Katanya Kawan, Tapi Kok...

Friday, May 05, 2017 Jasmi Bakri 36 Comments


Sorry ya kalau hari ini saya mau nyampah. Curhat. Udah gak tahan sebenarnya. Curhatin di blog biar semua orang bisa ambil pelajaran.

First of all, saya mau bilang, saya ini bukan orang makmur. Walaupun kerja di luar negeri dengan gaji yang lumayan, tapi saya punya banyak tanggung jawab dengan uang yang saya cari.

'Tapi kamu kan punya bisnis travel, Jas?'

Memang betul. Gak salah lagi. Dan tau gak kalau Addict Tours itu juga baru dibangun pelan-pelan. Modalnya di puter-puter. Biaya tour bulan ini dipakai dari deposit tour bulan yang akan datang, sebelum kastemer melunaskan full paymentnya. Gitu-gitu aja seterusnya.

Dan lagian untung dari setiap paket perjalanan juga bukan jutaan. Tapi cuma seuprit yang bahkan gak bisa dijadiin talangan booking hotel atau apalah untuk trip yang lain lagi. Walau cuma seciput, kami tetap bersyukur karena jujur kami ngejalanin bisnis ini bukan untuk kaya, tapi untuk menyalurkan hobi.

Aamiinin deh. Semoga bisnisnya lancar dan besar.

Baca : Tips dan Trik Jalan-Jalan Murah di Siem Reap, Kamboja

Nah, awal tahun kemarin ada travel agent yang minta kerjasama dengan Addict Travel & Tours. Saya dan Mbak Didi oke-oke aja. Sekalian promosiin travel kami kan ya. Nah, travel agent ini adalah teman saya sendiri.

Udah ada beberapa trip dari dia yang di offer ke kami. Tapi selalu pembayaran biayanya gak sesuai due date. Kan kami pusing juga mau ambil duit dari mana ini untuk biaya operasional. Addict Tours sama sekali gak pegang duit (karena modal kita ya dari puter-puter duit tadi).

Yang bikin kesel tuh trip yang akan datang ini. Masih ada sisa payment sekitar 10 Jutaan. Tapi doi udah pakai duit itu untuk keperluan yang entah lah. Beneran mati akal deh mau gimana, nyari duit dimana untuk trip yang tinggal dua hari lagi.

Jelas, ngandelin gaji saya dulu juga bukan jalan keluar. Toh gitu gajian, saya harus terus transfer kesana sini termasuk bayar kosan dan cicilan motor. Gak punya saya duit segede itu untuk nalangin trip ini.


Jangan sementang-mentang kerjasama dengan kawan, kamu bisa bikin dia sesuka hati kamu. Itu gak amanah lho kategorinya. Kalau saya jahat, bisa aja besok saya tinggalin kastemer nya dipinggir jalan. Lha, mau gimana biaya operasionalnya macet.

Tapi saya dan Mbak Didi gak segitunya juga. Kami tetap jaga komitmen kami untuk melayani kastemer dengan baik. Make your adventures awesome itu bukan cuma sekedar slogan, tapi juga komitmen yang akan terus kami pegang. So, kami memang harus jaga kepercayaan dan kepuasan kastemer.

Baca : Shopping Menyambut Lebaran di Bandung

Baca juga : Honeymoon Bareng Addict Travel & Tours

Jadi kawan tuh harusnya ya bantu dong bisnis temen sendiri. Nyari duit itu gak gampang. Kalau emang mendesak perlu duit, mbok ya cerita dulu ke kita. Minta izin duitnya boleh dipakai sebentar ato gak.

Saya pribadi, kalau beli barang dari temen yang jualan juga jarang minta kurang (kecuali harganya memang mahal gak masuk akal). Bantu temen nyari duit. Mensupport.

Kan kalau kejadiannya kayak gini, kami juga akan susah percaya ke si temen. Bisa jadi kami gak mau kerjasama lagi. Padahal niat kami mau kerjasama dulu nya kan juga untuk bantu dia nyari duit.

Aduh, lelah banget Hayati.. Gak berhenti doa supaya bisa trip ini lancar jaya walau Mbak-Mbak CEO nya lagi pusing kepala. Ah, Allah pasti ada cara tersendiri untuk membantu kan ya. Asal niatan hati kita benar, lurus dan tulus.

Pesan moralnya adalah dalam berbisnis itu kudu menanamkan sifat-sifat Rasulullah. Salah satunya ya amanah. Amanah itu tanggung jawab yang besar lho. Bahkan Rasulullah bersabda

"Empat hal jika dia ada dalam dirimu, engkau tidak merugi walaupun kehilangan dunia, yaoitu menjaga amanah, berkata jujur, berakhlaq yang mulia dan menjaga makanan (dari yang haram)." (HR. Ahmad)
Amanah itu juga salah satu etika berbisnis dalam islam.

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu'anhu bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti)"
Dengan menjaga amanah, komunikasi antar partner kerja dan juga kastemer akan lebih mesra, sama-sama merasa menghargai dan dihargai, serta terciptanya kepuasan berbisnis.

Saya dan Mbak Didi juga selalu merefleksi diri apakah kita sudah amanah atau belum. Maka disetiap trip selesai, kami akan memninta maaf atas sama kastemer atas segala kekurangan dalam pelayanan. Mana tau ada part-part tertentu yang membuat kastemer gak puas hati, kan kami jadi gak enak hati juga. Kami mah cuma manusia yang selalu bersusaha jadi lebih baik dan belajar dari kesalahan setiap trip.

