5 Hal yang Harus Kamu Lakukan di Phuket Agar Liburanmu Makin Seru


Thailand merupakan salah satu negara yang diminati oleh para pelancong, termasuk pelancong dari Indonesia. Kenapa? Karena Thailand menawarkan banyak tempat wisata yang gak akan selesai di eksplor dalam waktu singkat.

Sebut saja Phuket. Salah satu provinsi di bagian selatan Thailand ini adalah salah satu tempat wisata yang ramai sekali baik peak season maupun low season. Phuket menawarkan pantai yang indah juga night life yang lumayan 'liar'. ^^

Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Phuket, dan kamu bingung mau ngapain aja disana, nah kamu sedang membaca artikel yang tepat. Di blog post kali ini saya akan ceritakan hal-hal seru yang bisa kamu lakukan di Phuket agar liburan kamu lebih menyenangkan.

(Baca: 6 Hal yang Harus Kamu Lakukan di Koh Lipe, Thailand)

Parasailing di Patong Beach


Source: www.flightcentre.com.au

Patong Beach adalah pantai yang terletak diseputaran Bangla Walking Street dan dekat dengan komplek shopping di Phuket. Jadi gak heran kalau Patong Beach adalah kawasan yang paling ramai pengunjungnya.

Pantainya memang gak terlalu bagus seperti pantai-pantai lain di Phuket, tapi keseruan water sport yang ditawarkan di pantai ini patut kamu coba. Kamu bisa menguji nyali dengan bermain parasailing atau jetski disini. Selain itu kamu juga bisa menikmati sore sambil berjalan-jalan dan berbelanja diseputaran Patong Beach ini.

Menjelajah Phuket dengan Agenda City Tour


Karon View Point

Kalau kamu yang suka wisata sejarah atau suka berburu tempat yang instagramable, aktifitas yang satu ini sangat cocok untuk kamu. Kamu bisa menikmati panorama Phuket dari ketinggian di Karon View Point, atau berkunjung ke patung Big Buddha yang terletak diatas bukit.

Kamu juga bisa jalan-jalan ke Phuket Old Town. Kamu akan disambut bangunan bernuansa vintage warna warni yang merupakan bangunan perpaduan gaya Cina dan Eropa. Sebagian dari bangunan-bangunan itu merupakan ruko yang ditempati orang lokal. Sebagian lainnya adalah mansion-mansion yang bergaya Eropa.

Big Buddha

Phuket Old Town. Source: www.frontiertour.com


Eksis di James Bond Island


Koh Ta Pu James Bond Island. Source: www.pixabay.com

Sebenarnya James Bond Island terletak di provinsi Phang Nga yang jaraknya sekitar 2 jam dari Patong Beach Phuket. Tour ke James Bond Island cukup menarik perhatian pengunjung. Disebut James Bond Island karena ada 2 pulau disini yang dijadikan tempat syuting film James Bond tahun 1974 yaitu Khao Phing Kan dan Ko Ta Pu.

Untuk datang ke James Bond Island ini, kamu bisa ikut open trip yang dijual diagen-agen seputaran Patong Beach. Tour ini biasanya sepaket dengan main kayak di Talu Island dan makan siang di Muslim Village.

(Baca: Saat hape Jatuh ke Laut Andaman)

Menikmati night life di Bangla Walking Street



Inilah tempat berkumpul para turis pada malam hari baik untuk jalan-jalan cari makan atau nongkrong di pub. Tempat ini juga jadi tempat yang paling hingar bingar setiap malamnya. Bagi kamu yang traveling dengan anak dibawah umur lebih baik menghindari datang kesini karena akan banyak wanita-wanita seksi berpakaian minim yang menari-nari diatas meja bar. ^^

Di sepanjang Bangla Road (nama lain dari Bangla Walking Street) juga ada banyak warung makan halal dan agen-agen yang menawarkan day trip dengan harga yang bervariasi. Ditawar aja. Harga nego cincai.. ^^


Nonton Simon Cabaret Show


Saat jalan-jalan ke Phuket, kamu harus menyediakan bajet khusus untuk nonton Simon Cabaret Show. Show ini ditampilkan oleh para ladyboy yang cantik banget. Bahkan mereka lebih cantik dari wanita tulen kayak saya. ^^

(Baca: Jalan-Jalan Seru di Krabi)

source: www.phukettours24.com

Kamu bisa melihat pertunjukan mereka yang seru banget, menari-nari pakai sepatu hak tinggi tapi gak takut jatuh. Menurut informasi dari warga setempat, sebagian besar para ladyboy ini memang sudah operasi ganti kelamin lho. Mereka berani mengeluarkan sejmlah besar uang hanya untuk jadi wanita. Penasaran mau liat aksi mereka? Harga tiketnya kisaran 800 - 1000 bath per orang.

Sebenarnya masih banyak lagi aktifitas yang bisa kamu lakukan di Phuket agar liburanmu makin seru. Island hoping dan snorkeling juga pasti jadi agenda wajib selama disana.

Selamat berlibur dan semoga liburanmu menyenangkan. ^^

Kalau kamu butuh travel agency yang menyediakan paket jalan-jalan murah ke Phuket, kunjungi page Addict Travel & Tours.

