For the Very First Time: Winning a Giveaway Contest

Thursday, June 22, 2017 Jasmi Bakri 6 Comments


Saya mulai ngeblog kalau gak salah sekitar tahun 2014. Baru nulis 3 4 tulisan, kemudian dibiarkan aja. Terbengkalai, berdebu, udah jadi sarang laba-laba. Udah gitu coba nulis lagi pelan-pelan pertengahan tahun 2016. Terus blog itu udah gak bisa diakses lagi karena emailnya di blok google. Ya udah lah ya. Gak usah diratapi..

Sempat udah males ngeblog. Udah malas mempreteli dari awal. Tapi akhirnya muncul semangat lagi, dan mbikin blog baru "The Amazing Me" dengan resolusi baru (klik DISINI untuk tau ceritanya). Semangat saya lebih berkobar tatkala (((((tatkala))))) baku sekali bahasa Indonesia anda ya mbak Jasmi ada temen yang ngasih voucher belanja domain dotcom gratis untuk setahun. Wah, kegirangan banget kan saya nya (baca lagi kisah harunya DISINI).

Nah, di blog baru ini sering ikut kontes GA yang disponsori teman-teman blogger Indonesia dan Malaysia. Tapi gak pernah menang. LOL!!! Yah, belum rezeki kali ya.. Tapi saya nya gak pernah menyerah. Saya bandel aja ikut semua GA yang di share sama teman-teman.

Second design.. But prefer the first one. Nice huh!!


Nah, saya pun ikut lah GA dari seorang blogger Malaysia bernama Amer dengan nama blog nya Amerzing. Wah, nama blog kita senada gitu kan ya. Temanya, kita diminta untuk menceritakan kejadian luar biasa apa yang pernah kita alami selama hidup kita. Saya pun mulai ngedongeng tentang bagaimana saya bisa tinggal diluar negeri, akhirnya saya nyantol dengan dunia traveling dan membangun bisnis travel karena passionnya ya disitu (baca DISINI).

Wah, gak nyangka menang dong. Jadi first winner pulak tuh. Saya dapat design header blog baru.. Yeyeye lalala.. Suka banget sama design nya Amer. Nah, awalnya saya request untuk Addict Travel & Tours aja headernya. Tapi Amernya lupa. Tapi lastly dia bikin juga lho untuk Addict Travel & Tours.. Makasih Amer.. It's very kind of you..



Semoga Amer mudah rezeki selalu ya!! And thanks for giving me this wonderful feeling when I can win something. It's awesome..




6 comments:

Minuman Favorit Saat Berbuka Puasa

Saturday, June 17, 2017 Jasmi Bakri 23 Comments


Hai Jasmi Lovers. Ketemu lagi di Ramadhan Log ke #22. Baiklah, sebelumnya mau say sorry dorry karena kononnya mau komit nulis Ramadhan Log setiap harinya, tapi malah gak dilakuin. Wacana doang ternyata. hahaha.... Ah,minta maaf sama siapa sih saya. Gak ada yang peduli juga.. :P

Hari ini 17/6/2017 bertepatan dengan 22 Ramadhan 1438 H, cuaca di seputaran Papayom Phatthalung District, Thailand lagi terik-teriknya. Panas banget maaaakkk.. Cuaca bagus nih untuk hari mencuci nasional kayak gini (a.k.a weekend). Wah, gak sampai satu jam, cucian udah kering dan siap dilipat. 

Belakangan ini cuaca labil banget. Pagi menjelang sore ampun deh panasnya, sore sampai tengah malam malah hujan lebat. Kadang saya suka stuck di kantor gak bisa pulang karena selain gak punya raincoat, saya juga rentan sakit kalau kehujanan. Jadi, sebisa mungkin dihindari lah main-main hujan ala india-indiaan. ^^

Lanjut lagi ya. Mumpung panas banget nih, tenggorokan kok kayak ngirim pesan ke otak dan request minuman ini itu untuk buka puasa nanti. Pengen yang seger-seger manis dan dingin gitu. Harusnya mah buka puasa baiknya dengan teh hangat kan ya. Tapi mau gimana, tenggorokan ini maunya yang pake es. 

Nah, selama 22 hari puasa, saya sering banget buka puasa dengan minuman dingin. Makanya saya agak pilek sekarang. hihihi. Jangan ditiru ya. Eits, penasaran minuman apa yang sering saya menemani saya saat berbuka puasa? Yuk, simak.

1. Thai Green Tea



Sebenarnya saya gak terlalu suka green tea, tapi kalau green tea yang satu ini malah bikin saya ketagihan. Biasanya saya beli diwarung dengan harga 20 Bath per cup. Kalau bikin sendiri bisa lebih hemat sih sebenarnya. Cuma saya kan rada-rada malas. 

Cara penyajiannya juga gampang. Pertama, ambil 2 sendok teh bubuk Thai Green Tea kemudian seduh dengan 300ml air panas. Aduk-aduk sebentar, saring. Terus, tambahkan susu kental manis, susu cair atau susu bubuk sesuai selera. Yang gak suka susu, bisa ditambahin gula pasir aja. Tambahkan es batu. Hidangkan.

Gampang banget, kan? 

2. Thai Tea (Cha Yen)



Thai tea ini favorit saya. Saya memang peminat Thai Tea banget. Rasanya kayak teh tarik gitu, tapi Thai Tea agak lebih pekat dan kelat. Cara penyajiannya juga sama dengan Thai Green Tea. Harganya juga 20 Bath per cup. Ada juga sebagian yang menjualnya dengan ditambah cincau atau bubbles dalam minumannya. 

Sedikit info, di Thailand teh yang dijual memang pakai susu. Kalau teh gak ada susunya, tinggal bilang aja 'tea no milk' gitu lah simpelnya. Jadi teh nya diberi gula aja. Cha = Teh, Yen = Dingin/Es, Ron = Panas. Kalau mau teh panas tanpa susu, bilang aja Cha Ron no milk. Selesai cerita. hahaha..

3. Coconut Shake

Denger namanya aja udah ngiler ya? Iya, pada tau kan coconut shake. Ini juga jadi minuman kesukaan aku gak cuma pas buka puasa, tapi sehari-hari juga sering jajan coconut shake. Kelapa muda, sedikit air kelapa, air gula, ksusu ental manis, susu cair dan es di blender. Sebelum di tuang ke cup, masukkan biji selasih yang sudah di rendam. Aduk-aduk. Baru deh tuang ke cup nya. 

P.s: Sorry gak ada fotonya. Ntar deh diupdate ya.

4. Blue Hawaii Soda



Saya sempat beberapa kali berbuka dengan minuman ini. Rasanya gimana ya? Saya juga gak tau deh jelasin gimana. Hahaha.. Yang jelas kayak minum soda lah gitu.. :P

5. Hale's Sala Flavored Syrup



Kalau buka puasa di warung makan, pasti dikasih gratis minuman ini. Rasanya kayak Raspberry gitu tapi agak bersoda. Saya juga gak tau Sala itu apaan. Mungkin ada teman-teman yang tau? Bisa share dikolom komentar ya..

Itu dia 5 minuman favorit saat berbuka puasa yang sering saya minum. Nah, kalau kamu apa minuman favoritmu saat berbuka? 

23 comments:

Adee Kembang Tanjong: Legit, Rasa Selangit

Friday, June 16, 2017 Jasmi Bakri 30 Comments

Source : @kulineratjeh captired by @cehamuis
Apa yang terlintas dipikaran kamu saat mendengar kata 'PIDIE'? Pantai Pelangi depan Pendopo? Pantai Mantak Tari? Air Terjun Tangse yang natural? Stadiun sepakbola Kuta Asan yang jadi kebanggaan awak Pidie? Mie Caluek Grong-Grong? Mie Bieng Cek Baha? Adee Kembang Tanjong?