P.s: Semoga ini bukan termasuk 'ngomongin orang dibelakang'. Toh, kami juga udah ngomong langsung ke dia menceritakan kondisi kami. Tapi pas tau duitnya udah terpakai, hancur hatiku berkeping-keping. :(

Semoga bisa mengambil pelajaran dari curhatan sampah saya. ^^



36 comments:

Hang Pasaipa, Hingaq-Hingaq Datang Rumah Kami

Wednesday, May 03, 2017 Jasmi Bakri 24 Comments

Source: https://lh3.googleusercontent.com/
Ada yang tanya itu maksud nya apa? Bahasa planet mana? Sebagian yang udah tau artinya apa, mungkin bertanya-tanya, ini Jasmi lagi kenapa? Kesurupan? Ngajak ribut?

Wait, tenang sodara-sodara. Biar saya jelaskan ya. 

First, itu adalah bahasa Malaysia logat utara. Wilayah Penang sampai ke Kedah itu adalah bagian utara Malaysia. Artinya 'Kamu kenapa, ribut-ribut datang kerumah saya?'. Kalau orang yang baru pertama kali dengar orang utara Malaysia ngomong, pasti akan sport jantung. Memang agak kasar, tapi sebenarnya bukan sedang memaki. 

Kayak orang Batak di Indonesia. Ngomongnya agak keras, tapi sebenarnya bukan lagi marah kok. 

Pernah dulu Mbak Didi hampir nangis ke saya pas baru telponan sama pihak transportasi di Medan. Biasa lah deal-dealan harga dengan agen travel gitu kan. Mbak Didi bilang, 'Kok gitu sih mereka ngomong nya, kayak kita gak serius aja mau kerjasama nya. Kasar banget gitu. Jadi males ih'. 

Source: http://assets.kompasiana.com/items/
Lha wajar Mbak Didi berpikiran gitu. Secara doi kan orang Malaysia. Jadi kurang paham sama karakter orang dari suku-suku yang ada di Indonesia. Terus dia lanjutin, 'Dulu pas deal dengan orang Bandung (orang Sunda) enak banget mereka ngomong nya. Halus. Sopan'.

Puas mendengar komplain nya Mbak Didi, saya merasa bertanggung jawab untuk menjelaskan yang bahwa memang karakter orang Medan (kebanyakan bersuku Batak) ya gitu. Intonasi mereka berbicara memang keras, tapi bukan berarti mereka sedang memaki-maki lawan bicara nya. Saya jelaskan lagi, tipikal orang Bandung (kebanyakan orang Sunda) memang lembut tata bicaranya. 

Source: http://3.bp.blogspot.com/
Sama halnya dengan orang Aceh (kampung saya tercinta). Nada bicara mereka juga keras dan suaranya juga agak kuat. Sulit membedakan, ini lagi ngomong atau lagi teriak. hahaha.. 

Itu dia, pentingnya mengetahui budaya dan bahasa suatu kaum. Agar kenapa? Agar kita gak misunderstanding. Kan gak lucu, bisa jadi berantem gara-gara kita gak ngerti karakter dan budaya suatu kaum.

Nah, gak usah panjang lebar lah ya saya jelasin teori 'intercultural person' a.k.a orang yang bisa berbaur dalam semua kalangan atau budaya. Bisa 6 SKS gak akan habis ngejelasinnya. 

Saya cuma mau bilang, agar bisa berbaur dengan benar dalam suatu komunitas yang berbeda background dengan kita, kita harus tau dulu budayanya, bahasanya, kebiasaannya, adat istiadatnya, pantang larangnya, dll sebagainya. Yah itu tadi, biar kita gak salah faham.

Contoh ya, pas pertama kali datang ke Thailand saya bingung kok orang pada 'Wai' (gerakan seperti salam sembah) waktu ngasih salam. Sedangkan saya jadi 'sangak' a.k.a bengong karena saya malah menjulurkan tangan untuk hand shaking, tapi tidak bersambut. Sekayak cinta bertepuk sebelah tangan. hhihi
Gini lah ilustrasi saat saya salah paham dulu
Itu terjadi karena saya bodor, gak cari tau dulu kebiasaan orang di Thailand kayak gimana. 

Kejadian kedua, waktu ngantor, saya heran semua karyawan pasti akan menyembah patung raja sebelum masuk ke ruangan. Saya jadi bertanya-tanya, 'apa saya juga harus nyembah?' Kan bahasa kerennya 'When in Rome, do as Romans'. Terus kan saya balik lagi ke aqidah saya. Gak usah ikut-ikutan lah kalau soal aqidah. Runyam nanti. 

Second, apa hubungannya sama logat utara Malaysia? Ini dia, salah paham saya yang kesekian. Karena saya gak tau cara bicara orang utara Malaysia kayak gitu. Memang saya gak terlibat interaksi langsung dengan orang utara ini, tapi saya nonton film serial Malaysia yang latar belakangnya di Kodiang Kedah (bagian utara Malaysia).

Source: http://2.bp.blogspot.com/
Saya jantungan waktu pertama kali nonton film Mak Cun bergenre komedi, tapi setting nya bener-bener daily life banget. Kosa kata yang digunakan juga khas dan gak pernah saya tau sebelumnya. 

Review tentang fim Mak Cun ini udah pernah saya tulis di blog lama saya Aku, Hidup dan Bintang Gemintang. (Baca: Mak Cun: Film Komedi Melayu Sarat Makna). Saya khatam nonton film Mak Cun. 

Saya nanya ke Mbak Didi, 'ini film kok marah-marah terus orang nya dari awal sampai akhir'. Kadang saya juga pause (karena nonton nya via laptop) bagian tertentu kalau saya gak faham maksudnya. 