Mau Kerja Di Luar Negeri? Kamu Harus Siap Lalui 7 Hal Ini


Sebagian dari kamu mungkin ada yang ingin bekerja di luar negeri. Ada yang sudah mendapatkannya, atau bahkan masih ada yang menunggu dan bersiap-siap. Seiring berkembangnya zaman, bekerja di luar negeri seolah jadi tren. Apalagi banyaknya lowongan kerja untuk tenaga profesional yang dibuka di negara-negara maju atau berkembang. Orang memilih bekerja di luar negeri bukan cuma karena nilai mata uang yang lebih tinggi a.k.a gajinya gede, tapi juga pengen ngerasain langsung budaya negara setempat.

Selain itu, dengan bekerja di luar negeri kamu juga akan punya kesempatan lebih besar untuk mengembangkan diri baik secara personal maupun profesional. Terlepas dari apapun alasan kamu untuk kerja di luar negeri, kamu harus siap mental dan harus berani lalui 7 hal ini.


Culture shock

Sudah barang tentu kamu akan terkejut dengan budaya negara tempat kamu bekerja. Apalagi budaya yang jauh berbeda dari budaya Indonesia. Kamu pasti akan ngalamin culture shock atau awkward moments saat pertama kali mengenal budaya negara tersebut. Kamu juga akan terbengong-bengong saat mendapati kebiasaan orang lokal setempat yang belum pernah kamu tau sebelumnya. Kamu bisa jadi sudah banyak baca tentang budaya satu negara, tapi belum jadi jaminan yang kamu gak akan shock saat mengalaminya langsung. ^^

Homesick

Hayoo.. Udah pada siap mental untuk kangen rumah tapi gak bisa mudik? Homesick ini gak cuma kangen keluarga aja, kangen masakan Indonesia, kangen tempat nongkrong bareng teman-teman itu juga bisa disebut homesick. Pasti kamu akan merindukan tanah air. Bahkan kamu akan kangen hal sekecil apapun yang biasa kamu lakukan saat di Indonesia yang gak bisa kamu lakukan lagi di luar negeri. Gimana? Sudah siap untuk merasa rindu yang menggebu?

Source: www.pexels.com

Banyak menghabiskan waktu sendiri

Walau pun kamu punya banyak rekan kerja, tapi gak menutup kemungkinan kamu akan merasa kesepian dan banyak menghabiskan waktu sendirian. Kenapa gitu? Hal ini bisa terjadi karena lifestyle yang berbeda. Misal, teman kamu suka nongkrong di bar, sedang kamu gak suka nongkrong. Jadi gak klop kan? Atau, kamu ngajak teman sekantor jalan bareng pas weekend, eh malah si teman mau kondangan bareng suami/istri. Terpaksa kamu harus jalan sendiri kan? Begitu lah. Nikmati aja.

Cuaca Ekstrim

Kamu juga harus siap menghadapi perubahan iklim yang ekstrim. Kadang siang-siang panas banget tiba-tiba aja sore nya kehujanan. Atau kamu baru pertama kali merasakan winter yang dinginnya sampai ke tulang, misalnya, kamu harus siapkan pertahanan tubuh kamu agar gak beku. So, menjaga kesehatan sangat penting agar kamu siap menghadapi cuaca apapun.

Source: nydailynews.com


Waktu terasa begitu cepat

Pasti kamu sudah merencanakan banyak hal yang akan kamu lakukan di negara tempat kamu bekerja. Mulai dari list tempat wisata yang akan kamu kunjungi, kegiatan-kegiatan sosial yang akan kamu lakukan, atau bahkan program-program kerja yang akan kamu ajukan ke atasan. Bahkan sebelum semua rencana itu terealisasi, kamu merasa waktu kamu sudah hampir habis, kontrak kerjamu akan segera berakhir. Waktu terasa begitu cepat berlalu. Jadi, manfaatkanlah waktu kamu sebaik-baiknya. Setidaknya ada beberapa pencapaian yang kamu dapatkan selama bekerja di luar negeri.

Tidak punya cukup waktu untuk traveling

Ini adalah kenyataan selanjutnya yang harus berani kamu hadapi. Selain karena waktu terasa begitu cepat berlalu, kamu juga harus menyesuaikan hari libur. Kalau di Indonesia mungkin kamu bisa mendapatkan Harpitnas, Hari Kejepit Nasional, tapi jangan harap akan berlaku di negara lain. Selain itu, public holiday di negara tersebut pasti berbeda dengan di Indonesia. Contohnya ada beberapa negara yang tidak menjadikan Hari Raya Idul Fitri sebagai hari libur. Atau Thailand misalnya, dibeberapa provinsi bahkan tidak libur saat Natal 25 Desember. 

Belajar Menguasai Bahasa Lokal

Kamu juga harus punya cukup waktu dan perhatian untuk belajar bahasa lokal untuk memudahkan kamu berinteraksi terlebih jika kamu bekerja di negara yang tidak menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. 

Nah, itu dia 7 hal yang harus siap kamu lalui saat bekerja di luar negeri. Sebagian dari kamu mungkin sudah cukup kuat mental, sebagian yang lain mungkin sedang mencoba untuk berani. Yang perlu diingat hanya dimana pun kita bekerja, tantangan hidup pasti akan ada. 