Betul. Semua itu hanya bisa kamu temukan di Pidie, sebuah kabupaten di Provinsi Aceh yang kaya akan kulinernya. Berbicara kuliner yang ada di Kabupaten Pidie tentu tidak akan ada habisnya. Beberapa diantaranya sudah saya sebutkan dan saya deskripsikan di postingan saya sebelumnya. Bagi yang belum baca, bisa klik DISINI

Tentu masih ada berjuta kuliner lain di Pidie yang harus diicip. Bagi kamu yang mengaku kaki kuliner, maka Pidie adalah tempat yang sesuai untuk kamu singgahi. 

Nah, pada postingan kali ini, saya akan memperkenalkan salah satu penganan khas Pidie yang jadi incaran warga setiap harinya. Rasanya manis, teksturnya legit dan lembut, berwarna kuning, digulung sebesar jari telunjuk (atau bisa jadi lebih besar), apalagi kalau bukan Adee Kembang Tanjong atau nama lainnya Adee Ie Leubeu, salah satu penganan lokal rasa internasional.

Kenapa disebut Adee Kembang Tanjong? 


Ya, sesuai dengan namanya, kue ini hanya diproduksi di satu kecamatan di daerah pesisir Pidie yaitu Kecamatan Kembang Tanjong. Tidak heran pada bulan Ramadhan Pasar Kecamatan disini akan ramai dikunjungi setiap harinya (menjelang buka puasa). Tidak hanya warga tempatan, warga dari kecamatan lain pun datang demi mendapatkan kue ini sebagai takjil berbuka puasa.

Adee ini dijual per paket kecil. Satu paket kecil berisi 10 gulung Adee. Harganya juga terjangkau, cukup membayar Rp. 5.000,- kamu sudah bisa menikmati kelezatan Adee Kembang Tanjong ini. Murah sekali, bukan? 'Sekali makan bikin ketagihan', mungkin itu slogan yang tepat untuk kue ini. 

Uniknya...


Well, memang ada banyak jenis kue Adee di Pidie dengan beragam warna. Ada yang berwarna kuning tipis dan lebar dengan taburan bawang goreng diatasnya, ada juga yang berwarna putih. Nah, apa yang membuat Adee Kembang Tanjong ini unik? Selain dari bentuknya yang digulung kecil-kecil, ternyata cara memakannya juga bervariasai.

Bagi mereka yang suka makanan manis-manis, Adee ini bisa dimakan begitu saya dengan secangkir teh hangat. Bagi mereka yang kurang suka rasa manis, Adee ini bisa dimakan sekaligus dengan Payeh (Pulut Bakar_Red). Gimana? Atau tertarik untuk mencoba kedua-dua caranya? Tidak hanya di pasar kecamatan, Adee ini juga dijual di banyak Keudee Kupi (Warung Kopi) di seputaran Kembang Tanjong. Jadi mudah sekali mendapatkannya.


Hanya dijual di pasar kecamatan saja


Tapi sayang sekali, pasaran kue seenak ini hanya terbatas diseputaran Kembang Tanjong saja. Mudah bagi warga lokal untuk mendapatkannya, namun agak terkendala bagi mereka yang berasal dari luar kecamatan Kembang Tanjong. Saya pribadi yang berdomisili diseputaran kota Sigli merasa direpotkan untuk bisa menikmati kue ini karena tempatnya yang lumayan jauh.

Bagaimana seharusnya kue ini dipasarkan? 


Saya sempat berdisukusi dengan beberapa teman tentang perkembangan pemasaran kue ini. Jadi, semua orang peminat kue ini bisa mendapatkannya dengan mudah. Dengan mudahnya akses, maka omset penjualan meningkat. Ini sangat menguntungkan bagi mereka para penjual.

Belajar dari Adee Meureudu yang dijual sepanjang jalan Banda Aceh-Medan, penjual bisa mendapat omset tinggi setiap hari. Ini dikarenakan tempat pemasarannya lebih strategis sehingga ramai pembeli dari luar daerah yang singgah untuk membeli. Saya kemudian bertanya, kenapa Adee Kembang Tanjong ini tidak dipasarkan di gerai-gerai seperti itu? Kenapa kue ini tidak dijual di supermarket-supermarket atau toko-toko kue di Kota Sigli?

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mempromosi Adee Kembang Tanjong adalah dengan mengikutsertakan kue ini pada event-event pariwisata atau kuliner baik tingkat nasional maupun internasional. Apalagi sekarang Aceh dinobatkan sebagai salah satu destinasi wisata halal 2017, maka ini merupakan kesempatan besar bagi pemerintah Pidie untuk memperkenalkan Adee Kembang Tanjong keluar dari tempurungnya. Tentu pemerintah setempat, pemerintah pusat dan warga pembuat kue ini dapat bekerjasama untuk membangun ekonomi yang lebih baik.

Sayang sekali kalau penganan selezat ini hanya dinikmati orang lokal yang memang sudah hafal rasanya. Bagaimana kalau pemerintah juga mengajak orang luar bahkan turis mancanegara merasakan kenikmatannya? Pasti banyak sekali manfaat yang akan diterima baik warga maupun pemerintah kedepannya.

Inovasi rasa Adee Kembang Tanjong


Selanjutnya, saya juga sempat berfikir untuk menginovasi rasa kue Adee Kembang Tanjong ini tanpa mengurangi orisinalitas rasanya. Bagaimana kalau Adee ini diproduksi dengan kombinasi berbagai rasa seperti selai asoekaya (srikaya) atau selai coklat. Ini juga bisa menjadi nilai tambahnya. Hanya saja, rasa asli Adee ini juga harus tetap dipertahankan. Tidak ada salahnya bereksperimen, bukan?


Kesimpulan

Pidie adalah daerah yang kaya akan kulinernya. Tentu kuliner yang ditawarkan oleh Pidie sangat enak dan lezat. Adee Kembang Tanjong adalah salah satu dari sekian banyak penganan khas Pidie yang bisa mencuri selera. Tidak heran, orang lokal dari kecamatan lain pun ikut berburu Adee Kembang Tanjong sebagai takjilan berbuka puasa. Demi memperkenalkan kue ini ke luar daerah bahkan tingkat internasional, perlu adanya campur tangan pemerintah dalam mempromosikannya. Membantu penjual kue ini untuk memasarkannya di supermarket, mengikutsertakan dalam acara-acara kuliner bertaraf nasional dan internasional, dan juga bereksperimen untuk menginovasi rasanya. 

Nah, tertarik untuk mencoba kue ini? Datang dan berkunjunglah ke Kabupaten Pidie. Kamu pasti akan disambut dngan ramah oleh penduduk lokal. Dan jangan lupa merasakan kelezatan Adee Kembang Tanjong, ya. Legit, rasa selangit. 

Tabik

Jasmi

30 comments:

Ed Sheeran Bakal Gelar Konser di Bangkok

Friday, June 09, 2017 Jasmi Bakri 27 Comments

Source: Fans Page Ed Sheeran Thailand
Siapa sih yang gak kenal Ed Sheeran? Penyanyi asal Inggris yang terkenal dengan lagu Thinking Out Loud yang menang Grammy Awards 2016 dengan 2 kategori sekaligus; Best Pop Solo Performance dan Song of the Year

Lagu Photograph nya juga booming banget. Dan sekarang lagi hot-hot nya lagu Shape of You dan Castle on the Hill. Banyak lagi lagu lain yang keren-keren dan easy listening banget yang selalu nangkring di playlist saya. 