Terus Mbak Didi juga punya tanggung jawab moral untuk meluruskan, bahwa intonasi bicara orang Kedah memang kebanyakan seperti itu (dalam kehidupan sehari-hari). Tentu mereka akan menyetel intonasi (jadi lebih halus dan sopan) kalau berbicara dengan orang yang baru dikenal. Begitu katanya. 

Nah, pas nonton di scene yang ada dialog 'Hang pasaipa, hingaq-hingaq datang rumah kami?', saya juga pause. Dan nanya lagi ke Mbak Didi, itu maksudnya apa. Dia jelaskan lah dengan arti yang udah saya sebutin di atas. 


Well, kesimpulanya adalah kita harus mempelajari budaya suatu kaum agar kita bisa menghargai dan mengapresiasi baik persamaan maupun perbedaan dengan budaya kita sendiri. Komunikasi tanpa penghargaan terhadap budaya suatu kaum dapat menjadikan komunikasi itu jadi aneh dan bisa jadi salah paham. Nah lho!

Sekarang seorang Jasmi sudah bisa diajak ngomong pake logat Kedah dan Kelantan. Eits, bahasa Nogoghi Negeri Sembilan Malaysia pun Jasmi dah power. 

:: nok tunggu depa oghang-oghang Kedah tu komen macam mano pulop?

P.s: abaikan judul artikel yang gak konek sama isi. wkwkwkwk

Iklan. Numpang lewat ya. Yuk jalan-jalan bareng kita

24 comments:

THE AMERZING BLOGLIST | Me + Living Abroad

Tuesday, May 02, 2017 Jasmi Bakri 14 Comments


What word does first come in my mind when I found a blog written in English? AMAZING. I love reading simple stories or diaries in English. When I gotta know blog Amerzing of course I adore it so much and try to read all its post. 

First of all, I would like to say that, hey, you know what, I am very glad to find a blog with the 'almost' same name with me. The Amazing Me Vs Amerzing, lets be amazing in togetherness. Awesome, huh!! Certainly. 

Second, hmmm.. I an not confident actually writing in English. I am an English teacher yet have a very bad even worse writing skill. Well, maybe I am quite good in academic writing such as writing research paper or journal in English. it uses formal language of course. So, when you read this post, you'll be a lil bit bored since-yeah maybe-the language style is too formal. #tears..

Before I cup cap cup cap about the most amazing thing that has happened in my life, let me give a short review about Amerzing. Honestly, I just got to know this blog. Its template is nice with the combination of white and gold (or maybe yellow) color. Its header is eyes catching since it's so simple (without pictures or other ornaments). 

What I love the most is its post are written in English with a joke inserted inside at a certain part. It's fun to read Amerzing posts in English (of course it's unlikely my 'boring' English) lol. 

Nah, now let me share to you the most amazing thing in my life. I am a last child of my lovely parents. I have 2 brothers and 2 sisters (which is one of my brother was passed away during Tsunami disaster 2004 in Aceh). Yups, I am an Indonesian who has a lot of Malaysian friends. Most of them are bloggers, and Amer is one of them (Amer, are we friend? Yes or No?). 

P.s: You see. My English is like a secondary student's English, huh?

Let me make it short. Since my parents were both passed away during my childhood time, I got lack of guidance and attention from the family which is they have their own life. You know, actually, it was hard for me to run on my life. In most parts of my life, I felt like wanted to give up. 

Why? Because I used to do things by myself. I thought that I could do everything by myself. I ain't getting help from  no one. Thus, when I feel I couldn't finish it, I just wanted to stop doing it. 

It was a totally big mistake. I have friends who can always support me when I need motivation, who can help when I need help. The very important thing is I have ALLAH. Then, I realize that Allah will not leave me in the dark after giving me a life. 

I changed my perspective that I need help in my life. Because I used to do things by myself doesn't mean that I don't need help, do I? Praise be unto Him, that He send me amazing friends day by day. 

I know great bloggers both from Indonesia and Malaysia. They are very helpful. They assist me and share me their insight toward blogging world. What an amazing gift from God that I received. You guys are so amazing. Thank you.

Not only that, I know a lot of intelligent and -professor to be- friends during my study (both bachelor and master degree) who always encourage me to finish my study. They said, 'Jasmi, what makes you such a great girl is when you finish what you have already started'. 

Yeah, finally I finished my master degree in UPI Bandung in English Education (with not so good GPA, but I am proud of myself). My friends came on my graduation day. Yups, they are my family in the 'far away' place from my hometown. Of course they should come to congratulate me. 

Finally, my simple and boring life turns to much fun and adventurous life after meeting a young lady named Didi. She is a Malaysian who makes me so Malay nowadays. She invited me to join a trip with her. At another change, she invited me again. And again, and again, till both of us become what so called-addictive traveling-BFF. 

Gallery:

Me and Didi at matta Fair 2017 in Kuala Lumpur

Me and Didi at Siem Reap Cambodia

Me and Didi in Bangkok Thailand

Me and Didi had so much fun at Sunway Lagoon Malaysia

Me and Didi enjoyed the Bogenia Garden in bandung Indonesia

Temple in Nakhon Si Thammarat Thailand

Still in Nakhon Si Thammarat: Central Plaza

Pattaya Beach Koh Lipe, Thailand

Here we were, Singapore

Met new friends from Jakarta: Dunia Fantasi

Tadom Hill Resort, Malaysia

Borobudur Temple, Yogyakarta

We have a share dream to make a travel business. We just did it. Together we established a travel agency named Addict Travel & Tours. You can read about it here

Never come in my mind up to own a travel till I met this lady. What a great achievement for me. 

Then, what is the relationship this story with the title 'living abroad'? There's no significance relationship, but Didi actually was the person who helped me to got a job abroad (outside Indonesia). Yeah, here I am, in Thailand (still around Asia but it's far away from Indonesia if we walk there, lol). 