4 Aplikasi Android Untuk Bikin Kartu Nama Digital


Kartu nama adalah benda yang penting dan wajib dimiliki oleh para pembisnis atau mereka yang bekerja di perusahaan. Kartu nama bisa dibilang melambangkan profesionalitas seseorang. Melalui kartu nama, kita bisa bertukar kontak dengan relasi atau klien. 

Tidak hanya bagi pembisnis saja, semua profesi dikalangan masyarakat terlebih bagi mereka yang menjual jasa, perlu memiliki kartu nama. Bahkan tukang ojek pun mempunyai kartu nama untuk diberikan pada penumpang agar gampang dihubungi saat diperlukan. Apalagi travel agent seperti saya, sudah semestinya mempunyai kartu nama. 

Nah, selama ini kartu nama yang familiar dikalangan kita adalah yang diprint out di kertas, kan? Ternyata, sekarang sudah ada kartu nama digital lho. Ya sesuai dengan perkembangan teknologi, kartu nama digital ini di desain untuk bisa dikirimkan melalui Email, Whatsapp atau aplikasi chatting lainnya. Lebih mudah dan menghemat kertas kan ya. Lebih Go Green gitu. ^^

Membuat kartu nama digital sekarang cukup mudah. Bahkan bisa dibuat melalui smartphone dan bisa di download secara gratis di Play Store. Berikut 4 aplikasi android yang kece banget untuk membuat kartu nama digital

Business Card Maker & Creator

Aplikasi android ini sangat mudah dioperasikan. Kamu bisa mendesain kartu nama berbagai warna sesuai selera. Kamu bisa menambah logo sesuai kebutuhan. Bukan cuma itu, kamu juga bisa memilih font yang variatif sekali. 

Aplikasi ini juga menyediakan fitur untuk menambah template yang kita buat sendiri. Baik itu tamplate yang kita download atau foto dari galeri yang mau kita jadikan background kartu nama. Menarik kan?

Tapi kurangnya aplikasi ini adalah template yang disediakan tidak begitu banyak. Hanya tamplate simple saja yang disediakan. 


Benbo

Aplikasi pembuat kartu nama digital yang satu ini bisa dibilang keren. Kamu bisa berhubungan dengan orang lain sesama pengguna Benbo diseluruh dunia berdasarkan perusahaan yang berhubungan atau berdasarkan kota yang sama.

Kerennya lagi, kamu bisa menambah kontak teman yang lain hanya dengan memindai barcode akun Benbo kamu. Nah, untuk sign in di Benbo juga mudah, bisa melalui akun Google+ atau melalui akun Facebook kamu sendiri. Gampang banget kan?

Kurangnya aplikasi ini adalah design template yang disediakan bahkan lebih sedikit dari aplikasi Business Card Maker & Creator. Dan fitur autocomplete untuk alamatnya bikin gemes. Soalnya bisa jadi alamat kita tidak tersedia di pilihan autocomplete itu. Hiks..

Lenscard - Business Card Maker

Ini aplikasi yang super kece. Template yang disediakan banyak dan variatif banget. Templatenya juga disesuaikan dengan jenis perusahaan atau jasa yang kita punya. Mulai dari template bertema umum dan simple, tema black & white, photography, business, art, food & drink, fashion & nail, bahkan untuk pet shop pun ada templatenya. 

Kamu juga bisa menyimpan data diri kamu secara otomatis. Sebelum kamu explore templatenya, akan ada kotak perintah untuk melengkapi data diri. Dan kamu juga bisa menambah logo perusahaan kamu. 

Nah, kamu juga bisa mengedit data diri dengan mengklik tombol user. Kamu bisa menambah atau mengganti biodata kamu. Nah, biodata ini akan dimasukkan secara otomatis kedalam template-template yang kamu pilih. So, kamu bisa lebih leluasa mendesain tanpa harus bolak-balik ngetik data diri di template yang akan kamu explore. 

Business Card Maker

Aplikasi ini juga gak kalah menarik. Kita bisa mendesain kartu nama dengan template yang standar (horizontal view), vertical, multi-sized, atau bisa di costume sendiri desain dan warna nyasesuai selera. 

Biodata bisa diisi secara manual atau dengan perintah suara dari Google. Menarik kan? Selain itu, kamu juga bisa mengundang teman untuk bergabung atau menggunakan apikasi ini via Whatsapp, Email, Line, atau aplikasi chatting lainnya.

Nah, itu dia 4 aplikasi android pembuat kartu nama yang bisa diunduh secara gratis di Play Store. Tunggu apa lagi, download segera dan mainkan kreatifitasmu.


Dibuat menggunakan Business Card Maker & Creator


Lho, Kok Tiba-Tiba Sudah Ada di Krabi? Ngapain?


Hai Jasmi Lovers. Masih dalam Mood Lebaran kan ya? Syawal tinggal beberapa hari lagi nih. Semoga belum terlambat ngucapin Selamat Hari Raya untuk para readers dan followers The Amazing Me. Mohon maaf lahir batin ya semuanya.. Ayo, yang belum selesai puasa 6 di bulan Syawal bisa segera dikhatamkan. ^^

Udah lama ya gak nulis. Ada sih beberapa draft yang belum selesai dirampungkan. Udah lama banget malah ngetemnya. Tapi ya gitu, gak ada cerita lain kalau memang gak ada ide dan mood untuk ngerampungin. hihi.. Merasa berdosa banget sama diri sendiri karena kok sekayak mungkir dari dunia perbloggeran. lol. Lha iya, tulisan tentang bahagia banget bisa lebaran dikampung halaman (read: Aceh), masih juga ngetem di draft. Hm, baiklah. Jangan dibahas.

Salah satu toko souvenir di Walking Street atau Night Market Krabi
Kembali ke laptop. Nah, hari Minggu tanggal 9 Juli lalu, tiba-tiba saya pengen ke Krabi, salah satu destinasi favorit di Thailand Selatan. Jaraknya cuma sekitar 3 jam naik bus dari tempat tinggal saya di Papayom Changwat Phatthalung. Awalnya mau stay 1 malam aja di Krabi. Kan lagi low season, pasti gak bisa island hopping.

Oh ya, hari Senin nya adalah hari libur nasional di Thailand. Gak tau libur apaan, pokoknya tanggal merah aja di kalender. Gak bisa baca keterangannya soalnya ditulis pake huruf ulet. hihi. Dari pada saya diem mingkem dikosan, apa salahnya kalau saya jalan-jalan menghirup udara luar. Ya kan?

Karena bulan ini gak ada budget untuk jalan-jalan karena habis untuk ongkos pulang kampung dan gaji dipotong karena demi pulang kampung, jadi saya cuma punya jajan yang minimalis banget untuk biaya operasional jalan-jalan kali ini. Dan rela untuk gak jajan diluar setelah balik dari liburan nanti sampai gajian akhir bulan nanti.

Suasana jalan dari rumah ke Krabi. Kiri kanan hutan. 
Awalnya saya bajetin 2000 Bath aja berdua dengan travel partner saya untuk 2H1M. Tapi karena akhirnya extend 1 malam lagi, so total bajet nya jadi 3000 bath berdua which is jadi 1500 bath aja per person (Sekitar Rp. 600.000,-). Nah, karena bajet nya minimal banget, kami memutuskan untuk motoran aja dari Papayom ke Pantai Ao Nang Krabi. Jarak tempuh cuma 2 Jam 49 Menit menurut perhitungan Google Maps yang reality nya jadi 4 jam karena hujan. ^^

Lumayan capek juga sih perjalanannya. Ya mau gimana, demi menghemat. kalau naik van atau bus sekirat 300-400 bath per orang one way lho ya, lha kalau motoran cuma ngisi bensin 120 Bath aja full tank. Masih nyisa pulak untuk jalan-jalan di Krabinya. Hemat banget kan yak.

Kami milih untuk nginep diseputaran Pantai Ao Nang yang memang rame banget kalau malam. Awalnya mau nginep di hostel aja. Gak apa-apa campur sama yang lain sampe 12 orang satu dorm. Tapi kebanyakan hostel mix cowok dan ceweknya. Ya udah, akhirnya nyari hotel yang low fare gitu. Eh, nemu dong yang 450 Bath semalam pake AC dan private bathroom lagi. Namanya Neptune Guest House, sekitar 5 menit motoran ke Pantai Ao Nang.

Lumayan sih. Untuk bajet segitu guest house ini nyaman lah.
Nyampe Krabi udah sore sih. Jadi, agenda yang pertama yang kami lakukan adalah makan malam dan main-main di Krabi Night Martket atau disebut juga Krabi Walking Street. Walking street ini dibuka jam 3 sore sampe jam 9 malam. Banyak barang-barang unik dan juga soub\venir dijual disini. Makanan juga berjibun.. Tinggal pilih aja mau apa dan yang penting halal kan yak. ^^ Karena udah kenyang pas makan malam di Rohanee restaurant, jadi we ngeliat makanan udah gak nafsu lagi.

Puas belanja belanji, kami pun pulang dan istirahat. Recharge energi untuk jalan-jalan besoknya dengan destinasi Emerald Pool which is jaraknya sekitar 1 jam setengah dari Ao Nang Beach. Wah, perjuangan banget deh pokoknya. Sempat singgah di Mountain View Cafe yang cantik banget desainnya. Numpang foto aja di luarnya. Belum puas foto-foto eh batre handphone habis. Dua-duanya pulak habisnya. Alamak ai..

Penampakan The Mountain View dari depan. Spion motor saya numpang lewat ya..
Besoknya, setelah sarapan nasi kuning dan ayam goreng, barulah adventure sebenarnya dimulai dengan berbekal GPS. Sebenarnya banyak banget tempat yang bisa disinggahi disepanjang jalan menuju Emerald Pool. Tapi kami ya sekedar lewat aja, karena memang tujuan utama ke Krabi ya pengen ke Emerald Pool dan Blue Pool gitu. Dua pool ini letaknya dikawasan yang sama.