Terus ada apa denga Ed Sheeran? Iya, dia bakal bikin Asia Tour Concert November 2017 mendatang. Kota-kota di Asia yang akan didatangi Ed Sheeran antara lain Taipei, Osaka, Seoul, Tokyo, Hong Kong, Manila, Jakarta, Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Mumbai, dan Dubai.


Di Bangkok sendiri, Ed Sheeran akan menggelar konser 16 November 2017 mendatang di Impact Arena, Muang Thong Thani, Nonthaburi. Penjualan tiketnya akan dibuka mulai 1 Juli 2017 jam 10 pagi Bangkok Time. So, save the date ya. Jangan sampai kelewatan. Nabung terus dari sekarang.

Nah, untuk harga tiketnya dibuka mulai harga 1.800 Bath. Kalau mau cek harga tiket dan pembelian tiket secara online, bisa kllik DISINI. Katanya sih ini konser pertamanya Ed Sheeran di Thailand. Yeay!!!
Source: https://goo.gl/xMZE82
Untuk Jakarta sendiri belum ada kepastian tanggal berapa Ed Sheeran akan menggelar konser. Nanti akan diumumkan kembali tanggal fix nya. Ed Sheeran akan tampil di Indoor Stadium Singapura pada tanggal 11 November 2017 dan di Axiata Arena Bukit jalil Kuala Lumpur pada tanggal 14 November 2017. Katanya sih setelah melakukan konser di Malaysia, Ed Sheeran akan melanjutkan tournya ke Dubai. 

Merujuk pengalaman konser ColdPlay April 2017 lalu, banyak juga temen-temen dari Indonesia datang ke Bangkok dengan alasan harga tiket konser lebih murah (kalau di convert ke Rupiah) dan sekalian jalan-jalan katanya. Wah, saya gak sempat nonton ColdPlay kemarin karena keburu habis tiketnya. Padahal dari tempat saya ke Bangkok bisa naik kereta api gratis lho. Tapi ya gitu, perjalanannya 16 jam. hahaha


So, gak tau bakal nonton Ed Sheeran atau gak. Kalau ada yang ngajakin atau bahkan traktirin tiketnya, saya sih hayuk aja. hahaha




27 comments:

5 Pantai Eksotis yang Bisa Kamu Temukan di Anyer

Thursday, June 08, 2017 Jasmi Bakri 20 Comments

Sebagai salah seorang yang mengaku dirinya sebagai beach lover, saya suka banget survey tempat-tempat wisata yang memiliki pantai menarik dan eksotis. Pantai akan selalu jadi pilihan pertama saya sebagai tujuan kalau lagi pengen liburan. Setelah penat bekerja dalam jangka waktu tertentu, jenuh dengan suasana kantor yang gitu-gitu aja, terus ketemu pantai dengan panorama yang indah, seeeerrrrr, hilang lah sudah kepenatan dan kejenuhan itu. B.E.A.C.H = Best Escape Anyone Can Have gitu katanya. 

Anyer. Tetiba saya teringat salah satu destinasi wisata favorit di ujung barat Pulau Jawa ini. Sudah lama Anyer nangkring di bucket list saya. Tapi entah kapan tereksekusinya. ^^ Siapa yang nggak kenal Anyer? Karena indahnya deretan pantainya, Anyer menginspirasi banyak pihak untuk membangun hotel disana. Kenapa? Ya, agar para pengunjung punya banyak pilihan untuk menginap dan beristirahat dengan pemandangan langsung menghadap pantai. Wow. 

Apa yang suka dari Anyer? Kenapa Anyer bisa nangkring di bucket list saya? Karena kemupengan saya ngeliat teman-teman udah pada plesiran kesana, ditambah foto-foto postingan di Instagram mereka yang kece, plus survey-survey ada pantai apa aja disana, maka saya pun jatuh cinta. Ternyata, Anyer nggak kalah dari Bali. Pantai-pantai nya juga mampu menawarkan pemandangan sunset yang eksotis. 

Yuk, simak pantai mana aja yang mau saya datangi nanti saat ke Anyer.

Pantai Florida

Source: Pexels
Dibandingkan dengan mayoritas pantai yang ada di Anyer, Pantai Florida memiliki hamparan pasir putih yang cenderung lebih luas. Ditambah dengan jernihnya air laut berwarna biru, perpaduan itu menciptakan pemandangan yang menyegarkan mata kamu.

Di sepanjang pesisir pantai terdapat saung-saung yang disewakan untuk para pengunjung. Kalau nggak mau menyewa juga nggak apa-apa, gelar aja tikar di bawah pohon-pohon rindang. So, kamu bisa tetap menikmati deburan ombak tanpa harus kepanasan. Atau gelar aja lazybag kamu biar kekinian. ^^

Dan ternyata, Pantai Florida cocok menjadi destinasi liburan ramah anak-anak karena karakteristiknya yang landai dan nyaris nggak berkarang. Cocok banget untuk bikin acara Family Gathering disini. 

Pantai Sambolo

Jika ingin melakukan aktivitas air, maka Pantai Sambolo adalah tempatnya. Di sini, kamu bisa snorkeling, parasailing, jet ski, menaiki speed boat, donat boat, boogy board, dan ATV. Katanya harga tiketnya murah meriah banget, sekitar Rp. 5.000,- sampai Rp. 25.000,-. Wah, pengen banget main jet ski dan parasailing


Katanya jumlah pengunjung di Pantai Sambolo belum terlalu banyak, jadi suasananya cenderung tenang. Sesuai buat saya yang nggak suka keramaian. Jadi saya bisa puas menikmati beningnya laut disana. Serasa private island gitu ya. hahaha.. 

Untuk bisa masuk ke Pantai Sambolo, kamu harus membayar harga tiket masuk yang jumlahnya beragam, mulai dari Rp. 5.000,- hingga Rp. 50.000,-. Okay, noted! Sudah saya masukkan dalam anggaran. 

Yang mau snorkeling, jangan lupa baca tips-tips snorkeling disini

Pantai Marbella

Pantai satu ini dinamakan Marbella karena lokasinya berada persis di depan Hotel Marbella, salah satu hotel di Anyer yang cukup jadi incaran para pengunjung. Jadi, kalau nginep di Hotel Marbella, kamu bisa jalan kaki aja ke pantai ini kapanpun yang kamu mau. Eits, nggak usah bingung. kalau memang berminat, booking aja secara online melalui Traveloka biar kamu bisa pastiin ada kamar yang tersedia atau nggak. Favorit saya nih booking hotel dari Traveloka kalau liburan. 

Apalagi kalau kamu berencana berlibur saat peak season, wah bisa-bisa nggak kebagian kamar di Hotel Marbella ini. Hotel-hotel lain juga bakalan penuh, pantainya juga akan ramai pengunjung. Hmmm, #think hard!

Di Pantai Marbella, kamu bisa bersantai di salah satu saung yang berjejer di sepanjang pesisirnya. Sambil menikmati sejuknya angin laut, jangan lupa mencoba wisata kuliner berupa olahan seafood dan es kelapa hijau.

Pantai Karang Bolong

Source: commons.wikimedia.org
Di sekitar pantai, terdapat sebuah karang besar yang berlubang. Itulah kenapa pantai ini disebut dengan nama Pantai Karang Bolong. Menurut perkiraan para ahli, lubang tersebut terbentuk karena adanya pengikisan air laut dalam waktu panjang. Tapi, ada juga yang bilang bahwa munculnya lubang tersebut disebabkan oleh letusan Gunung Krakatau. Entah mana yang benar, tapi yang jelas Pantai Karang Bolong menyajikan pemandangan yang menakjubkan berkat banyaknya batu karang di sekitar. Selain main perahu atau banana boat, kamu juga bisa trekking ke puncak karang agar bisa lebih jelas menyaksikan pemandangan Gunung Anak Krakatau dari kejauhan. 