Living in Thailand-or exactly seeking for experience in other countries-is one of my resolutions. Yeah, I faced a lot of difficulties living here since I dunno their language. It's hard to communicate. Yet, it's much fun to experience it, believe me. Getting involve with the society, sharing different cultures, trying to understand each other, is the most priceless parts that I will not forget it.

Finally, big thanks to Didi for what you have done to me. Thanks for Amer who invited me to join this segment. And thanks also for You, My Lord, who always show me the good way to come closer to you through amazing friends. Thanks so much for not leaving me alone and letting me down. You always have your special way to encourage me to go on my life. 

My motto: 'Allah tidak akan menelantarkan hambanya setelah mengantarnya sejauh ini' 

P.s.s: Phuuuft, finally, I finished this writing. Avoid my grammatical error, and please forget that I am an English teacher.

_THE END_

14 comments:

Giveaway Free Name Card by Busyratakiyudin

Tuesday, May 02, 2017 Jasmi Bakri 17 Comments


Wah, ada GA lagi nih. masih dari blogger Malaysia. Ya buka Jasmi namanya kalau gak ikutan GA kayak gini. Well, kali ini hadiahnya Name Card.. Yippie..

Kenapa saya pengen join? for the sake of Addict Travel & Tours tau gak sih. Bisnis travel ini kan kudu promosi ya biar dikenal banyak orang. Nah, untuk memudahkan orang menghubungi travel saya nanti, saya butuh kartu nama dong? Bener kan, bener dong!

Awal-awal komitmen sama bisnis travel ini, udah mau bikin name card sih, tapi bingung nyari design yang bagus. Lagi juga kan sok-sok sibuk ngurusin trip, jadi gak sempet ngurusin name card. Ini nih kesempatan bagus buat dapat kartu nama gretongan. makanya join. hihihi^^

Syaratnya juga ya gampang banget kayak syarat GA umumnya. Cuma follow blog Busyratakiyudin, follow Google+ nya (ada di sidebar blog doi), terus like page Blog Busyra. Beres deh. 

Ohya, ada 1 lagi syaratnya: gambarkan blog busyratakiyudin dengan 3 kata. Well, walaupun baru kenalan sama authornya, tapi aku suka banget tampilan blognya. 

SIMPLE

ELEGAN

RAPI

Siapa sih yang gak suka blog rapi gitu. Terbukti kan follower blog doi lebih dari 1.3k lho. Wow, emejing banget. Jadi mupeng adek, bang. hihihi

Nah, syarat-syarat nya udah diikuti semua. Tinggal berdoa aja, semoga GA ini jadi bagian rezeki saya yang diberi Allah.. Aamiin..

P.s: Salam kenal dari blogger Indonesia. Karena gak ada syarat 'untuk blogger Malaysia sahaja', makanya saya ikutan. Mudah-mudahan gak di diskualifikasi ya, karena saya juga kadang domisilinya di Malaysia. hihihi

17 comments:

GIVEAWAY by BCSB : ROAD TO 100K VIEW

Tuesday, May 02, 2017 Jasmi Bakri 5 Comments

Dok bajetciputselerabesar.blogspot.my

Assalamualaikum.. Selamat pagi..


Minggir.. Minggir.. Penulis blog mau lewat nih. Lagi happy banget pagi ini. Kenapa? Karena buka blog, terus ada blogger dari Malaysia, kak Ana, yang mbikin giveaway. Wah, saya gak bisa liat yang kayak gituan. Langsung semangat 45 pengen join jugak..

Lumayan mak, hadiahnya powerbank dan bluetooth headset. Eits, biarpun sekarang lagi gak pegang hape-karena udah pada tau kan kenapa? baca ceritanya disini, tapi gak apa-apa dong, dapat powerbank nya dulu, terus ntar-ntar beli hape nya. Mayan powerbank nya bisa diajak ikut ngetrip pas ada gawe jadi tour guide. hihihi

Dapat bluetooth headset juga keren tuh. Cocok buat aku yang suka dengar musik. Gak ribet pakai nya, gak kayak headset yang ada kabel nya. Aku kan lumayan lasak ya, kalau pakai heaset ada kabel pasti sering kelilit-lilit. huhu ^^

Aduh, kok jadi panjang banget ya ceritanya pagi-pagi gini. Padahal entry buat ikutan GA doang kok nulisnya kayak introduction di jurnal penelitian ya.. Baiklah, mari kita simak apa aja yang harus dilakukan untuk join GA ini.

Well, syaratnya mudah aja sih sebenarnya. Tinggal follow blog penyelenggara aja, follow Google+ nya, follow IG nya, terus buat entry kayak saya ini. Judulnya disamain aja sama judul artikel ini. Syarat tambahan nya, sering-sering deh komen blog post empunya GA. Namanya juga tema GA nya road to 100k view ya kan.

Nah, gimana? Menarik kan? Kalau mau ikutan, klik banner diatas ya.. Intip aja hadiah nya sendiri disana. Keren tau. Nyesel lho kalau gak ikutan.. 


5 comments:

Baju Baru The Amazing Me Jahitan Sis Hawa

Friday, April 28, 2017 Jasmi Bakri 14 Comments

Sebagai blogger berkategori sok sibuk a.k.a malas ditambah gaptek versi kebangetan, tapi pengen desain blog yang bagus dan rapi, maka saya pun stress stadium akhir. Bukan saya gak usaha ya, mbikin blog saya jadi enak dilihat dan dikunjungi. Udah.. Saya udah coba google-google pasang kode css, edit-edit HTML atau apalah, tapi tetep aja gak mudeng alias gak ngerti dan seringnya gagal. 