Singkat cerita, sampailah kami di kawasan Emerald Pool. Kami harus membayar tiket 200 Bath per orang untuk foreigner. Sedangkan untuk orang lokal cuma 20 Bath aja. Jauh banget kan selisih harganya. FYI, tahun 2015 saya juga udah pernah ke Krabi, udah pernah juga ke Emerald Pool ini. Tapi tempo hari itu ngambil paket yang sekalian dengan wisata ke Hot Spring, Tiger Cave dan Elephant Trekking. Jadi gak nyangka banget harga tiket masuk ke Emerald Pool semahal itu. Alah, gak apa-apa lah. Udah jauh-jauh datang.

Emerald Pool yang rame banget.

Disuguhi pemandangan seger kayak gini disepanjang trekking ke Emerald Pool

Abaikan size modelnya
Tujuan kami sebenarnya pengen ke Blue Pool. Soalnya pas pertama kali datang saya sendiri gak puas foto-fotonya. Saya semangat banget jalan kaki dari pintu masuk ke TKP sekitar 2 KM. Jalanannya natural banget. Seger banget soalnya kan lokasinya memang ditengah-tengah hutan.

Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii malah kecewa banget pas tau ternyata Blue Pool nya tutup selain karena low season, tempat ini ditutup karena lagi musim kawin burung Gurney Pitta. Hiks.. Kecewa maksimal lah pokoknya. Udah jauh-jauh, bayar tiket masuk mahal, eh malah ditutup tempatnya. Harusnya kalau slaah satu di tutup gitu kan bayar tiketnya setengah aja gitu kan ya. Kok petugasnya gak ngasih tau juga gitu kalau Blue Pool ditutup. Kecewa penonton.

Walhasil, ya ngeksis di seputaran Emerald Pool aja yang lumayan penuh sama pengunjung yang berenang disana. Kali ini saya dan teman gak ikutan mandi karena gak bawa baju ganti.

Dijalan pulang kehotel, kami mampir dulu ke Shell Fossil Beach. Lagi-lagi track menuju Shell Fossil Beach ini ditutup. Hanya bisa foto-foto di pintu masuk aja dari atas. Aduh, kok kayak gak jodoh banget jalan-jalan kali ini. Hiks hiks.

Penampakan Shell Fossil Beach dari atas. Dikejauhan juga keliatan Chiken Island.
Gak lama juga kami disana. Cuma kitar 15 menitan gitu deh. Udah gitu kami pun menuju ke Seven Heaven yang kami juga penasaran tempat apa itu sebenarnya. Sempat sesat karena GPS malah nunjuk Seven Heaven Residence, destinasi aslinya gak ketemu, mana waktu makin sore pula. Bener-bener gak beruntung deh pokoknya. Ada aja kejadian yang gak kena gitu.


Karena keburu sore, maka kami memutuskan untuk ke The Hilltop Bar & Restaurant untuk menikmati sunset. Rame banget disini. Dan pada heran jugak kok ada muslimah cantik yang datang ke bar.. Hahaha.. Misi ya mas mbak, mau numpang foto ae. Sebelumnya izin dulu sama guard nya. Syukurlah diizinkan padahal sebenarnya tempat ini gak dibuka untuk umum. Alhamdulillah, kekecewaan kami sedikit mereda karena guard nya kooperatif banget.



The Hilltop ini adalah tempat paling kece untuk nikmati sunset di Krabi. Jalanannya juga ngeri-ngeri sedap. Tanjakannya itu bikin jantungan. haha. But, kamu harus coba kesana deh. Rasakan sendiri medan tanjakannya. ^^


Malemnya, kami makan di Food Corner yang cozy banget. Gerai makan nya unik berbentuk Igloo rumah para Eskimo. Banyak juga barang-barang unik dan souvenir yang dijual di seputaran food corner ini. Ada juga Fish Spa untuk relaksasi kaki. Katanya sih si ikan pada makan kulit mati dikaki kita dan mbikin kaki seger gitu.

Oh ya, FYI di Krabi banyak banget tempat massage dengan harga yang bisa ditawar (untuk low season). Massage selalu dapat bajet khusus dari pengeluaran saya kalau lagi pas jalan-jalan. Well, kecewa banget sama massage kali ini karena Mbak nya kok kayak gak ikhlas gitu mijitnya. Kaki saya sampai lebam gitu karna dipijit terlalu kuat. Hmmm..

Makan malam di Food Corner. Ngidam kepiting kari sis. 
Tidur malam itu pun jadi gak nyenyak karena nahan-nahan sakit dikaki. Temen saya juga sampai demam karna pijitannya memang gak enak banget. So, tips buat kamu yang kali aja pengen ngerasain massage di Krabi atau ditempat wisata lainnya:

1. Pilih tempat yang cozy dan pelayanannya baik.
2. Tanyain juga, yang mijatnya udah bersertifikat atau belum.
3. Request aja mau dipijat kayak gimana, sakitnya dibagian mana, pengen dipijat dibagian mana lebih lama.
4. Minta yang mijat untuk nambah atau kirangi kekuatan pijatannya. Jadi, gak terlalu keras dan kamu kesakitan. 

Yang poin no 4 itu perlu, karena kalau kejadiannya kayak saya kan bukannya menghilangkan stress dan melancarkan sirkulasi darah, eh malah bikin pembuluh darah pecah (lebam). hiks!

Besok paginya rencananya mau balik subuh-subuh banget karena kan harus kerja. Tapi kitanya bangun telat ya karena badan sakit karena dipijat. lagian juga hujan lebat. Gak mungkin paksain motoran kan ya. Ya udin, kami pun masuk kerja nya lewat banget, jam 1 habis makan siang. hahahaha. Ah, biarlah..

Nah, itu dia suka duka liburan yang gak direncanain yang tiba-tiba aja udah dijalan menuju destinasi. Bayangkan ya sangking gupeknya, saya sampe lupa bawa bedak. ^^

Oh ya, sedikit info. Buat kamu yang kepengen ke Krabi, bisa hubungi Addict Travel & Tours ya. Boleh ngobrol-ngobrol dulu sama kita punya bajet berapa. Kita bisa arrange perjalanan kamu sesuai bajet kamu. 

Baca:


Gak cuma ke Krabi, Addict Travel & Tours juga menyediakan paket jalan-jalan ke negara lain. Boleh cek IG @addict_travels untuk variasi paket wisata yang ditawarkan. Atau boleh whatsapp di no +601112080992 atau +60196939716. Mumpung ada promo nih. Tunggu apa lagi.. ^^

For the Very First Time: Winning a Giveaway Contest


Saya mulai ngeblog kalau gak salah sekitar tahun 2014. Baru nulis 3 4 tulisan, kemudian dibiarkan aja. Terbengkalai, berdebu, udah jadi sarang laba-laba. Udah gitu coba nulis lagi pelan-pelan pertengahan tahun 2016. Terus blog itu udah gak bisa diakses lagi karena emailnya di blok google. Ya udah lah ya. Gak usah diratapi..

Sempat udah males ngeblog. Udah malas mempreteli dari awal. Tapi akhirnya muncul semangat lagi, dan mbikin blog baru "The Amazing Me" dengan resolusi baru (klik DISINI untuk tau ceritanya). Semangat saya lebih berkobar tatkala (((((tatkala))))) baku sekali bahasa Indonesia anda ya mbak Jasmi ada temen yang ngasih voucher belanja domain dotcom gratis untuk setahun. Wah, kegirangan banget kan saya nya (baca lagi kisah harunya DISINI).

Nah, di blog baru ini sering ikut kontes GA yang disponsori teman-teman blogger Indonesia dan Malaysia. Tapi gak pernah menang. LOL!!! Yah, belum rezeki kali ya.. Tapi saya nya gak pernah menyerah. Saya bandel aja ikut semua GA yang di share sama teman-teman.

Second design.. But prefer the first one. Nice huh!!


Nah, saya pun ikut lah GA dari seorang blogger Malaysia bernama Amer dengan nama blog nya Amerzing. Wah, nama blog kita senada gitu kan ya. Temanya, kita diminta untuk menceritakan kejadian luar biasa apa yang pernah kita alami selama hidup kita. Saya pun mulai ngedongeng tentang bagaimana saya bisa tinggal diluar negeri, akhirnya saya nyantol dengan dunia traveling dan membangun bisnis travel karena passionnya ya disitu (baca DISINI).

Wah, gak nyangka menang dong. Jadi first winner pulak tuh. Saya dapat design header blog baru.. Yeyeye lalala.. Suka banget sama design nya Amer. Nah, awalnya saya request untuk Addict Travel & Tours aja headernya. Tapi Amernya lupa. Tapi lastly dia bikin juga lho untuk Addict Travel & Tours.. Makasih Amer.. It's very kind of you..



Semoga Amer mudah rezeki selalu ya!! And thanks for giving me this wonderful feeling when I can win something. It's awesome..




Minuman Favorit Saat Berbuka Puasa


Hai Jasmi Lovers. Ketemu lagi di Ramadhan Log ke #22. Baiklah, sebelumnya mau say sorry dorry karena kononnya mau komit nulis Ramadhan Log setiap harinya, tapi malah gak dilakuin. Wacana doang ternyata. hahaha.... Ah,minta maaf sama siapa sih saya. Gak ada yang peduli juga.. :P

Hari ini 17/6/2017 bertepatan dengan 22 Ramadhan 1438 H, cuaca di seputaran Papayom Phatthalung District, Thailand lagi terik-teriknya. Panas banget maaaakkk.. Cuaca bagus nih untuk hari mencuci nasional kayak gini (a.k.a weekend). Wah, gak sampai satu jam, cucian udah kering dan siap dilipat. 

Belakangan ini cuaca labil banget. Pagi menjelang sore ampun deh panasnya, sore sampai tengah malam malah hujan lebat. Kadang saya suka stuck di kantor gak bisa pulang karena selain gak punya raincoat, saya juga rentan sakit kalau kehujanan. Jadi, sebisa mungkin dihindari lah main-main hujan ala india-indiaan. ^^

Lanjut lagi ya. Mumpung panas banget nih, tenggorokan kok kayak ngirim pesan ke otak dan request minuman ini itu untuk buka puasa nanti. Pengen yang seger-seger manis dan dingin gitu. Harusnya mah buka puasa baiknya dengan teh hangat kan ya. Tapi mau gimana, tenggorokan ini maunya yang pake es. 

Nah, selama 22 hari puasa, saya sering banget buka puasa dengan minuman dingin. Makanya saya agak pilek sekarang. hihihi. Jangan ditiru ya. Eits, penasaran minuman apa yang sering saya menemani saya saat berbuka puasa? Yuk, simak.

1. Thai Green Tea



Sebenarnya saya gak terlalu suka green tea, tapi kalau green tea yang satu ini malah bikin saya ketagihan. Biasanya saya beli diwarung dengan harga 20 Bath per cup. Kalau bikin sendiri bisa lebih hemat sih sebenarnya. Cuma saya kan rada-rada malas. 

Cara penyajiannya juga gampang. Pertama, ambil 2 sendok teh bubuk Thai Green Tea kemudian seduh dengan 300ml air panas. Aduk-aduk sebentar, saring. Terus, tambahkan susu kental manis, susu cair atau susu bubuk sesuai selera. Yang gak suka susu, bisa ditambahin gula pasir aja. Tambahkan es batu. Hidangkan.

Gampang banget, kan? 

2. Thai Tea (Cha Yen)



Thai tea ini favorit saya. Saya memang peminat Thai Tea banget. Rasanya kayak teh tarik gitu, tapi Thai Tea agak lebih pekat dan kelat. Cara penyajiannya juga sama dengan Thai Green Tea. Harganya juga 20 Bath per cup. Ada juga sebagian yang menjualnya dengan ditambah cincau atau bubbles dalam minumannya. 

Sedikit info, di Thailand teh yang dijual memang pakai susu. Kalau teh gak ada susunya, tinggal bilang aja 'tea no milk' gitu lah simpelnya. Jadi teh nya diberi gula aja. Cha = Teh, Yen = Dingin/Es, Ron = Panas. Kalau mau teh panas tanpa susu, bilang aja Cha Ron no milk. Selesai cerita. hahaha..

3. Coconut Shake

Denger namanya aja udah ngiler ya? Iya, pada tau kan coconut shake. Ini juga jadi minuman kesukaan aku gak cuma pas buka puasa, tapi sehari-hari juga sering jajan coconut shake. Kelapa muda, sedikit air kelapa, air gula, ksusu ental manis, susu cair dan es di blender. Sebelum di tuang ke cup, masukkan biji selasih yang sudah di rendam. Aduk-aduk. Baru deh tuang ke cup nya. 

P.s: Sorry gak ada fotonya. Ntar deh diupdate ya.

4. Blue Hawaii Soda



Saya sempat beberapa kali berbuka dengan minuman ini. Rasanya gimana ya? Saya juga gak tau deh jelasin gimana. Hahaha.. Yang jelas kayak minum soda lah gitu.. :P

5. Hale's Sala Flavored Syrup



Kalau buka puasa di warung makan, pasti dikasih gratis minuman ini. Rasanya kayak Raspberry gitu tapi agak bersoda. Saya juga gak tau Sala itu apaan. Mungkin ada teman-teman yang tau? Bisa share dikolom komentar ya..

Itu dia 5 minuman favorit saat berbuka puasa yang sering saya minum. Nah, kalau kamu apa minuman favoritmu saat berbuka? 

Adee Kembang Tanjong: Legit, Rasa Selangit

Source : @kulineratjeh captired by @cehamuis
Apa yang terlintas dipikaran kamu saat mendengar kata 'PIDIE'? Pantai Pelangi depan Pendopo? Pantai Mantak Tari? Air Terjun Tangse yang natural? Stadiun sepakbola Kuta Asan yang jadi kebanggaan awak Pidie? Mie Caluek Grong-Grong? Mie Bieng Cek Baha? Adee Kembang Tanjong?

Betul. Semua itu hanya bisa kamu temukan di Pidie, sebuah kabupaten di Provinsi Aceh yang kaya akan kulinernya. Berbicara kuliner yang ada di Kabupaten Pidie tentu tidak akan ada habisnya. Beberapa diantaranya sudah saya sebutkan dan saya deskripsikan di postingan saya sebelumnya. Bagi yang belum baca, bisa klik DISINI

Tentu masih ada berjuta kuliner lain di Pidie yang harus diicip. Bagi kamu yang mengaku kaki kuliner, maka Pidie adalah tempat yang sesuai untuk kamu singgahi. 

Nah, pada postingan kali ini, saya akan memperkenalkan salah satu penganan khas Pidie yang jadi incaran warga setiap harinya. Rasanya manis, teksturnya legit dan lembut, berwarna kuning, digulung sebesar jari telunjuk (atau bisa jadi lebih besar), apalagi kalau bukan Adee Kembang Tanjong atau nama lainnya Adee Ie Leubeu, salah satu penganan lokal rasa internasional.

Kenapa disebut Adee Kembang Tanjong? 


Ya, sesuai dengan namanya, kue ini hanya diproduksi di satu kecamatan di daerah pesisir Pidie yaitu Kecamatan Kembang Tanjong. Tidak heran pada bulan Ramadhan Pasar Kecamatan disini akan ramai dikunjungi setiap harinya (menjelang buka puasa). Tidak hanya warga tempatan, warga dari kecamatan lain pun datang demi mendapatkan kue ini sebagai takjil berbuka puasa.

Adee ini dijual per paket kecil. Satu paket kecil berisi 10 gulung Adee. Harganya juga terjangkau, cukup membayar Rp. 5.000,- kamu sudah bisa menikmati kelezatan Adee Kembang Tanjong ini. Murah sekali, bukan? 'Sekali makan bikin ketagihan', mungkin itu slogan yang tepat untuk kue ini. 

Uniknya...


Well, memang ada banyak jenis kue Adee di Pidie dengan beragam warna. Ada yang berwarna kuning tipis dan lebar dengan taburan bawang goreng diatasnya, ada juga yang berwarna putih. Nah, apa yang membuat Adee Kembang Tanjong ini unik? Selain dari bentuknya yang digulung kecil-kecil, ternyata cara memakannya juga bervariasai.

Bagi mereka yang suka makanan manis-manis, Adee ini bisa dimakan begitu saya dengan secangkir teh hangat. Bagi mereka yang kurang suka rasa manis, Adee ini bisa dimakan sekaligus dengan Payeh (Pulut Bakar_Red). Gimana? Atau tertarik untuk mencoba kedua-dua caranya? Tidak hanya di pasar kecamatan, Adee ini juga dijual di banyak Keudee Kupi (Warung Kopi) di seputaran Kembang Tanjong. Jadi mudah sekali mendapatkannya.


Hanya dijual di pasar kecamatan saja


Tapi sayang sekali, pasaran kue seenak ini hanya terbatas diseputaran Kembang Tanjong saja. Mudah bagi warga lokal untuk mendapatkannya, namun agak terkendala bagi mereka yang berasal dari luar kecamatan Kembang Tanjong. Saya pribadi yang berdomisili diseputaran kota Sigli merasa direpotkan untuk bisa menikmati kue ini karena tempatnya yang lumayan jauh.

Bagaimana seharusnya kue ini dipasarkan? 


Saya sempat berdisukusi dengan beberapa teman tentang perkembangan pemasaran kue ini. Jadi, semua orang peminat kue ini bisa mendapatkannya dengan mudah. Dengan mudahnya akses, maka omset penjualan meningkat. Ini sangat menguntungkan bagi mereka para penjual.

Belajar dari Adee Meureudu yang dijual sepanjang jalan Banda Aceh-Medan, penjual bisa mendapat omset tinggi setiap hari. Ini dikarenakan tempat pemasarannya lebih strategis sehingga ramai pembeli dari luar daerah yang singgah untuk membeli. Saya kemudian bertanya, kenapa Adee Kembang Tanjong ini tidak dipasarkan di gerai-gerai seperti itu? Kenapa kue ini tidak dijual di supermarket-supermarket atau toko-toko kue di Kota Sigli?

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mempromosi Adee Kembang Tanjong adalah dengan mengikutsertakan kue ini pada event-event pariwisata atau kuliner baik tingkat nasional maupun internasional. Apalagi sekarang Aceh dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata halal 2017, maka ini merupakan kesempatan besar bagi pemerintah Pidie untuk memperkenalkan Adee Kembang Tanjong keluar dari tempurungnya. Tentu pemerintah setempat, pemerintah pusat dan warga pembuat kue ini dapat bekerjasama untuk membangun ekonomi yang lebih baik.

Sayang sekali kalau penganan selezat ini hanya dinikmati orang lokal yang memang sudah hafal rasanya. Bagaimana kalau pemerintah juga mengajak orang luar bahkan turis mancanegara merasakan kenikmatannya? Pasti banyak sekali manfaat yang akan diterima baik warga maupun pemerintah kedepannya.

Inovasi rasa Adee Kembang Tanjong


Selanjutnya, saya juga sempat berfikir untuk menginovasi rasa kue Adee Kembang Tanjong ini tanpa mengurangi orisinalitas rasanya. Bagaimana kalau Adee ini diproduksi dengan kombinasi berbagai rasa seperti selai asoekaya (srikaya) atau selai coklat. Ini juga bisa menjadi nilai tambahnya. Hanya saja, rasa asli Adee ini juga harus tetap dipertahankan. Tidak ada salahnya bereksperimen, bukan?


Kesimpulan

Pidie adalah daerah yang kaya akan kulinernya. Tentu kuliner yang ditawarkan oleh Pidie sangat enak dan lezat. Adee Kembang Tanjong adalah salah satu dari sekian banyak penganan khas Pidie yang bisa mencuri selera. Tidak heran, orang lokal dari kecamatan lain pun ikut berburu Adee Kembang Tanjong sebagai takjilan berbuka puasa. Demi memperkenalkan kue ini ke luar daerah bahkan tingkat internasional, perlu adanya campur tangan pemerintah dalam mempromosikannya. Membantu penjual kue ini untuk memasarkannya di supermarket, mengikutsertakan dalam acara-acara kuliner bertaraf nasional dan internasional, dan juga bereksperimen untuk menginovasi rasanya. 

Nah, tertarik untuk mencoba kue ini? Datang dan berkunjunglah ke Kabupaten Pidie. Kamu pasti akan disambut dngan ramah oleh penduduk lokal. Dan jangan lupa merasakan kelezatan Adee Kembang Tanjong, ya. Legit, rasa selangit. 

Tabik

Jasmi