Menarik banget kan. Mupeng nggak? Saya bukan orang yang kuat diajak mendaki, tapi saya bakal cobain manjat tuh karang. lol!

Pantai Marina

Selain Pantai Sambolo, kamu juga bisa datang ke Pantai Marina jika ingin melakukan aktivitas air. Bahkan sepertinya pilihannya lebih banyak dari yang ada di Pantai Sambolo. Keunggulan lain yang dimiliki oleh Pantai Marina adalah cukup lengkapnya akomodasi yang tersedia, mulai dari hotel di Anyer, villa, hingga resort. Jadi, jika ingin menginap, kamu bisa dengan mudah memilih yang sesuai dengan kondisi keuangan. Fasilitas yang disediakan di Pantai Marina pun cukup lengkap, seperti area parkir kendaraan, mushola, kamar mandi, warung makanan, hingga tempat istirahat.

Selain kelima pantai di atas, sebetulnya Anyer juga dikelilingi oleh gugusan pulau-pulau dengan pemandangan yang cukup menakjubkan. Beberapa di antaranya adalah Pulau Merak Besar dan Merak Kecil, Pulau Umang, serta Pulau Sangiang. Kamu bisa mendatangi pulau-pulau ini dengan menyewa perahu motor atau mengikuti paket travel yang ditawarkan pihak-pihak tertentu.

Namun, jika ingin puas menjelajahi seluruh area di Anyer, terutama untuk merilekskan diri di seluruh pantainya, sebaiknya kamu menginap di salah satu hotel di Anyer. Mulai dari yang murah meriah hingga resort bintang lima, semua tersedia di sana. Dengan begitu, liburanmu di Anyer bisa benar-benar maksimal.

So, what are you waiting for? Ayo kita khemon. 

20 comments:

6 Hal yang Harus Kamu Lakukan di Koh Lipe, Thailand

Wednesday, June 07, 2017 Jasmi Bakri 18 Comments


Untuk kamu yang ngaku nya kaki jalan a.k.a traveler, kamu harus tau Koh Lipe. Koh lipe adalah pulau yang indah banget di Thailand bagian selatan yang terletak di provinsi Satun. Airnya jernih dengan warna hijau serta biru bikin pantai di Koh Lipe ini sangat asik dikunjungi. Makanya tidak heran, ia disebut Maldives of Thailand.

(Baca juga: 6 Fakta Unik Tentang Thailand yang Mungkin Kamu Belum Tau)

Koh Lipe juga disebut pulau sejuta anjing. Kamu akan beramah tamah dengan anjing yang mesra kayak pengen kenalan dengan kamu. Gak heran kalau anjing bakal ikut nimbrung disebelah kamu saat kamu lagi berjemur atau berbaring di pantai. Dan juga jangan kaget kalau liat anjing disana pada pinter berenang. ^^

Nah, kalau lagi liburan, kamu pasti akan ngelakuin hal-hal menarik ditempat itu, kan? Tentu kamu mau menabung banyak kenangan manis selama liburan. Bagi kamu yang memang pengen dan sudah memasukkan Koh Lipe dalam bucket list, ini saya bagi beberapa hal yang asik yang bisa kamu lakukan di Koh Lipe Thailand.

P.s: Sebagian foto diartikel ini diambil dari sumber lain dikarenakan dokumentasi pribadi ikut karam bersama tenggelamnya handphone semata wayang. Baca kisahnya disini.

1. Memburu Sunrise dan Sunset

Ada 3 pantai di Koh Lipe ini. Pattaya Beach, Sunrise Beach dan Sunset Beach. Di Pattaya Beach kamu bisa mandi di bibir pantai dengan air yang jernih banget dan ada ikannya juga. Di Sunrise Beach, sesuai namanya, kamu bisa hunting sunrise yang keren banget spot nya.

A post shared by Brian Crawford Photography (@briancrawfordphotography) on

Kalau kamu menginap diseputaran Pattaya Beach, kamu bisa naik becak atau tuk-tuk dengan harga 50 Bath per orang untuk ke Sunrise Beach. atau kamu bisa jalan kaki sekitar 15-20 menit. Sama halnya di Sunset Beach, kamu bisa menikmati matahari terbenam dengan ditemani air kelapa muda.

2. Menginap di Hotel atau Bungalow dengan Sea View



P.s: Abaikan captionnya. 

Ada banyak hotel di Koh Lipe. Harganya juga bervariasi tergantung fasilitas (kipas angin atau AC) yang ditawarkan antara 1500 - 3500 Bath. Tentu menginap di hotel dengan sea view sangat menarik. Bungalow juga ada di sepanjang bibir pantai. Tentu sangat menyenangkan kan? But don't worry. Kalau kamu merasa bajet kamu kurang, kamu bisa menginap di hotel dengan bajet 800 - 1500 Bath di sepanjang Walking Street.

3. Island Hopping dan Snorkeling



Kalau jalan-jalan ke pantai, pasti lah island hopping dan snorkeling jadi aktifitas utama disana. Well, snorkeling di Koh Lipe memang asik banget. Kamu bisa reuni sama Nemo dan Dory. Eits, gak cuma itu aja ya, di spot-spot snorkeling di Koh Lipe (seperti di Koh Lugoi) ada juga hard coral yang indah banget. And please check tips-tips untuk snorkeling disini.



4. Makan di Seafood Buffet

Udangnya manis banget. Masakan kepiting nya juga maknyus sekali.

Dipilih aja, mau ikan yang mana?
Jangan tanya kesegaran seafood yang dijual di Koh Lipe ini. Pasti bikin kamu ngiler. Harga seafood yang kamu beli tentu mengikuti size dan juga beratnya. Semakin besar size atau beratnya, semakin mahal pula harganya.

Tapi kamu gak perlu bingung. Disana ada restoran buffet khusus seafood dan berlabel halal. Cukup membayar 490 Bath aja, kamu sudah bisa makan berbagai menu seafood di meja buffet. Kamu juga bisa pilih sendiri udang, cumi-cumi, ikan dan kerang untuk di bakar dan di cocol dengan saus chili yang enak. Dalam waktu 1.5 jam kamu bisa makan apapun yang kamu mau. Kamu bisa nambah porsi sepuasnya. Tapi ingat, harus dihabisin ya. Jangan sampai mubazir. Wah, asik kan? Pengen nyobain gak?

(Baca: 5 Rekomendasi Restoran Halal di Bangkok, Thailand)

5. Menulusuri Walking Street



Welcome welcome. Mari mampir

Coconut Ice Cream nya bikin ketagihan
Saat liburan di Koh Lipe, kamu juga wajib jalan-jalan cari makan diseputaran Walking Street. Ada banyak restoran dan juga berbagai jenis makanan dijual disini. Eits, gak cuma itu aja, 7eleven juga ada dan buka 24 jam lho disana. Bahkan klinik kesehatan dan apotek juga ada disana. ATM ada gak? Ada dong. Lengkap banget deh pokoknya. Walking Street ini rame nya waktu sore menjelang tengah malam. Bar-bar dengan live DJ juga banyak disana. So, selamat mengeksplor Walking Street ya. Jangan lupa kalau posting gambar di Instagram, mention saya juga ya. hahaha.. Maunya..