Saya frustasi. Kemudian saya cari cara gimana caranya blog saya bisa pakai baju baru walau bukan hasil jahitan majikannya sendiri. Kenalan lah saya dengan seorang blogger dari Malaysia, Sis Hawa namanya. Awalnya nanya dulu sama beliau, tampilan blog saya yang baru-baru ini oke gak, apa yang kurang, apa yang udah mantep. Gak cuma nanya ke beliau, saya nanya ke teman-teman blogger yang lain juga.

Hasil jawaban nya sama aja. 'Mi, warna tulisan artikelnya jangan abu-abu, sakit mata bacanya', 'Background nya pakai warna putih aja, kalau background nya garis-garis gitu jadi pening kalau baca lama-lama', gitu kurang lebih komentar kawan-kawan. Sis Hawa juga bagi saran kalau blog saya di isi ornamen ala-ala travel juga. Soalnya kan blognya kongsian ama Addict Travel & Tours

Saya setuju dengan saran Sis Hawa. Tapi saat itu masih dalam tahap pencarian siapakah orang yang saya percaya untuk menjahit baju untuk kesayangan The Amazing Me. 

Penampakan sebelum
Saya puas nyari-nyari orang, akhirnya nyantol lagi di Sis Hawa. Aji gile, banyak juga doi ngedit blog orang. Dan hasilnya kece-kece. Gak cuma blogger cewek, blogger cowok pun nyantol sama Sis Hawa. Eh, nyantol sama hasil desain blognya ya, bukan sama orang nya. hihihi.. 

Saya pun mulai memaparkan blog seperti apa yang saya mau. Saya suka banget sama polkadot, makanya saya suruh mbikin logo dengan sentuhan polkadot dan warna yang dipilih adalah warna-warna soft. Terus saya pengen blog saya nampak cerah dengan paduan warna peach dan mint. Suka banget..

Saya mau blog dengan konsep simpel tapi elegan. Pengen gini, pengen gitu, bla bla bla. Banyak maunya, tapi gak bisa mbikin sendiri. ^^ Hasil dari bincang dengan Sis Hawa, maka akhirnya, tadaaaa.. Ini dia baju baru blog saya yang nyenengin banget kalau dikunjungi. #yippieyippieaselole..

Penampakan sesudah
Akhirnya Sis Hawa sukses ngikut semua mau aku yang cerewet ini. Katanya, Sis Hawa agak takut juga ngedesain karena aku banyak maunya, takut dia si Jasmi ini gak puas hati. Kalau gak puas, ntar bisa ngamuk kayak Hulk. hahaha.. Tenang aja, Anjas gak semonster itu kok. Pokoknya puas pake banget. Thanks ya Sis Hawa. Dua jempol untuk jahitan baju baru nya..

Eits, lupa ngasih tau. Beliau juga ngasih bonus banner untuk Addict Travel & Tours. Tuh liat aja di header sebelah kanan (atau lihat di akhir postingan). Cantik kan ya.. Siapa yang bilang gak cantik? Sini aku cubit.. Mbak Didi senyam senyum mulu liat blog saya. Pasal apa? Pasalnya, ada nama doi dirajut sekalian di banner. Bangga doi.

Well, itu dia dongeng saya hari ini. Gimana menurut kengkawan? Bagus gak desainnya? Kalau jawab bagus, dikasih permen satu. hahaha


14 comments:

Saat Hape Nyemplung ke Laut Andaman

Thursday, April 27, 2017 Jasmi Bakri 16 Comments


Apa hendak dikata, rukun imam ke-6 memang benar adanya. Qada dan qadar memang harus diimani. Demi apa? Demi agar supaya kita bisa ikhlas dan lapang dada kalau-kalau ada sesuatu yang gak sesuai dengan keinginan kita terjadi. Kejadian yang kayak gimana? Ya contohnya kayak judul artikel ini. Hape 'semata wayang' a.k.a satu-satunya nyemplung ke laut. Oh my goodness.. Kok bisa sih? Ada-ada aja deh kamu, Anjas.

Banyak yang nanya gitu di postingan fb yang mana saya umumin, kalau saya lagi gak pegang hape untuk sementara waktu. Jadi semua urusan bisnis atau apalah yang penting-penting silakan hubungi saya via fb atau email. 

Saya jawab ngeyel aja: 'maklumlah, owhaaaang khayaaaa (red_orang kaya)'. 

Kepo banget sih yang nanya. Itu mereka pasti mau tau kronologi musibah itu terjadi. Mereka mau dengar cerita detik-detik mengenaskan hape saya pelan-pelan tenggelam ke dasar lautan dan nyangkut di antara terumbu-terumbu karang. 

Perhatian sekali mereka. Sumbangin IPhone7+ dong kakak..
Baiklah, untuk menjawab rasa penasaran Jasmi Lovers (ya elaaaah, merasa kek Inceus Syahrini aja saya. Sok terkenal gitchuu)^^, saya akan ceritakan disini kisah sedih dihari Minggu saya (pas banget kejadiaannya hari Minggu).

Ceritanya, mbak-mbak founder dan sales Addict Travel & Tours plesiran ke suatu tempat yang dijuluki 'Maldives of Thailand'.. Dimanakah itu?? Koh Lipe, Provinsi Satun, Thailand. Tepat sekali. Selamat.. Anda mendapatkan uang tunai 1 Juta Rupiah. Hadiah ditanggung pemenang. lol. 


Nah, karena gaji part time saya sebagai guru Bahasa Inggris di Thaksin University dibayar lebih cepat (karena full time nya udah dikontrak seumur hidup sama Addict Tours), saya pun tiba-tiba timbul niat untuk mengeksplor tempat-tempat menarik di Thailand. 

P.s: Tau aja lagi ngitung hari untuk payday, dan tiap hari ngecek mobile banking berharap angka saldo di rekening berubah jadi puluhan ribu Bath. Akhirnya, harapan saya terwujud hari Jumat (21/4). Berkah banget. Alhamdulillah. Biasanya dibayar per tanggal 25. Terimakasih bendahara. Kamu baik deh. 

Karena ini judulnya adalah unplanned trip, jadi kami memutuskan untuk ke Koh Lipe aja. Kenapa begitu? Ya karena pertama, tempatnya gak jauh amat dari tempat domisili saya. Cuma 4 jam naik minibus plus 2 jam naik ferry. Bayangin kalau harus ke Bangkok, 16 jam naik kereta api. Kan bisa lelah seluruh tubuh ini. Kedua, karena bajet minim, hanya mengandalkan jajan bulanan, jadi dihemat sebisa mungkin, at least hemat di biaya transport. Ketiga, karena entah lah, yang penting weekend-an. hahaha..

View dari atas kapal. Detik-detik tiba di pantai. 

Singkat cerita, hari sabtu saya dan Didi berangkat dan tiba disana menjelang sore. Hari Minggu nya kami ambil paket Island Hopping dan Snorkeling. Nah, mulai ada hint tuh kapan nyemplungnya. Hooh, itu dia. Jadi pas snorkeling gak perasan hape di kantong. Langsung aja majikan hape nyebur ke laut sangking excited nya. Karena kantungnya dangkal, dan mungkin hapenya juga pengen ikutan kenalan sama makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya, dia pun keluar dari kantong dan berenang langsung kedasar laut. Bagus juga skill menyelam hape saya ya. Kalah sama majikannya. 

Saya bye-bye hape saya dengan perasaan campur aduk, antara miris, lucu, ikhlas, sedih, dan kuatir. Tentu banyak 'aduh-aduh' yang saya permasalahkan dan saya jawab sendiri.

'Aduh, gimana ya foto-foto banyak yang belum di back up'. Saya jawab, 'Ah, gak apa-apa. Itu bukan masalah besar'. 

'Aduh, habis ini gimana dong mau cek sosmed'. Saya jawab, "Gak apa-apa. Kan lagi liburan. Off aja dulu sosmednya. Pinjem hape Didi aja buat login IG'.

'Aduh, gimana nanti kalau mau login facebook dan email di device baru. kan request G-Code di nomor hape yang tenggelam'. Saya jawab, 'Ntar di komputer kantor, turn off aja G-Code nya'. 

'Aduh, ntar gimana dong komunikasi sama kastemer'. Saya jawab, 'Udah ah, jangan kayak orang susah aja. Makanya cari duit tuh yang giat, biar bisa beli baru'. 

Dan keaduhan yang lain-lain lagi, yang kemudian diatasi sama 'power healing' nya saya sendiri. Mujur aja saya punya power healing yang kuat, so kalau kehilangan sesuatu (material) ya gak sedih-sedih amat. Kecuali kalau kehilangan orang tersayang mungkin akan mewek dan airmata bercucuran. ^^

Nah, segindang aja dulu ceritanya. Nih, aku bagi bonus tips buat kawan-kawan saat snorkeling:

1. Ketahui dan cek kelayakan peralatan yang akan digunakan

Sebelum nyebur, kamu harus tau dulu peralatan yang akan kamu gunakan. Umumnya peralatan yang digunakan adalah masker dan pelampung (peralatan wajib). Sebagian ada juga yang pakai kaki katak (optional). Cek juga kelayakannya. Masih bisa digunakan atau gak. Kait pelampungnya jangan sampai longgar. Jangan lupa bersihkan atau cuci dulu alat snorkel nya sebelum dipakai. Gak mau kan langsung pakai bekas orang, masuk mulut lagi. hihihi.. Kalau ada alat snorkel sendiri itu lebih bagus. 

2. Snorkeling berdekatan dengan pemandu

Contohin Anjas ya. Snorkeling nya gak jauh-jauh dari kapal dan teman-teman yang lain.
Karena Anjas takuuuuuttt.. hihi


Snorkeling jangan jauh-jauh sama pemandu. Biar gampang kalau ada apa-apa terjadi, jadi ada yang nolongin. Apalagi bagi pemula, jangan karena excited banget malah berenang kemana-mana dan keluar dari batas yang ditentukan. 

3. Tetap tenang dan usahakan senyaman mungkin dalam air

Rileks aja, gak usah grasak-grusuk. Gerakkan kaki pelan-pelan kayak renang gaya bebas atau gaya katak, jaga keseimbangan tubuh dengan merentangkan kedua tangan. Yang paling penting, posisi badan tuh harus telungkup, ya. Kan mau liat ikan. Kalau terlentang, liat apaan dong? Liat burung-burung beterbangan menembus awan, beb.. lol

4. Jaga kebersihan dan kelestarian laut


Jangan buang sampah sembarangan ya. Kita harus menjaga kelestariam alam bawah laut. Jangan ambil atau merusak terumbu karang atau biota laut lainya. Ingat ingat, ting!

5. Bawa makanan ikan

Tuh fans nya Mbak Didi kok gak tertib minta tanda tangannya
Biar kamu dikerumunin sama ikan, bawa makanan ikan saat snorkeling. Kadang saya sengaja bawa roti untuk dikasih ke ikan. Dan jangan kaget kalau ada ikan yang gigit tangan kamu. Kayaknya mereka kelaparan banget pengen habisin semua makanan yang ada ditanggan kamu. hihihi.

6. Jangan bawa hape dalam kantong

Karena, jangan sampai kejadian diatas terjadi sama kamu. hahaha

Oke well, itu dia cerita dan tips dari saya yang apa lah ini.

Sampai jumpa lagi diartikel selanjutnya.

Thanks for reading, guys ^^.

16 comments:

Pengumuman Pemenang Blog Giveaway by The Amazing Me

Friday, April 21, 2017 Jasmi Bakri 14 Comments

Assalamu'alaikum.. Salam sejahtera untuk semua.. Akhirnya, tiba saatnya saya selaku empunya giveaway mengumumkan pemenang yang berhak mendapatkan travel cutlery set. Seperti yang udah dibilang sebelumnya, hadiah dibagi untuk 2 blogger Indonesia, 2 blogger Malaysia, 2 follower page Addict Travel & Tours dari Indonesia, dan 2 follower dari Malaysia. Lintas negara ya.. 


Sebelumnya saya mau say sorry dorry mayori nih karena telat sehari ngumuminnya. Lupa waktu karna libur panjang. Selama mudik juga gak nyentuh blog sama sekali. Pengen kualiti time aja sama family. So, mohon dimaafkan ya sodara sodari.. 


Gak nyangka rame juga yang ikut meramaikan acara giveaway ini. Makasih banget lho buat semua yang udah join. Terharu banget dapat teman-teman yang semangat mensupport kontes ini. Kisses and hugs buat semua. Kalian memang luar biasa. 

Nah, tentu aja pemenang dipilih dari yang memenuhi kriteria dan mengikuti semua syarat-syarat yang ditentukan, baik untuk blogger maupun untuk non-blogger.  Pemenang di undi kayak undian arisan ibu-ibu. hahaha.. Serunya, pas ngundi ditemenin sama owner Addict Travel & Tours sambil nyemil makan siang sepiring nasi beserta lauk pauk yang 4 sehat 5 sempurna. Ditambah undian, jadi 6 istimewa. ^^




Pemenang non-blogger diseleksi langsung oleh mbak Didi yang cantik jelita sepanjang masa ya.. Dan keputusan pemenang oleh empunya giveaway dan oleh bos Addcit Travel & Tours adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Kalo mau gugat nanti aja kita jumpa di pengadilan tripikor. #eh.. 

Dan, tadaaaa... Ini dia pemenangnya..

Kategori Blogger Indonesia



Kategori Blogger Malaysia



Kategori Non-Blogger Indonesia



Kategori Non-Blogger Malaysia



Selamat bagi semua pemenang. Semoga hadiahnya bermanfaat. Bagi yang belum menang, jangan berkecil hati ya. Insyaallah akan ada GA-GA yang lain nantinya. Dan jangan kapok untuk join GA selanjutnya.

P.s: Pemenang akan dihubungi oleh saya atas nama penyelenggara giveaway dan juga founder Addict Travel & Tours. 

P.s.s: Hadiah bagi pemenang dari Indonesia akan dikirim secepatnya setelah konfirmasi alamat pemenang. Untuk pemenang dari Malaysia hadiah akan dikirim awal bulan Mei karena mbak Didi lagi gak di Malaysia. Beliau lagi lanjut kerjaan guide. ^^ Harap maklum yaw!!




14 comments:

Assalamualaikum Aceh, Aku Pulang

Thursday, April 13, 2017 Jasmi Bakri 24 Comments


Pulang bagi perantau adalah kebahagiaan. Kebahagiaan yang tidak bisa ditukar dengan apapun benda. Kebahagiaan yang beda yang hanya perantau saja yang rasa. Pulang bagi perantau adalah terapi yang tepat. Karena pulang bukan hanya soal ada waktu atau tidak, tapi juga tentang menyempatkan untuk pulang atau tidak. Sampai disini saya berhenti menulis. Bagaimana lagi saya harus mendeskripsikan 'Pulang'?

Ya, saya pulang. Tidak ada yang tau saya akan pulang. Saya tidak beritahu siapapun bahkan keluarga juga tidak. Durhaka kah saya? Saya rasa tidak. Justru ini memberikan kebahagiaan lebih dan kejutan yang akan dikenang karena tetiba sesosok yang mereka rindukan hadir didepan pintu rumah sambil menggendong Dueter 40L yang mulai memudar. 

Tidak ada oleh-oleh, tidak ada buah tangan, hanya bawa beberapa helai baju saja, dan tentu bawa segunung rindu yang melanda. Rindu yang sudah ku bongkar pelan-pelan melalui tulisan-tulisan. Tapi tabungan rindu saya sama sekali tidak berkurang. 'Ah, penting apa oleh-oleh bagi mereka', pikir ku. Mendapati aku pulang saja mereka sudah girang. Saya. Saya lah yang mereka mau sebagai souvenir untuk mereka.



Sehari sebelum keberangkatan, keluarga menelpon mengecek keadaan saya. Dusta saat saya bilang bahwa saya baik-baik saja. Pagi buta, pada hari itu, saya masuk UGD karena sesak nafas. Dokter bilang saya terlalu lelah bekerja. Ah, dokter sok tau. Kata saya, saya lelah menanggung rindu, itu saja. Semoga Rabb mengampuni saya karena berbohong. Saya hanya tidak ingin mereka khawatir kaena akhir-akhir ini saya jadi langganan datang ke UGD. 


Saya tetap bekerja hari itu walau datang terlambat. Beruntung tidak ada sistem potong gaji di tempat saya bekerja bagi karyawan yang terlambat. Tapi mungkin akan dapat surat peringatan jika melulu datang telat. Dan hari itu juga saya mendapati ajuan cuti saya belum di acc. 

Tuhan, jangan sampai saya tidak jadi pulang. Saya sudah bersemangat sekali untuk mengetuk pintu dan berniat mengucap salam saat turun dari pesawat nanti. Assalamualaikum Aceh, aku pulang. Saya sudah latihan berkali-kali bagaimana saya harus mengucap salam, dengan nada seperti apa? Dengan nada manja kah? Sedikit keras kah? Atau seperti Nobita di film Doraemon? Aku pulaaaaannnggg... 

Tuhan, jadikan rencana saya ini bagian dari rencana terbaikMu. Begitu kira-kira doa saya waktu itu. 

Saya tidak keberatan melakukan 2 hari perjalanan untuk sampai di kampung halaman. 2 kali naik minibus, sekali naik kereta api, dilanjutkan naik bus ke bandara, kemudian naik pesawat, itu adalah momen yang membuat hati saya makin berdebar.

Debaran yang saya rasakan sekayak jumpa mantan pacar, atau perasaan jumpa pacar yang LDR-an. Ah, entah lah. Saya tidak cukup pandai mengibaratkannya dengan perasaan cinta. 

Sangking bahagianya saya, minibus yang penuh sesak sampai saya tidak bisa bernafas pun, terasa luas bagi saya. Bau badan dari bapak paruh baya disamping saya pun sama sekali tidak mengganggu pernafasan saya. Karena apa? Karena bahagia. 

Itu lah hakikatnya bahagia. Saat hatimu penuh kebahagiaan, maka dugaan-dugaan disekelilingmu, tidak akan jadi masalah.

Setidaknya, saat itu, saya tidak ada waktu untuk merungut. Hidup saya bahkan terlalu indah untuk selalu dibawa mengeluh. Saya hanya melayan rasa bahagia saya. 

Saya rasa ini adalah penerbangan terlama saya. Padahal Kuala Lumpur - Aceh hanya berdurasi 1 jam 30 menit saja. Menjelang landing adalah detik-detik sakral yang mendebarkan. Pipi saya seakan ditarik kencang ke kiri dan ke kanan membentuk sebuah senyum lebar di bibir saya. Akhirnya..

'Akan kunikmati setiap detik yang kuhabiskan disini. Akan kupenuhkan available space di memori otakku dengan hal-hal indah selama berada disini. Akan ku abadikan setiap kejadian dalam kamera handphone saya yang ala kadar saja', janji saya dalam hati.

Saat turun dari pesawat, saya dapat menghirup aroma khas yang sudah lama tidak kuhidu. Entah aroma apa, jangan tanya saya. Aroma penuh kesegaran dan islami yang memberi ketenangan. Ah, inilah Serambi Mekkah, rumah para aulia. 

Saat tulisan ini dimuat naik, saya belum tiba dirumah. Saya baru saja melewati imigrasi Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Indonesia. Tulisan ini saya cicil selama perjalanan menujunya. 

'Assalamualaikum Aceh, aku pulang', aku mengucapnya dengan nada penuh kelegaan. 

24 comments:

Bermain Warna Dengan PicsArt dan Name Art

Monday, April 10, 2017 Jasmi Bakri 19 Comments


Setelah booming Focus N Filters: Name Art di Malaysia, dan juga mungkin sekarang mulai dikenal di Indonesia, saya dapat tutorial lain lagi yang lebih kece. Seperti biasa, saya dapat cara ngedit foto sekaligus nambak signature dari teman-teman blogger Malaysia. 


Saya sempat trial and error beberapa foto teman. Dan kebanyakan suka dengan hasilnya. Saya mah memang gak kreatif dan gak pinter-pinter amat urusan seni menyeni. Tapi cukup bikin bahagia kalau teman respon, 'keren banget sih, Jas...'. Padahal bikinnya gampang banget dan simple banget (plus asal-asal aja). 

Nah, ini aku bagiin tutorial singkat gimana bikin foto kayak gini. 
P.s: Aplikasi yang dipakai adalah PicsArt dan Name Art. Dua aplikasi ini bisa di install di smartphone android kamu. Segera melipir ke Play Store kalau belum install.

Step #1 Background Preparation

1. Buka aplikasi Name Art, klik 'Start'

2. Klik 'BG', pilih background yang seperti ini


3. Save.

Step #2 Picture Preparation

1. Buka aplikasi PicsArt, klik tanda +, klik 'Edit'

2. Pilih foto yang ingin kamu edit.

3. Klik 'Magic', pilih 'Rainbow' effect. Gambar kamu akan jadi seperti ini.


4. Klik 'Save'. 

5. Klik 'Back', klik 'Discard'.

Step #3 Pictures Combination

1. Buka aplikasi PicsArt kembali. Klik tanda +, klik 'Edit'.

2. Pilih background yang sudah di save di step #1

3. Klik 'Add Photo', pilih gambar kamu yang sudah diedit dengan effect rainbow  di step #2 tadi. Posisikan gambar sesuai kreasi kamu.


4. Klik 'Erase' (gambar hitam putih seperti penghapus), hapus bagian tepi gambar. Jadikan lebih rapi.

5. Klik 'Save'

Step #4 Signature

1. Buka aplikasi Name Art kembali. Klik 'Picture', masukkan gambar hasil step #3

2. Crop sesuai keinginan, klik tanda kotak


3. Klik 'Text', tulis nama kamu, pilih font yang kamu suka.

4. Tambahkan simbol sesuai kreasi kamu.

5. Klik 'Save.



Viola... Selesai sudah. Selamat mencoba. Semoga bermanfaat. 

P.s: Makasih Bang Mirwan yang udah bersedia dijadiin model. Semoga gak minta royalti. ^^

19 comments: