa internasional.

Kenapa disebut Adee Kembang Tanjong? 


Ya, sesuai dengan namanya, kue ini hanya diproduksi di satu kecamatan di daerah pesisir Pidie yaitu Kecamatan Kembang Tanjong. Tidak heran pada bulan Ramadhan Pasar Kecamatan disini akan ramai dikunjungi setiap harinya (menjelang buka puasa). Tidak hanya warga tempatan, warga dari kecamatan lain pun datang demi mendapatkan kue ini sebagai takjil berbuka puasa.

Adee ini dijual per paket kecil. Satu paket kecil berisi 10 gulung Adee. Harganya juga terjangkau, cukup membayar Rp. 5.000,- kamu sudah bisa menikmati kelezatan Adee Kembang Tanjong ini. Murah sekali, bukan? 'Sekali makan bikin ketagihan', mungkin itu slogan yang tepat untuk kue ini. 

Uniknya...


Well, memang ada banyak jenis kue Adee di Pidie dengan beragam warna. Ada yang berwarna kuning tipis dan lebar dengan taburan bawang goreng diatasnya, ada juga yang berwarna putih. Nah, apa yang membuat Adee Kembang Tanjong ini unik? Selain dari bentuknya yang digulung kecil-kecil, ternyata cara memakannya juga bervariasai.

Bagi mereka yang suka makanan manis-manis, Adee ini bisa dimakan begitu saya dengan secangkir teh hangat. Bagi mereka yang kurang suka rasa manis, Adee ini bisa dimakan sekaligus dengan Payeh (Pulut Bakar_Red). Gimana? Atau tertarik untuk mencoba kedua-dua caranya? Tidak hanya di pasar kecamatan, Adee ini juga dijual di banyak Keudee Kupi (Warung Kopi) di seputaran Kembang Tanjong. Jadi mudah sekali mendapatkannya.


Hanya dijual di pasar kecamatan saja


Tapi sayang sekali, pasaran kue seenak ini hanya terbatas diseputaran Kembang Tanjong saja. Mudah bagi warga lokal untuk mendapatkannya, namun agak terkendala bagi mereka yang berasal dari luar kecamatan Kembang Tanjong. Saya pribadi yang berdomisili diseputaran kota Sigli merasa direpotkan untuk bisa menikmati kue ini karena tempatnya yang lumayan jauh.

Bagaimana seharusnya kue ini dipasarkan? 


Saya sempat berdisukusi dengan beberapa teman tentang perkembangan pemasaran kue ini. Jadi, semua orang peminat kue ini bisa mendapatkannya dengan mudah. Dengan mudahnya akses, maka omset penjualan meningkat. Ini sangat menguntungkan bagi mereka para penjual.

Belajar dari Adee Meureudu yang dijual sepanjang jalan Banda Aceh-Medan, penjual bisa mendapat omset tinggi setiap hari. Ini dikarenakan tempat pemasarannya lebih strategis sehingga ramai pembeli dari luar daerah yang singgah untuk membeli. Saya kemudian bertanya, kenapa Adee Kembang Tanjong ini tidak dipasarkan di gerai-gerai seperti itu? Kenapa kue ini tidak dijual di supermarket-supermarket atau toko-toko kue di Kota Sigli?

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mempromosi Adee Kembang Tanjong adalah dengan mengikutsertakan kue ini pada event-event pariwisata atau kuliner baik tingkat nasional maupun internasional. Apalagi sekarang Aceh dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata halal 2017, maka ini merupakan kesempatan besar bagi pemerintah Pidie untuk memperkenalkan Adee Kembang Tanjong keluar dari tempurungnya. Tentu pemerintah setempat, pemerintah pusat dan warga pembuat kue ini dapat bekerjasama untuk membangun ekonomi yang lebih baik.

Sayang sekali kalau penganan selezat ini hanya dinikmati orang lokal yang memang sudah hafal rasanya. Bagaimana kalau pemerintah juga mengajak orang luar bahkan turis mancanegara merasakan kenikmatannya? Pasti banyak sekali manfaat yang akan diterima baik warga maupun pemerintah kedepannya.

Inovasi rasa Adee Kembang Tanjong


Selanjutnya, saya juga sempat berfikir untuk menginovasi rasa kue Adee Kembang Tanjong ini tanpa mengurangi orisinalitas rasanya. Bagaimana kalau Adee ini diproduksi dengan kombinasi berbagai rasa seperti selai asoekaya (srikaya) atau selai coklat. Ini juga bisa menjadi nilai tambahnya. Hanya saja, rasa asli Adee ini juga harus tetap dipertahankan. Tidak ada salahnya bereksperimen, bukan?


Kesimpulan

Pidie adalah daerah yang kaya akan kulinernya. Tentu kuliner yang ditawarkan oleh Pidie sangat enak dan lezat. Adee Kembang Tanjong adalah salah satu dari sekian banyak penganan khas Pidie yang bisa mencuri selera. Tidak heran, orang lokal dari kecamatan lain pun ikut berburu Adee Kembang Tanjong sebagai takjilan berbuka puasa. Demi memperkenalkan kue ini ke luar daerah bahkan tingkat internasional, perlu adanya campur tangan pemerintah dalam mempromosikannya. Membantu penjual kue ini untuk memasarkannya di supermarket, mengikutsertakan dalam acara-acara kuliner bertaraf nasional dan internasional, dan juga bereksperimen untuk menginovasi rasanya. 

Nah, tertarik untuk mencoba kue ini? Datang dan berkunjunglah ke Kabupaten Pidie. Kamu pasti akan disambut dngan ramah oleh penduduk lokal. Dan jangan lupa merasakan kelezatan Adee Kembang Tanjong, ya. Legit, rasa selangit. 

Tabik

Jasmi