Somewhere at Walking Street

6. Thai Massage


Seperti dikawasan wisata Thailand lainnya, Thai Massage, Foot Massage atau Oil Massage memang jadi andalan income negara ini. Kamu juga bisa menjumpai Thai massage disepanjang Walking Street. Setelah seharian island hopping dan snorkeling, ditambah kaki pegel-pegel karena jalan-jalan disepanjang Walking Street, maka Thai massage atau foot massage jadi relaksasi yang paling tepat untuk merecharge energi.

Nah, itu dia beberapa hal yang harus kamu lakukan saat liburan ke Koh Lipe, Thailand. Kamu gak mau kan melewatkan kesempatan liburan kamu dengan gak melakukan hal-hal seseru ini. Semoga liburanmu menyenangkan.

18 comments:

Ramadhan Log #3: Mix and Match Sweet Navy

Tuesday, June 06, 2017 Jasmi Bakri 2 Comments

Lanjut lagi ya Ramadhan log nya. Ramadhan #3 bertepatan dengan hari Senin, 29 Mei 2017. Wah, saya kayak maraton nulis diary ya ni. Mbok ya maraton tadarus kek. Kejar sampai khatam. Ini malah nulis yang orang juga males bacanya. hihihi

Lha, gak apa-apa deh ya. Kalian para Jasmi Lovers, sabar-sabar aja lah ya.

Oke baiklah, kali ini mari berbicara soal fashion. Terus terang saya bukan pegiat fashion. Penampilan saya cuma biasa aja pakai kaos atau kemeja sehari-harinya. make up pun jarang.




Tapi gak tau kenapa kok pengen tampil beda aja ke kantor hari Senin itu. Saya pun coba mix and match apa yang ada dalam lemari. Jujur sebenarnya saya lumayan bosan pakai baju serba hitam atau hitam putih atau abu-abu ke kantor. Lha, kenapa gitu? Kan saya setahun harus pakai pakaian dengan warna gitu.

Kenapa? Baca disini deh.

Baca juga:

Ramadhan Log #1: Selamat Berpuasa
Ramadhan Log #2: What Was I Doing? Finishing The Alchemist?

So, hari itu saya pakai dalaman motif stripe vertikal berwarna navy putih berbahan sifon yang panjangnya selutut. Baju ini udah saya pakai jadi piyama karena adem-adem gitu. Nyaman dibawa tidur. Udah jadi daster lah gitu.

Daleman dan belt ala-ala. Dok: Pribadi
Karena kegedean, dalamannya saya tambah aksesoris belt ala-ala yang dibelakangnya saya pin pakai peniti. Jadi bajunya kelihatan fit di badan saya.

Untuk outer nya saya pakai cardigan yang panjangnya selutut juga berwarna navy. Senada dengan dalaman.

Cardigan navy. Dok: Pribadi
Atasan nya saya padu padankan dengan celana dan kerudung berwarna navy. Harusnya lebih keren kalau dipadu dengan celana berwarna putih atau kerudung berwarna putih juga. Tapi saya gak punya. Hiks.

Abaikan size double XL. hahaha. Dok: Pribadi
Wah, saya ngerasa tampil beda sekali hari itu. Saya rasa saya kok jadi lebih cantik dan rapi, gak selengean kayak biasanya. hahaha..

Saya juga curiga jangan-jangan ini bukan saya. #lho gimana nih.

Nah, gitu dulu cerita outif of that day versi Jasmi. Semoga gak nyesel bacanya ya. lol!

2 comments:

Ramadhan Log #2: What Was I Doing? Finishing The Alchemist?

Tuesday, June 06, 2017 Jasmi Bakri 0 Comments

Assalamu'alaikum Jasmi Lovers. Jumpa lagi di Ramadhan Log hari kedua yang ditulis di hari kesebelas. Apa-apaan ini. Udah basi. Ah, gak apa-apa lah ya. Saya cuma mau melengkapi log untuk 30 hari. hahaha..

Ketauan kan, liat judulnya aja udah tau yang kalau si penulis ini lupa dia ngapain aja hari Minggu itu. Gak tau kenapa akhir-akhir ini kok gampang banget lupanya ya. Hmmm, gak mungkin karna faktor umur, eykeu kan masih muda. wkwkwkwk.. Gak sadar diri amat ya.

Kayaknya hari Ramadhan #2 saya cuma mager dan stand by dirumah aja deh. Istirahat gitu. Kan udah capek-capek ngikut seminar Ramadhan #1 nya.

Baca disini deh cerita saya hari pertama puasa biar nyambung. Baca juga cerita saya kenapa jadi jarang nulis disini.

Saya udah pernah baca sih The Alchemist versi Bahasa Indonesia. Terus ketemu yang versi English waktu jalan-jalan ke toko buku Popular di Wangsa Walk Mall Malaysia. Harganya lumayan mahal juga untuk ukuran buku lama. Tapi karena penasaran gaya bahasa tulisan dalam Bahasa Inggris, ya saya beli aja.

Ternyata asik juga bacanya. Ringan banget bahasanya. Dibandingkan dengan novel The Abundance of Katherines yang ditulis John Green, saya lebih prefer baca novelnya Paulo Coelho. Tulisan John Green agak berat untuk saya. Jarang baca novel berbahasa Inggris sih yak. hahaha..

Sumber: Google
The Alchemist ini novel yang udah lama banget kata Wikipedia. First published nya aja tahun 1988. Saya aja belum lahir tahun segitu. Novel ini aslinya ditulis dalam bahasa Portugis dan diterjemahkan kedalam 70 bahasa di dunia. Novel ini juga masuk dalam kategori International Bestseller Phenomenon.

Konon katanya novel ini sangat berpengaruh pada perubahan hidup pembacanya. Novel ini mengulas hal yang terjadi sehari-hari. Dilema yang dialami banyak orang, meraih mimpi, percintaan, dan membuat keputusan.

varian cover The Alchemist. Sumber: alitarimbawa.files.wordpress.com
Novel ini menceritakan seorang pengembala domba bernama Santiago dari Andalusia yang meninggalkan kotanya untuk meraih mimpinya. Perjalanan ini dilakukan karena sebelumnya dia ketemu sama 'Mama Lauren' a.k.a Fortune Teller a.k.a ahli nujum untuk mencari tau arti mimpinya. (Saya lupa mimpinya seperti apa).

Sebenarnya ahli nujum ini kesulitan menafsirkan mimpi si pengembala. Hanya saja, dia mengatakan bahwa si pengembala akan menemukan harta karun di Piramid Mesir. Awalnya dia ragu-ragu, tapi akhirnya mantap untuk mengembara setelah ketemu seorang kakek tua yang mengaku sebagai Raja Salem menyemangatinya. Kata Sang Raja, 'when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it'. Kata-kata inilah yang dipegang si pengembala selama perjalanannya.

Varian cover The Alchemist. Sumber: Google
Dalam kembaraannya juga, dia bertemu seorang gadis Arab bernama Fatima dan jatuh cinta. Si pengembala gak mau melanjutkan perjalanannya, karna pengen kawin sama Fatima. Tapi justru Fatima bilang, 'Kembalilah padaku saat kamu sudah mendapatkan harta karunmu', gitu kira-kira. Si pengembala jadi dilema. Satu sisi dia gak mau melepaskan Fatima, disisi lain dia juga ada mimpi besar yang harus dikejar. Fatima juga bilang, "Orang dicintai karena dia memang dicintai. Tak perlu alasan untuk mencintai."

Dari scene yang ini bisa diambil satu pelajaran bahwa
Untuk mendapatkan sesuatu yang berharga, harus ada sesuatu yang dikorbankan. 
Disini, si pengembala mengorbankan Fatima demi harta karunnya.

Dari cerita ini juga saya tau kalau di daerah oasis gurun pasir, lelaki gak boleh bertanya atau berbicara dengan perempuan yang memakai jubah hitam dan memakai cadar. Mereka itu sudah menikah. Nih, poin multiculture nya ada disini. Ooo ternyata gitu. Saya baru tau.

Dalam perjalanannya, si pengembala bertemu dengan seorang Englishman yang menceritakan tujuannya datang ke Mesir adalah untuk mencari dan menjadi The Alchemist. Kemudian mereka melakukan perjalanan bersama.

Nah, sebenarnya apa sih Alchemist itu? Penjelasannya silakan baca disini.


Yet, overall novel ini adalah novel spiritual yang bagus sekali untuk dibaca. Kata-katanya powerful banget. Diantaranya yang saya ingat:

The secret of life, though, is to fall seven times and to get up eight times. 
Ini penyemangat buat kita saat jatuh, harus bangkit lagi. Jangan mudah menyerah.

There is only one way to learn. It's through action. 
Nah lho, talk less do more. Kayak kata pepatah 'Ceritakan padaku, maka aku akan lupa. Ajarkan aku, mungkin aku mengingatnya. Libatkanlah aku, maka aku akan belajar'.

Why should you listen to your heart? Because you will never be able to escape from it. 
Jadi, dengarlah kata hati. Dan jangan lupa minta petunjuk Ilahi.

Sampai jumpa di Ramadhan Log #3.

0 comments:

Ramadhan Log #1: Selamat Berpuasa

Friday, June 02, 2017 Jasmi Bakri 12 Comments

Saya, mantan Dekan dan 2 mahasiswi yang presentasi di International Session
Assalamu'alaikum Jasmi Lovers yang baik budinya. Gimana puasanya? Oke gak? Lancar dong kan ya? Mudah-mudahan bulan Ramadhan tahun ini lebih nikmat dari Ramadhan sebelumnya. Aamiin allahumma aamiin.

Well, mungkin ini memang postingan yang terlambat banget ya. Ya iyalah, udah seminggu puasa, malah baru mau publish Ramadhan Log hari pertama. hihihi.

Ini juga syukur alhamdulillah nemu inspirasi dari temen blogger sebut saja namanya Andi Nugraha yang mana beliau pada tahun 2016 lalu nulis entry dengan tema Diary Ramadhan lengkap 30 hari. Ayo, monggo yang mau kenalan sama beliau, klik aja namanya. Terima kasih ya mas bro. Melalui blog kamu, bohlam jadi muncul dikepala saya. Wkwkwkwk.

Nah, sebelum cuit-cuit pasal Ramadhan Log #1, udah pada tau dong ya Mood menulis saya lagi libur. Kalau belum tau, klik disini deh. Jadi, apakah si Mood sudah balik? Belum. Dia mah gak akan balik sebelum dapat laptop baru. Huft!

Mbak-mbak staff yang kece membahana
Tapi dia masih berbaik hati ngirim kawannya si Mood Pengen Produktif Sambil Nunggu Jam Balik Kerja untuk nemenin saya nulis. Itu tuh, si Mood yang kemarin tiba-tiba datang ngasih salam ke saya.

Oke baiklah, ternyata sambutan 1 Ramadhan di Thailand sama saja seperti di Indonesia, yaitu hari Sabtu tanggal 27 Mei 2017. Ini tahun kedua saya berpuasa di negara dengan julukan gajah Putih ini. Apakah saya sudah terbiasa dengan suasananya? Ya, gitu deh.

Terbiasa sih, tapi masih aja baper menjelang buka puasa. Galau mau beli takjil apa, lha memang gak ada yang jualan takjil kelleus. hahaha. Paling mbikin Onde-Onde alias Boh Rorom (bahasa Aceh_red_) a.k.a Kue Klepon sendiri.

Wah ternyata, Ramadhan pertama itu bertepatan dengan hari pertama saya *sensor*, biasa lah cewek. Udah gak usah dibahas. Lagi pun hari Sabtu itu tuh ada seminar dikampus. Seminar untuk mahasiswa tingkat akhir mempresentasikan hasil penelitiannya. Kan udah pada mau lulus mereka.

Para juri di ruang International Session
Jadi, saya bisa makan dong pas coffee break dan makan siang. Yippie. Kan banyak juga mahasiswa yang muslim dikampus saya bekerja. Jadi demi menghormati yang puasa, saya makannya ditempat yang agak tertutup.
Snack Coffee Break. Mayan bisa diterima lidah lah
Bahkan mantan wakil dekan sempat aware ini kan puasa, lho kok si Jasmi makan sih.

"Sorry, Jasmi. If I'm not mistaken, today is the first day of Ramadhan, isn't it? I'm wondering whether you've already known it or not."

"Yes, Sir. I know it."

"Hmmm, but why you [buat gerakan makan]?"

"I'm on my period time, Sir." Saya coba jelaskan walau agak malu gitu ya. Astaghfirullah.

"Oh, I see. Then I'm wondering what you need to do if you don't fast?"

Kemudian mulailah saya menjelaskan yang bahwa nanti kudu di ganti puasanya a.k.a di qadha.

Lama juga kami diskusinya. Mulai dari berapa jam saya harus menahan haus dan lapar, apa esensi berpuasa itu sendiri (kurang lebih mengapa muslim harus puasa termasuk amalan baik apa saja yang harus dilakukan), sampai suka duka berpuasa di negeri siam ini.

"I'll not eat or drink from about 4.40 a.m until 6.30 p.m"

"That's good, huh. You can rest your gastric. And you can be a lil bit slim" kata pak prof.

Saya aminin aja ya kan, kapan lagi saya di doakan kurus kayak gini sama orang besar. hahaha.

"Actually you not only hold yourself from eating and drinking but you also need to hold yourself from negativity. No gossip, no hatred sound. Just do every kindness as often as possible because our God grant a big reward for that." Saya jelaskan dengan sedikit bekal ilmu saya yang saya punya. Ah, saya jadi merasa malu dan harus banyak belajar agar mampu menjelaskan lebih detail.

Penampakan bapak mantan Dekan. Kek iklan pasta gigi ya. Ups!!
"Don't worry, Sir. I'm used to fast far away from my family since I studied my master degree." Saya jawab gitu pas beliau menyampaikan simpati kalau-kalau saya gak asik puasanya sendirian.

Yah, gitu deh kira-kira diskusinya. Beliau antusias sekali mendengar dan bertanya sampai-sampai saya mulai khawatir gimana kalau saya gak bisa jawab.

'Makanya dulu kalau disuruh ngaji jangan malah ke warnet buat online Friendster. Tuh, ilmu mu cetek banget', gitu lah kutuk saya untuk diri saya sendiri waktu itu. 

Saya Jasmi author The Amazing Me, serta mewakili Addict Travel & Tours mengucapkan selamat berpuasa bagi kawan-kawan yang menjalankannya. Semoga ibadah puasa kita kali ini lebih baik dan lebih berkah. Gak peduli dimana pun, mau di kampung halaman, mau di perantauan, yang penting tekad memperbaiki diri itu harus ada.

Wassalam.. Sampai jumpa di postingan selanjutnya.


12 comments:

Wah, Asiknya Libur Panjang

Thursday, June 01, 2017 Jasmi Bakri 8 Comments

Baca judulnya kok kayak WOW banget ya? Siapa yang libur panjang? Jasmi?

Oh, tentu saja tidak.

Habis siapa dong?

Itu, si Mood menulis lagi asik-asik nya libur panjang dia. Udah sebulanan liburan, tapi belum balik juga.

Saya curiga, jangan-jangan si Mood menulis mau minggat dari lubuk hati saya yang terdalam. #Eh gimana sih ini.

Kalau page view blog saya turun drastis, kalau kawan-kawan blogger lain mulai melupakan saya yang ceriwis, itu bukan salah saya. Tidak, saya gak mau disalahkan atas ketidak-menulisan saya di blog akhir-akhir ini.
Tolong jangan lupakan saya. Apalah saya tanpa kalian semua. Hiks.
Ini murni salah si Mood yang gak balik-balik. Perasaan saya jadi gak enak. Jangan-jangan dia mau ngikut jejak Bang Toyib yang gak pulang 2 kali puasa, 2 kali lebaran.

Tentu ini gak bisa dibiarkan. Rugi dong domain dotcom saya kalau di tinggal selama itu. Makanya akhirnya saya paksa menulis. Pokoknya menulis. Tulis yang pokok-pokonya aja.

Apa pokoknya? Pokoknya, saya mau cerita kalau saya gak update blog itu karena si Mood belum balik lagi.

Kadang saya (S) iseng, mancing si Mood (M) biar datang lagi ke saya.

S: 'Lu balik dong, gue butuh lu nih'

M: 'Ogah ah, Lu nulisnya gak asik. Gue bosen sama lu'

S: 'Balik dong plis, habis lebaran kita beli laptop baru. Biar enakan kita nulisnya. Ya ya ya'

M: 'Kalo gitu, habis lebaran aja gue balik lagi ke lu'

S: 'Kok gitu si mood, materialistis banget deh'

M: 'Lu ngomongin gue apa ngomongin diri sendiri?'

S: *Bungkam, diam seribu bahasa kecuali bahasa kalbu*

Tunggu waktu dikiloin
Jadi, begitulah sodara-sodara kisah sedih saya di hari Kamis bertepatan dengan 6 Ramadhan 1438 H.

Saya kangen sama si Mood, tapi dia segitu teganya sama saya. Dia bosan diajak nulis dari laptop butut yang udah hampir jadi rongsokan. Padahal mah, kalau mau nulis ya nulis aja. Dasar si Mood.

Sssssttttt, gak baik ah ngomongin orang di belakang, kan lagi puasa. wkwkwkwk..

You see, saya nulis apa ini? Saya juga gak ngerti. Ini justru saya nulisnya pakai Mood yang lain. Pinjem dari tetangga. Mood pengen produktif sambil nunggu jam balik kerja.

Oke bye. Abaikan saja. Kalau sudah terlanjur baca, ya udah sekalian tinggalkan komentar nya ya.. lol

Selamat berpuasa kengkawan.


8 comments:

Katanya Kawan, Tapi Kok...

Friday, May 05, 2017 Jasmi Bakri 54 Comments


Sorry ya kalau hari ini saya mau nyampah. Curhat. Udah gak tahan sebenarnya. Curhatin di blog biar semua orang bisa ambil pelajaran.

First of all, saya mau bilang, saya ini bukan orang makmur. Walaupun kerja di luar negeri dengan gaji yang lumayan, tapi saya punya banyak tanggung jawab dengan uang yang saya cari.

'Tapi kamu kan punya bisnis travel, Jas?'

Memang betul. Gak salah lagi. Dan tau gak kalau Addict Tours itu juga baru dibangun pelan-pelan. Modalnya di puter-puter. Biaya tour bulan ini dipakai dari deposit tour bulan yang akan datang, sebelum kastemer melunaskan full paymentnya. Gitu-gitu aja seterusnya.

Dan lagian untung dari setiap paket perjalanan juga bukan jutaan. Tapi cuma seuprit yang bahkan gak bisa dijadiin talangan booking hotel atau apalah untuk trip yang lain lagi. Walau cuma seciput, kami tetap bersyukur karena jujur kami ngejalanin bisnis ini bukan untuk kaya, tapi untuk menyalurkan hobi.

Aamiinin deh. Semoga bisnisnya lancar dan besar.

Baca : Tips dan Trik Jalan-Jalan Murah di Siem Reap, Kamboja

Nah, awal tahun kemarin ada travel agent yang minta kerjasama dengan Addict Travel & Tours. Saya dan Mbak Didi oke-oke aja. Sekalian promosiin travel kami kan ya. Nah, travel agent ini adalah teman saya sendiri.

Udah ada beberapa trip dari dia yang di offer ke kami. Tapi selalu pembayaran biayanya gak sesuai due date. Kan kami pusing juga mau ambil duit dari mana ini untuk biaya operasional. Addict Tours sama sekali gak pegang duit (karena modal kita ya dari puter-puter duit tadi).

Yang bikin kesel tuh trip yang akan datang ini. Masih ada sisa payment sekitar 10 Jutaan. Tapi doi udah pakai duit itu untuk keperluan yang entah lah. Beneran mati akal deh mau gimana, nyari duit dimana untuk trip yang tinggal dua hari lagi.

Jelas, ngandelin gaji saya dulu juga bukan jalan keluar. Toh gitu gajian, saya harus terus transfer kesana sini termasuk bayar kosan dan cicilan motor. Gak punya saya duit segede itu untuk nalangin trip ini.


Jangan sementang-mentang kerjasama dengan kawan, kamu bisa bikin dia sesuka hati kamu. Itu gak amanah lho kategorinya. Kalau saya jahat, bisa aja besok saya tinggalin kastemer nya dipinggir jalan. Lha, mau gimana biaya operasionalnya macet.

Tapi saya dan Mbak Didi gak segitunya juga. Kami tetap jaga komitmen kami untuk melayani kastemer dengan baik. Make your adventures awesome itu bukan cuma sekedar slogan, tapi juga komitmen yang akan terus kami pegang. So, kami memang harus jaga kepercayaan dan kepuasan kastemer.

Baca : Shopping Menyambut Lebaran di Bandung

Baca juga : Honeymoon Bareng Addict Travel & Tours

Jadi kawan tuh harusnya ya bantu dong bisnis temen sendiri. Nyari duit itu gak gampang. Kalau emang mendesak perlu duit, mbok ya cerita dulu ke kita. Minta izin duitnya boleh dipakai sebentar ato gak.

Saya pribadi, kalau beli barang dari temen yang jualan juga jarang minta kurang (kecuali harganya memang mahal gak masuk akal). Bantu temen nyari duit. Mensupport.

Kan kalau kejadiannya kayak gini, kami juga akan susah percaya ke si temen. Bisa jadi kami gak mau kerjasama lagi. Padahal niat kami mau kerjasama dulu nya kan juga untuk bantu dia nyari duit.

Aduh, lelah banget Hayati.. Gak berhenti doa supaya bisa trip ini lancar jaya walau Mbak-Mbak CEO nya lagi pusing kepala. Ah, Allah pasti ada cara tersendiri untuk membantu kan ya. Asal niatan hati kita benar, lurus dan tulus.

Pesan moralnya adalah dalam berbisnis itu kudu menanamkan sifat-sifat Rasulullah. Salah satunya ya amanah. Amanah itu tanggung jawab yang besar lho. Bahkan Rasulullah bersabda

"Empat hal jika dia ada dalam dirimu, engkau tidak merugi walaupun kehilangan dunia, yaoitu menjaga amanah, berkata jujur, berakhlaq yang mulia dan menjaga makanan (dari yang haram)." (HR. Ahmad)
Amanah itu juga salah satu etika berbisnis dalam islam.

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu'anhu bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Seorang pedagang muslim yang jujur dan amanah (terpercaya) akan (dikumpulkan) bersama para nabi, orang-orang shiddiq dan orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat (nanti)"
Dengan menjaga amanah, komunikasi antar partner kerja dan juga kastemer akan lebih mesra, sama-sama merasa menghargai dan dihargai, serta terciptanya kepuasan berbisnis.

Saya dan Mbak Didi juga selalu merefleksi diri apakah kita sudah amanah atau belum. Maka disetiap trip selesai, kami akan memninta maaf atas sama kastemer atas segala kekurangan dalam pelayanan. Mana tau ada part-part tertentu yang membuat kastemer gak puas hati, kan kami jadi gak enak hati juga. Kami mah cuma manusia yang selalu bersusaha jadi lebih baik dan belajar dari kesalahan setiap trip.

P.s: Semoga ini bukan termasuk 'ngomongin orang dibelakang'. Toh, kami juga udah ngomong langsung ke dia menceritakan kondisi kami. Tapi pas tau duitnya udah terpakai, hancur hatiku berkeping-keping. :(

Semoga bisa mengambil pelajaran dari curhatan sampah saya. ^^



54 comments:

Hang Pasaipa, Hingaq-Hingaq Datang Rumah Kami

Wednesday, May 03, 2017 Jasmi Bakri 26 Comments

Source: https://lh3.googleusercontent.com/
Ada yang tanya itu maksud nya apa? Bahasa planet mana? Sebagian yang udah tau artinya apa, mungkin bertanya-tanya, ini Jasmi lagi kenapa? Kesurupan? Ngajak ribut?

Wait, tenang sodara-sodara. Biar saya jelaskan ya. 

First, itu adalah bahasa Malaysia logat utara. Wilayah Penang sampai ke Kedah itu adalah bagian utara Malaysia. Artinya 'Kamu kenapa, ribut-ribut datang kerumah saya?'. Kalau orang yang baru pertama kali dengar orang utara Malaysia ngomong, pasti akan sport jantung. Memang agak kasar, tapi sebenarnya bukan sedang memaki. 

Kayak orang Batak di Indonesia. Ngomongnya agak keras, tapi sebenarnya bukan lagi marah kok. 

Pernah dulu Mbak Didi hampir nangis ke saya pas baru telponan sama pihak transportasi di Medan. Biasa lah deal-dealan harga dengan agen travel gitu kan. Mbak Didi bilang, 'Kok gitu sih mereka ngomong nya, kayak kita gak serius aja mau kerjasama nya. Kasar banget gitu. Jadi males ih'. 

Source: http://assets.kompasiana.com/items/
Lha wajar Mbak Didi berpikiran gitu. Secara doi kan orang Malaysia. Jadi kurang paham sama karakter orang dari suku-suku yang ada di Indonesia. Terus dia lanjutin, 'Dulu pas deal dengan orang Bandung (orang Sunda) enak banget mereka ngomong nya. Halus. Sopan'.

Puas mendengar komplain nya Mbak Didi, saya merasa bertanggung jawab untuk menjelaskan yang bahwa memang karakter orang Medan (kebanyakan bersuku Batak) ya gitu. Intonasi mereka berbicara memang keras, tapi bukan berarti mereka sedang memaki-maki lawan bicara nya. Saya jelaskan lagi, tipikal orang Bandung (kebanyakan orang Sunda) memang lembut tata bicaranya. 

Source: http://3.bp.blogspot.com/
Sama halnya dengan orang Aceh (kampung saya tercinta). Nada bicara mereka juga keras dan suaranya juga agak kuat. Sulit membedakan, ini lagi ngomong atau lagi teriak. hahaha.. 

Itu dia, pentingnya mengetahui budaya dan bahasa suatu kaum. Agar kenapa? Agar kita gak misunderstanding. Kan gak lucu, bisa jadi berantem gara-gara kita gak ngerti karakter dan budaya suatu kaum.

Nah, gak usah panjang lebar lah ya saya jelasin teori 'intercultural person' a.k.a orang yang bisa berbaur dalam semua kalangan atau budaya. Bisa 6 SKS gak akan habis ngejelasinnya. 

Saya cuma mau bilang, agar bisa berbaur dengan benar dalam suatu komunitas yang berbeda background dengan kita, kita harus tau dulu budayanya, bahasanya, kebiasaannya, adat istiadatnya, pantang larangnya, dll sebagainya. Yah itu tadi, biar kita gak salah faham.

Contoh ya, pas pertama kali datang ke Thailand saya bingung kok orang pada 'Wai' (gerakan seperti salam sembah) waktu ngasih salam. Sedangkan saya jadi 'sangak' a.k.a bengong karena saya malah menjulurkan tangan untuk hand shaking, tapi tidak bersambut. Sekayak cinta bertepuk sebelah tangan. hhihi
Gini lah ilustrasi saat saya salah paham dulu
Itu terjadi karena saya bodor, gak cari tau dulu kebiasaan orang di Thailand kayak gimana. 

Kejadian kedua, waktu ngantor, saya heran semua karyawan pasti akan menyembah patung raja sebelum masuk ke ruangan. Saya jadi bertanya-tanya, 'apa saya juga harus nyembah?' Kan bahasa kerennya 'When in Rome, do as Romans'. Terus kan saya balik lagi ke aqidah saya. Gak usah ikut-ikutan lah kalau soal aqidah. Runyam nanti. 

Second, apa hubungannya sama logat utara Malaysia? Ini dia, salah paham saya yang kesekian. Karena saya gak tau cara bicara orang utara Malaysia kayak gitu. Memang saya gak terlibat interaksi langsung dengan orang utara ini, tapi saya nonton film serial Malaysia yang latar belakangnya di Kodiang Kedah (bagian utara Malaysia).

Source: http://2.bp.blogspot.com/
Saya jantungan waktu pertama kali nonton film Mak Cun bergenre komedi, tapi setting nya bener-bener daily life banget. Kosa kata yang digunakan juga khas dan gak pernah saya tau sebelumnya. 

Review tentang fim Mak Cun ini udah pernah saya tulis di blog lama saya Aku, Hidup dan Bintang Gemintang. (Baca: Mak Cun: Film Komedi Melayu Sarat Makna). Saya khatam nonton film Mak Cun. 

Saya nanya ke Mbak Didi, 'ini film kok marah-marah terus orang nya dari awal sampai akhir'. Kadang saya juga pause (karena nonton nya via laptop) bagian tertentu kalau saya gak faham maksudnya. 

Terus Mbak Didi juga punya tanggung jawab moral untuk meluruskan, bahwa intonasi bicara orang Kedah memang kebanyakan seperti itu (dalam kehidupan sehari-hari). Tentu mereka akan menyetel intonasi (jadi lebih halus dan sopan) kalau berbicara dengan orang yang baru dikenal. Begitu katanya. 

Nah, pas nonton di scene yang ada dialog 'Hang pasaipa, hingaq-hingaq datang rumah kami?', saya juga pause. Dan nanya lagi ke Mbak Didi, itu maksudnya apa. Dia jelaskan lah dengan arti yang udah saya sebutin di atas. 


Well, kesimpulanya adalah kita harus mempelajari budaya suatu kaum agar kita bisa menghargai dan mengapresiasi baik persamaan maupun perbedaan dengan budaya kita sendiri. Komunikasi tanpa penghargaan terhadap budaya suatu kaum dapat menjadikan komunikasi itu jadi aneh dan bisa jadi salah paham. Nah lho!

Sekarang seorang Jasmi sudah bisa diajak ngomong pake logat Kedah dan Kelantan. Eits, bahasa Nogoghi Negeri Sembilan Malaysia pun Jasmi dah power. 

:: nok tunggu depa oghang-oghang Kedah tu komen macam mano pulop?

P.s: abaikan judul artikel yang gak konek sama isi. wkwkwkwk

Iklan. Numpang lewat ya. Yuk jalan-jalan bareng kita

26 comments: