10 Cara Hunting Tiket Pesawat Murah ala theamazingjasmi.com

Monday, January 30, 2017 Jasmi Bakri 8 Comments



Assalamu'alaikum.. 

Siapa sih yang gak mau jalan-jalan atau piknik? Plesiran keluar negeri bahkan keliling dunia jadi mimpi kebanyakan orang. Tapi banyak yang pada bingung gimana caranya dapetin tiket penerbangan murah atau promo. Tiket penerbangan yang mahal seakan jadi mimpi buruk dan bahkan akhirnya kamu jadi takut bermimpi.


Hello,, dreaming is free of charge, guys. ^^

Sekarang kan banyak tuh maskapai Low Cost Carrier (LCC) yang menawarkan tiket murah kayak AirAsia, Citilink atau Lion Air. Hold it, tapi gak berarti selamanya murah, lho! Kamu harus tau gimana caranya hunting tiket murah. Nih, saya bagiin beberapa tips yang bisa kamu "amalkan" untuk mewujudkan mimpimu. I experienced it. Saya udah pernah mengamalkannya. Dan hasilnya gak mengecewakan.


1. Terbang saat weekdays

Udah jadi rahasia umum kalau weekend itu adalah hari dimana kebanyakan orang akan liburan. Nah, untuk tips #1 coba terbang saat weekdays hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat. 4 hari ini katanya sih bandara gak serame pas weekend. Jadi kamu bisa liburan berangkatnya Selasa atau Rabu, baliknya hari Kamis atau Jumat gitu.

Kalau mau liburan lebih lama, bisa disiasati berangkat hari Kamis, baliknya hari Rabu atau Kamis minggu depannya. Atur jadwal liburan kamu sefleksibel mungkin. Sesuaikan juga dengan berapa lama masa cuti kamu.


2. Perhatikan waktu penerbangan

Hindari terbang saat busy hours. Dari hasil pengamatan saya, jam-jam sibuk itu adalah jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Nah, kamu bisa milih untuk terbang jam 4 atau 5 pagi. Kalau kamu mau penerbangan malam, coba untuk terbang diatas jam 9 malam.

Untuk jadwal penerbangan pagi-pagi sekali atau penerbangan menjelang tengah malam cenderung lebih murah harganya. Ini salah satu trik ampuh lho.



3. Bandingkan harga Online Travel Agent (OTA) dengan situs resmi maskapai penerbangan

Banyak sekali OTA penjualan tiket dengan harga bersaing. Sebut saja booking.com, traveloka, tiket.com, atau airpaz.com kadang menawarkan harga yang beda-beda tipis. Yang harus kamu lakukan adalah mencari informasi dari beberapa OTA untuk mendapatkan harga tiket yang murah. Bandingkan harganya.

Bandingkan juga dengan situs resmi semua maskapai yang membuka rute penerbangan kedestinasi yang kamu mau. Bisa jadi situs resmi ini menawarkan harga yang lebih murah dan bisa jadi lebih mahal.  Jadi, bijaklah dalam memutuskan.

4. Berlangganan newsletter maskapai penerbangan

Berlangganlah newsletter setiap maskapai penerbangan atau OTA. Follow juga sosial media nya (Facebook, Twitter, Instagram) untuk mendapatkan update informasi terkait promo atau penawaran harga tiket murah.

Jangan sampai kamu menyesal hanya karena ketinggalan informasi berharga ini.

5. Cari tau tanggal anniversary maskapai penerbangan

Cari tau tanggal ulang tahun maskapai penerbangan? Untuk apa? Emang perlu gitu?

Perlu. Untuk agar supaya kamu dapat "traktiran" dari maskapai penerbangan itu. Pada saat anniversary, sebagian besar maskapai memberikan tiket promo lho untuk pelanggannya. Yah, bisa dibilang yang ulang tahun mau traktir gitu. Lumayan, kan?

Nah, cari tau tanggal ulang tahun maskapai yang kamu incar-incar, dan cocokkan tanggal tersebut dengan jadwal liburan kamu.


6. Terbang saat low season

Coba untuk terbang saat low season. Saat-saat seperti ini biasanya gak banyak orang yang pergi melancong. So, harga tiketnya cenderung lebih murah karena maskapainya "lelang" seat biar target penjualannya tercapai.

Tapi ya resikonya terkendala cuaca aja. Misalnya kamu mau ke Phuket Thailand. Peak seasonnya antara April-Juli, low season nya antara November-Januari pas musim hujan. Untung-untungan aja sama curah hujan sih kalau mau ke pantai. Mudah-mudahan aja gak hujan lebat.

7. Hapus cache browser dan browsing pakai incognito mode

Kalau kamu rajin banget browsing tiket penerbangan, sering-seringlah hapus cache atau history browser kamu. Kenapa? Karena makin sering kamu cek harga tiket pesawat, harganya bakal makin mahal. Saya pernah ngalamin sendiri.  Ditinggal sebentar aja, eh naik lagi harganya. Nah, situs-situs yang sering kamu kunjungi itu sudah merekam jejak kamu dan akan menekan kamu untuk segera melakukan pembelian.

Atau alternatif lain, cobalah untuk browsing dengan mode penyamaran (incognito mode) atau penulusuran pribadi untuk ngintip-nginip harga tiketnya ^^. Caranya, klik tombol menu Chrome (☰) dipojok kanan atas, terus klik new incognito window.

8. Memilih dua maskapai penerbangan yang berbeda

Beli lah tiket dari dua maskapai yang berbeda saat pergi dan pulang karena harganya bisa jauh lebih murah daripada membeli tiket return dari satu maskapai tertentu. 
Agar lebih efektif, gunakan Online Travel Agent untuk membandingkan harga kepergian dan kepulangan dari beberapa maskapai penerbangan. 

9. Gunakan Rute Alternatif

Rute alternatif atau transit ini juga bisa membantu kamu untuk mendapatkan tiket penerbangan murah karena biasanya orang lebih cenderung membeli tiket perjalanan direct untuk menghemat waktu. Memang sih, penerbangannya agak lama karena harus "ngetem" dulu di bandara yang lain. Tapi untuk seorang traveler sejati gak ada salahnya untuk singgah dulu ditempat yang baru. 

Misalnya, kayak pengalaman pribadi saya beli tiket penerbangan Bandung-Aceh. Saya lebih sering membeli tiket dengan transit di Kuala Lumpur dulu; Bandung - Kuala Lumpur - Aceh. Bisa setengah harga lho dibandingkan direct Bandung - Aceh (walaupun transit juga di Kuala Namu Medan 2 jam).

10. Membeli tiket final call

Ini juga salah satu cara maskapai penerbangan melelang seat. Ada yang bilang beli tiket jauh-jauh hari akan lebih murah. Tapi, taukah kamu? Membeli tiket final call H-2 atau H-1 juga bisa jadi murah lho. Yah, tergantung jatah rezeki aja sih sebenarnya.

Nah, untuk cara pembelian tiket promo final call AirAsia kamu bisa cek disini. Untuk maskapai penerbangan yang lain saya masih belum update informasinya. Atau, kamu juga bisa tanya langsung keteman-teman yang punya bisnis penjualan tiket pesawat untuk informasi promonya.



Nah, itu aja beberapa tips yang bisa aku bagi ke kamu semua. Semoga bermanfaat dan bisa membantu mewujudkan mimpi plesiran kamu.

Thank you for reading.

Kalau ada tips yang lain, silakan tinggalkan komentar ya.

Kisses and hugs...

8 comments:

5 Rekomendasi Restoran Halal di Bangkok, Thailand

Sunday, January 29, 2017 Jasmi Bakri 1 Comments


Assalamu'alaikum..

Siapa yang gak kenal Bangkok? Ibukota negara Thailand ini menjadi salah satu tujuan wisata yang populer di Asia. Yup, Negara Gajah Putih ini adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Budha. Jadi, bagi kamu traveler Muslim, perkara mencari makanan halal di surganya daging babi ini sekayak susah-susah gampang. 

Kalau mau beli fast food di 7 Eleven atau mini market juga harus dilihat-lihat dulu label halalnya. Kudu hati-hati sekali kalau beli makanan. Katanya lagi KFC di Bangkok juga gak halal lho. Wallahua'lam..

But, gak usah kuatir. Gak usah takut kelaperan sampai di Bangkok nanti, dan bahkan mutusin untuk bungkus aja makanan kering dari Indonesia sebelum ke Bangkok. Hihihihi.. Ketauan, gak bisa move on ya dari kuliner Indonesia? Masa sih jauh-jauh ke negara lain tapi gak coba nyicipin kuliner khasnya? Dan lagi, pasti Tom Yum dan Pad Thai sudah masuk dalam list kamu sebagai makanan yang wajib dicicipi di Thailand, kan?

Buat kamu yang berencana ke Bangkok dalam waktu dekat (apalagi kan ada konsernya ColdPlay 7 April 2017 ini di stadiun Rajamangala), artikel ini mungkin bisa membantu. Nih aku bagiin beberapa rekomendasi restoran atau warung makan halal disana. 

(Baca: Pengalaman Seru Terbang Bareng Thai Smile Airways)


1. Usman Halal Restaurant 

Restoran ini lokasinya pas banget didepan Marvel Hotel Bangkok di Jalan Sukumvit Soi 22. Lokasi ini (lumayan) deket dengan BTS Phrom Phong (kira-kira 700 meter). Turun dari train, kamu keluar kearah Exit 6 sebelah kanan. 

Kamu juga akan ngelewatin Emporium Mall dan Dinosaur Planet. Jalan aja lurus sampai kamu ketemu Holiday Inn Bangkok. Udah gitu belok kiri, jalan lurus lagi 500 meter sampai lah ketemu sign Usman Halal Restaurant disebelah kiri. Masuk lorong sekitar 20 meter dan sampailah kamu kesana. ^^

Banyak variasi makanan dan minuman direstoran ini. Harganya juga hmmmm lumayan mahils lah, tapi enak beneran. Harga memang gak pernah mengkhianati rasa. Seporsi Tom Yum seafood pun bisa untuk dimakan berdua lho. Kalau gak mau makan nasi, bihun goreng dan pad thai juga ada di menu list restoran ini. Kisaran harga makanan direstoran ini mulai dari 50 - 200 Bath, minumannya mulai dari 25 - 80 bath. 



Tom Yum Seafood. Yummy...

Bihun Goreng dan Telor Dadar. Nom nom..

Lengkap dengan nasi putih dan jus mangga

Here we were

2. Rasa Khas Indonesian Restaurant

Buat yang gak cocok lidahnya sama makanan khas Thailand, atau buat yang gak bisa move on dari kuliner Nusantara, restoran ini bisa jadi salah satu alternatif kamu untuk mengisi perut. Restoran ini cozy banget, suasanya juga kayak di Indonesia banget.

Makanan yang disediakan direstoran ini banyak banget pilihannya. Ada ayam panggang bumbu bali, ayam penyet, ayam rendang, udang bakar bali, sate juga ada, bahkan ketoprak dan gado-gado juga ada lho. Wow, Nusantara sekali, kan? Rasanya juga khas; pedas dan aroma rempah yang kuat.

Lokasinya masih di Jalan Sukhumvit Soi 22 (atau mungkin udah masuk Soi 23?? Hmmmm). Cuma 500 meter dari Usman Halal Restaurant. Kalau kamu gak kuat jalan kaki, ojek bisa jadi salah satu cara untuk kamu ketempat ini. Harga ojek sekitaran 30 Bath gitu. Pinter-pinter minta kurang lah ya. hihihi.. Oya, naik ojeknya di pangkalan dekat Holiday Inn aja. Kamu jalan kaki aja dulu, ngelewatin Dinosaur Planet, bisa foto-foto dulu. ^^

Nah, untuk harga makanan nya sendiri juga lumayan. Sama kayak di Usman lah kurang lebih. But, rasa gak pernah bohong. Persis masakan Ibu Pertiwi banget. 








3. Farida Fatornee Muslim Food

Restoran ini lokasinya di Ratchadewi Jalan Petchaburi 16. Sampai di BTS Ratchadewi, kamu keluar dari Exit 3, terus ambil tangga yang disebelah kanan. Ikuti jalan trotoarnya kearah perempatan, ngelewatin orang yang jual buah-buahan. Udah gitu belok kiri. Jalan dikit sampai kamu ketemu apartemen Condolette Ize. Nyebrang. Sampai deh. Gak jauh kok dari BTS, sekitaran 300 meter doang. 

Farida Fatornee ini kayak warung makan yang udah siap dimasak gitu. Kita tinggal pilih aja mau lauk apa. kebanyakan ya lauk masakan Thailand. Harganya murah, sekitar 50-100 bath sekali makan udah dengan minumannya. 

Banyak juga restoran halal lain berderetan dengan Farida Fatornee ini. Contohnya kayak restoran Nissareen, Madeena, dan Grill Town. Ada juga tempat nongkrong yang cuma jual roti canai, roti bakar, dan minuman disepanjang jalan. Nah, tapi yang jualan roti itu biasanya adanya malam. Ruameeee banget anak-anak muda muslim nongkrong disana. Entah orang Thailand sendiri, entah wisatawan. hihihi





4. Kedai Makan Halal Samping Mesjid Darul Aman

Kedai makan ini gak ada namanya. Lokasinya selang satu kedai dari Mesjid Darul Aman Ratchadewi. Warung makan ini juga gak jauh dari Farida Fatornee. Kamu jalan aja kedepan ngelewatin penjual roti, udah gitu belok kanan kearah mesjid Darul Aman. Nah, disepanjang jalan itu juga ada banyak warung makan halal. Ada yang jual burger, bakso khas Thailand, bihun sup, banyak pilihannya. 

Ini warung makanan panas. Jadi kita kudu nunggu dulu dimasakin habis order makanannya. Saya pesen cumi-cumi masak saus thai dan telur dadar untuk meramaikan meja makan. Enak. Harganya kurang lebih sama kayak Farida Fatornee lah, 80 - 100 Bath. 





5. Kedai Makan Halal di Chatuchak Weekend Market

Nah, kalau weekend tiba, datanglah ke Chatuchak Market ini. Murah meriah euy barang-barang yang dijual disini. Baju, celana, assesoris, tas, koper, barang pecah belah pun dijual disini. Orang yang melancong ke Bangkok tu, harus datang kesini untuk beli oleh-oleh. Murceeeee... Murah cekali..^^

Konon katanya (entah kata siapa, kata google kali ya), ini adalah pasar terbesar di dunia. Toko nya ada sekitaran 70.000 buah. WOW!!! Apa gak gempor kakinya kalau shopping dimari? Tenang, banyak massage kok disini. Kalo pegel, bisa foot massage dulu setengah jam. Harganya sekitaran 150 Bath apa ya untuk 30 menit. 


Sendal jepit lolipop ijo oleh-oleh dari Chatuchak Market

Yang datang kemari tuh awalnya cuma mau lihat-lihat doang. Gak niat belanja. Eh, pas tau murah banget, malah jadi beli koper gede dan borong semuanya. Gitu sih cerita salah satu orang. Pas saya kemari, persedian uang memang udah gak ada. Jadilah cuma beli satu sendal jepit saja dengan harga 50 Bath.

Lha, kok jadi ngomongin pasarnya?? Makanan halal nya mana?

Sabar pemirsa. Disini banyak banget makanan halal. Tinggal teguhkan hati, kuatkan kaki saja keliling pasar untuk cari kedainya. Salah satunya kedai nasi kuning dan nasi ketan + ayam goreng ini. Harganya juga murah. Seporsinya 40-50 Bath. Untuk lokasi pastinya gak tau mau jelasin gimana. Soalnya pasar ini luas banget dan pintu masuknya juga ada beberapa. So, selamat berkeliling-keiling aja.





Nah, itu dia 5 restoran halal yang bisa saya rekomendasikan ke kamu. So, jangan khawatir lagi bakal kelaperan di Bangkok ya. 

Buat kamu yang tau restoran halal lain bisa tulis dikomentar.

Thanks for dropping by..

Kisses and hugs

1 comments:

A Journey to The 37th Thailand TESOL International Conference 2017

Thursday, January 26, 2017 Jasmi Bakri 6 Comments



Assalamualaikum.. Halo.. 

Gimana kabarnya teman-temanku yang baik budinya??  Masih semangat ngembangin potensi diri kan? Masih semangat untuk terus hidup lebih baik kan?

Baiklah kalau begitu.. Super sekali.

Hidup itu adalah tentang perubahan kearah lebih baik. Mencari tau sebanyak-banyaknya ilmu. Supaya apa?? Supaya pinter. Supaya tidak salah jalan. Supaya tetap berada dikoridor yang benar.

Itu...

:: Udah mirip motivator belum? Boleh gantiin Mario Teguh nih kalau beliau retired a.k.a pensiun nanti. Lol

Nah, sama seperti apa yang saya lakuin. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk pengembangan diri saya. Nambah-nambah ilmu. Mencari tau. Diskusi dengan teman-teman dan para ahli. Yang penting jangan malu bertanya sih intinya.

Lantas apa yang saya lakukan untuk pengembangan diri saya? Ikut konferensi atau seminar salah satunya.

Jadi, saya baru saja pulang dari mengikuti The 37th Thailand TESOL International Conference yang diadakan di Ambassador Hotel, Bangkok, Thailand. Bagi academician seperti saya memang acara seperti ini sudah sangat familiar. Ini merupakan salah satu wadah untuk sharing ideas apa yang sudah dan akan dilakukan oleh guru, khususnya guru Bahasa Inggris didalam kelas. Banyak sekali yang saya bawa pulang sebagai oleh-oleh dari acara ini. 


Hadiah Ilmu dan Inspirasi

Banyak sekali hasil-hasil penelitian yang dipaparkan dalam acara ini. Saya pribadi mendapatkan inspirasi yang banyak sekali untuk mengajar semester ini. Saya jadi punya beberapa pilihan metode dan media untuk saya gunakan dalam pengajaran saya. 

Dalam acara ini juga banyak sekali keynote speakers yang datang untuk memberikan talk yang memang bermanfaat sekali untuk pengembangan profesional guru seperti saya. 

Mrs. Naraporn Chan-o-cha, Keynote Speaker from Chulalongkorn University, Thailand
Kemudian plenary speaker seperti Dr. Dudley Reynold juga ikut memberikan talk tentang The Professional English Language Teacher's Pathway to Excellence. Beliau adalah Presiden Asosiasi TESOL International. Kereeeeen!!! Ditambah lagi beliau adalah salah satu profesor yang mengajar Bahasa Inggris di Carnegie Mellon University di Qatar. Awesome!!!

Dr. Dudley Reynolds
Dalam talk yang diberikan, beliau sukses mengajak peserta untuk kalang kabut berjamaah. Lho kok bisa? Gimana ceritanya?

Jadi gini, beliau memberikan satu soalan dimana ini sering dialami oleh guru, terutama guru Bahasa Inggris. Soalannya gini.
A teacher is call in sick. You are asked to replace the teacher to teach for 50 minutes. The class is English speaking class with lower intermediate level students. You have only 5 minutes preparation. An empty glass is the only aid you have. What are you going to do in the class??
1. State the objectives of the lesson!
2. State the teaching scenarios!
Beliau berikan waktu untuk peserta konferensi 5 menit untuk memikirkan apa yang akan diajarkan dalam kelas tersebut dengan waktu persiapan yang mepet sekali. Saya pribadi pun ikut putar otak memikirkan aktifitas apa yang sesuai untuk diajarkan. 

Singkat cerita, beliau mengutarakan bahwa mengajar itu adalah mengikuti insting kita. "Teaching is nothing more than following instinct". Jadi, dalam persiapan waktu yang mepet seorang guru (yang profesional) bisa mengajar bahkan menentukan tujuan pembelajaran dari suatu topik. 

Menurut saya, 'following instinct' disini kurang lebih sama dengan 'mental teaching'. Nah, apa itu mental teaching? Mental teaching adalah mengajar yang tidak perlu persiapan matang, tidak perlu lesson plan a.k.a RPP yang lengkap, tapi learning objective nya bisa tercapai. Seorang guru yang mempunyai mental teaching yang bagus, bisa menentukan tujuan pembelajaran dan skenarionya hanya dengan melihat topik dan materi yang disediakan dalam buku teks.

Hmmmm, setidaknya itu temuan yang saya dapat dari kajian tesis master saya. ^^

It is obvious bahwa semakin profesional seorang guru semakin kuat mental teachingnya karena didukung oleh faktor pengalaman mengajarnya. #imho #cmiiw.

Oke, balik lagi ke topik yang dibahas Dr. Reynols, beliau juga mengutarakan bahwa 'anyone who can speak a language can teach it'. Misal, saya orang Indonesia, dan mampu berbahasa Jerman, misalkan, nah saya bisa saja mengajar bahasa Jerman kepada siapa saja. Namun, namun, namun, saya tetap harus mengembangkan profesionalisme saya sebagai seorang pengajar bahasa Jerman. Agar? Agar saya bisa mengajar dengan efektif. Kira-kira begitu ilustrasinya. 

Overall, mata saya jadi terbuka setelah mendengar talk dari Dr. Dudley Reynolds. Sayangnya saya tidak sempat foto-foto karena rame sekali yang ngantri foto dengan beliau, dan nampaknya beliau juga buru-buru untuk coffee break ^^.

Setelah coffee break saya pun masuk ke ruang Convention B untuk sesi workshop oleh Christopher Allen dengan judul 'Set Your Students to Speak without Tears'. Saya tertarik dengan topik ini karena mahasiswa saya susah sekali diajak speak out didalam kelas, walaupun sudah diiming-imingi traktiran makan malam. lol

Beliau pun menjelaskan bahwa story telling melalui gambar itu salah satu cara efektif untuk mengajak siswa berbicara. Strategi mengajar ini tidak hanya sesuai untuk siswa sekolah rendah dan menengah, tapi juga sesuai untuk tingkat advance seperti mahasiswa. 

Contohnya gambar ini. 

Source: www.1000wordsmag.com
Beliau pun mengajak partisipan yang mendengar talk beliau untuk menceritakan gambar tersebut melalui guided question berikut.

WHAT = What picture is that?
WHERE = Where is it?
WHO = Who is supposed to live there?
WHY = Why does she/he/it live there?
WHEN = When is supposed the story happened?

Ceritanya kira-kira seperti ini. 

'That was a castle over a giant rock. It was in the southern area of Thailand. Princess Jasmi lived there. She lived there because she was the most beautiful lady in Thailand. She could not live in the real world because everyone wanted to marry her. It happened in 19th century'.

So, what's your story, guys? Cerita apa yang ada diminda (eccciieeee) kalian tentang gambar tersebut?

Saya pikir saya harus coba strategi ini dikelas untuk semester ini. 

Dan kerennya lagi, setiap peserta yang mendengarkan talk beliau dibagikan buku teks gratis berjudul Speak Out lengkap dengan CD audio dan video nya. Rezeki emang gak kemana. #happy


Intinya, saya dapat ilmu banyak sekali dari konferensi ini. Apalagi saya dan partner saya juga ikut presentasi. Judul papernya "Intercultural English Language Learning through Movies'. Topic intercultural memang lagi hangat-hangatnya sekarang. Saat kami presentasi, fortunately ruangannya penuh, bahkan ada yang tidak kebagian kursi lho. 

Saya dan teman saya excited sekali. banyak sekali pertanyaan yang ditanyakan, tapi sayangnya diskusinya harus diluar ruangan, karena presenter kedua sudah harus presentasi papernya. 

Diskusi setelah presentasi itu hampir setengah jam lho. Ada yang bertanya, rekomendasi film yang bagus untuk diajarkan didalam kelas. Ada yang bertanya, bagaimana mengajar IcLL through movies untuk low proficiency students. Ada juga yang bertanya bagian culture apa yang diajarkan melalui film tersebut. 

But, it was awesome. Sharing idea, bertukar nomor kontak, bisa dijadikan partner diskusi. 

Karena kami harus diskusi diluar ruangan, saya pun melewati sesi presentasi presenter kedua. Beliau adalah Megumi Ono Tada, dosen di Universitas Hirosaki. Topik yang beliau angkat juga masih seputar intercultural. 

Saya pun bertemu lagi dengan beliau saat coffee break sore. Saya diskusi banyak sekali dengan beliau sampai lupa untuk foto-foto. I wish I can meet you again Mrs. Tada. Syukur-syukur kalau mau jadi promotor S3 saya.. hihihi (aamiin.. Hanya mampu berdoa).

Sebelum itu juga saya sempat masuk ke sesi featured speaker Sharon Harvey associate professor dari Auckland University of Technology New Zealand. Topik yang beliau bahas itu 100% tentang topik yang saya bahas dipresentasi; Intercultural Competence. 


Dalam presentasinya, beliau menjelaskan bahwa seseorang, siswa pada khususnya harus menjadi seorang yang mampu menempatkan dirinya dalam budaya negara manapun saat berkomunikasi. Ini adalah untuk menghindari misunderstanding atau miscommunication saat berinteraksi.

Selain itu, dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris, siswa perlu juga diajarkan culture dari target language itu sendiri. Intinya, dalam pembelajaran Bahasa Inggris itu harus diajarkan juga local culture (sebagai identitas siswa), target culture (cultre negara yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa pertama), dan world culture (culture seluruh negara). 

Language dan culture itu bagai amplop dan perangko. Tidak bisa dipisahkan. Kayak kembar siam. Nempel terus. hihihi..

So, the point is it is crucial for both English teachers and EFL/ESL learners to be 'intercultural person' who can put themselves in the middle of international conversation. Dan juga tugas guru untuk memberi feedback pada siswa agar mereka tidak membuat stereotype atau menjudge culture suatu negara itu bagus atau tidak. Siswa juga harus diberitau bahwa mengapresiasi persamaan dan perbedaan kultur antar negara itu sangat penting. Wah, kalau mau bahas topik ini panjang banget. Bisa 6 sks bahas teori, dan long life untuk aplikasi. Saya juga belum paham sekali. masih harus banyak baca dan belajar lagi. Gitchuuuuuu!!!


Reuni dengan Teman Lama dan Bertemu Banyak Teman Baru

Seperti yang saya ceritakan tadi, saya kenal dengan banyak orang baru disini. Semuanya keren-keren. Punya banyak ide kreatif dan inovatif. Saya minta saja semua nomor kontak dan kartu nama profesor-profesor yang hadir. Membangun network lah begitu kira-kira. 

Saya juga ketemu banyak orang Indonesia dalam acara ini. So, kayak reuni dengan koloni gitu. Terlebih jumpa satu orang teman lama yang sama-sama berjuang saat master dulu. 

Pose bareng sama teman lama, dosen Universitas Singaperbangsa Karawang dan Pak Budi, dosen dari Soegijapranata Catholic University
Lunchie together with Thai English teachers


Foto bareng Leslie Barratt. Gak sempat ketemu di Conaplin tahun lalu, ketemunya disini



Saya juga jumpa dengan seorang mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret yang notabene masih S1 tapi udah berani presentasi internationally. Saya jadi iseng flashback. Hmmm, saat saya S1 dulu dan seumuran dia, saya malah asik nongkrong dengan teman dan melakukan banyak hal yang tidak bermanfaat. 'Ah, tolong maafkan diri saya yang dulu', bisik saya pada diri sendiri. 

Saya ngobrol dengan banyak peserta dari berbagai negara, dari Filipina, Thailand, Vietnam, Myanmar, Timor Leste, Spanyol, New Zealand, bahkan ada yang dari Rumania. saat itulah saya diuji intercultural awareness saya. Sejauh mana saya mengerti budaya mereka sehingga saya juga harus menghormati tata cara mereka. 


See, diacara ini saya bisa langsung mempraktekkan ilmu yang saya tau. I experienced intercultural conversation directly. It was so d*mn amazing. 

Buku Gratis dari Penerbit Ternama

Ini nih asiknya ikut acara seperti ini. walau deg-degan nunggu jadwal presentasi, tapi bisa lumayan bikin lupa kalau ada penerbit yang bagi buku gratis. hihihi.. Ketahuan ya suka gratisan. 

Lumayan bukunya untuk referensi bahan ajar. Selain itu juga, banyak penerbit yang menawarkan diskon tinggi untuk penjualan buku divanue. Ah, saya pun pengen borong aja sekalian semuanya. 

Antara buku gratis yang saya dapat adalah buku Breakthrough 1,2, dan 3 penerbit MacMillan, buku kumpulan jurnal Literature and Culture dari Assumption University Press, Thailand, dan buku Speak Out penerbit Pearson. Alhamdulillah. Rezeki.



Makan Thai Cuisine yang Cetar

Saya memang sudah terbiasa dengan makanan Thailand. Selama kurang lebih 7 bulan saya tinggal di Thailand, saya belum coba semua makanannya. Dalam acara ini saya sih berharap disuguhi Tom Yum Kung, Tom Yum Udang yang jadi andalan Thai cuisine. Tapi sayangnya, tidak ada.

Saya disuguhi ikan dengan saus thai yang asam manis gitu. Enak. Makanannya halal ya. Untuk kemaslahatan bersama. hehehe.


Saya jadi bingung mau makan apa karena banyak sekali pilihan makanan yang disediakan. Dessert aneka kue, buah-buahan, dan es krem pun ikut meramaikan meja prasmanan.





Sebenarnya masih banyak hikmah yang bisa didapat dari saya mengikuti acara ini. Kalau diuraikan satu-satu biisa panjang. hehehe.. 

Saya simpulkan bahwa acara seperti ini memang saat bermanfaat untuk pengembangan profesi kita sebagai seorang guru. So, mari kita galakkan melakukan penelitian dan kemudian kita ceritakan hasilnya pada rekan-rekan dari seluruh penjuru dunia tentang temuan kita. 

Thank you for dropping by.. 

Mudah-mudahan ada lah sedikit ilmu yang teman-teman dapat setelah membaca tulisan ini. 

Feel free to share your idea ya. Tinggalkan pesan kamu dikomentar. ^^

Have a good day for you, good people!!

Note: Tunggu tulisan aku selanjutnya; rekomendasi tempat makan halal di Bangkok, Thailand. 






6 comments:

Pengalaman Asik Terbang Bareng Thai Smile Airways

Thursday, January 19, 2017 Jasmi Bakri 8 Comments



Assalamu'alaikum.. Halo.. 

Jumpa lagi bareng saya yang kali ini mau ngedongeng tentang pengalaman saya terbang dengan maskapai penerbangan Thailand, Thai Smile Airways.

Ini kali pertama saya terbang pakai maskapai lain selain AirAsia dan kakak beradik Malindo dan Lion Air.

Dulu waktu kuliah di Bandung, sering naik Lion Air pas mudik ke Aceh. Eh pernah ding beberapa kali naik Sriwijaya Air jurusan Jakarta-Banda Aceh (emang angkot ^^).

Tapi lately katanya udah gak ada lagi penerbangan Sriwijaya Air yang ke Aceh.
Paling sering naik AirAsia sih kalau jalan-jalan. Soalnya murah banget kan harganya. Terjangkau lah buat saya yang kantongnya sering tipis (tapi di tebel-tebelin kalo urusan traveling).

Malindo Air yang notabene kakak nya Lion Air juga pernah beberapa kali saya naik dari Bandung ke Kuala Lumpur, and vice versa.

Nah, kali ini coba naik Thai Smile Airways. Thai Smile ini masih satu kompeni a.k.a PT sama Thai Airways. Kembar siam mereka ini. Kenapa begitu? Karena saya kan beli tiket di website Thai Airways, lha naik pesawatnya Thai Smile. Makanya saya simpulkan mereka itu kembar siam. Hihihi




Awalnya saya pikir ini pesawat gede banget, soalnya saya dapat no seat 55K. Saya jadi bertanya-tanya gimana penampakan interior pesawat ini. Jangan-jangan ada 9 seat per baris. Wow, saya excited sekali dengan imajinasi saya. Saya tunggu gate dibuka dengan sabar. Flight nya delay 15 menit karna banyak penerbangan hari ini di International Airport Hat Yai Thailand.


Pas gate nya dibuka, saya buru-buru ngantri masuk biar bisa foto-foto dulu.

Dipintu masuk saya disapa pramugari yang ramah sekali (lha harus, kalau pramugarinya jutek ntar disangka lagi PMS. Hehe). Mereka berseragam oranye a.k.a jingga. Seatnya lumayan luas dengan warna ungu mendominasi interior nya.


Mata saya langsung jatuh cinta sama maskapai ini (at least sama interiornya). Entah kenapa saya lagi demam warna ungu. Kalau beli apa-apa juga ungu. Padahal warna favorit saya kan biru. Hahaha.. Kayak ngidam aja!!

Saya pun sibuk mencari seat saya. 55K ternyata seat baris ke 5 paling belakang dari total seat 59 baris. Dan seatnya dimulai dari no 30 sekian. Hahaha..

Udah gitu arrangement seat nya juga unik: ABC - IJK. Biasanya kan ABC - DEF gitu. Jadilah saya dapat seat yang dekat dengan jendela. Lucky me, setiap kali naik pesawat pasti dapat seat yang dekat dengan jendela.



Penumpang pesawatnya gak penuh. Masih banyak seat yang kosong. Tapi harganya duileeee.. Muahil jugak. 'Kan mubazir seat nya.. Mbok ya, dijual murah aja gitu tiketnya napa??' Kata saya dalam hati.

Saya nya kan di bandarin sama kampus. Jadi gak kepikiran soal biaya murah ato mahal. Hahaha.. Yang penting ayo kita khemon.

Saya pun duduk manis dan fasten my seat belt. Baca majalah maskapainya, liat-liat katalog produk yang dijual. Liat-liat doang lho ya.. Gak ada niat beli sama sekali. Hihi..

Tiba lah waktunya take off. Wah, excited sekali. Seolah-olah ini baru pertama kali naik pesawat. Saya rekam pemandangan saat take off nya. Padahal kan semua alat elektronik harus dimatikan dalam pesawat ya. Jangan ditiru ya teman-teman..

Nah, Thai Smile juga menyediakan snack lho. Kemasannya rapi. Kayak gift kondangan gitu. Udah gitu penumpang juga dikasih minuman. Tinggal pilih, mau minuman bersoda, orange juice, teh atau kopi. Saya pilih orange juice aja (yang akhirnya berhasil bikin saya mules selama terbang ^^).





Sambil nunggu landing, saya pun nulis tulisan ini. Dicicil. Nanti saya sambung lagi pas udah nyampe.

Nyampe mana?? Emang Jasmi mau kemana??

Cieeee.. Penasaran ya??!

Saya mau ke Bangkok.

Terbang dari mana?

Dari tadi. Haha.. Dari Hat Yai International Airport.

Oooo gitu? Emang mau ngapain ke Bangkok?

Iiiiiihhh mau tau banget ya??
Saya ikut Thailand TESOL International Conference di Ambassador Hotel Bangkok tanggal 20 - 21 Januari 2017.

Makanya saya semangat banget. Walau full paper nya belum beres. Malah asik nulis disini. ^^
Nanti saya ceritain pengalaman saya ikut conference itu ya. Sambil bagi-bagi ilmu juga.

Oh ya, satu lagi. Thai Smile landing nya di Suvarnabhumi International Airport dengan kode bandara BKK. Airport nya bagus banget. Gedeeeeee!!! Ibaratnya, Suvarnabhumi ini kayak bandara Soekarno Hatta nya Indonesia atau kayak KLIA di Kuala Lumpur.
Image nya saya comot dari http://www.orientalescape.com/thailand/sightseeing/bangkok/transit.html


Ada satu lagi bandara di Bangkok, namanya Don Mueang International Airport dengan kode bandara DMK. Ini kayak bandara Halim Perdanakusuma nya Indonesia (mungkin). Kenapa mungkin? Karena saya belum pernah ke Halim. Hahaha..

Ke Don Mueang Airport juga belum pernah. Nanti InsyaAllah saya balik ke Hat Yai via DMK. Naik Thai Lion Air.  So, I can experience two airports in a row dalam perjalanan tugas ini.

Lanjut lagi ceritanya, saya pun akhirnya landing. Wah, bandaranya bener-bener luas banget. Saya ikuti aja sign board menuju tempat claim bagasi. Tadaaaa... Ini dia tempat calim baggage nya!!



Udah gitu, karena udah masuk waktu solat Dhuhur, saya pun naik 1 lantai cari Muslim Prayer Room. Suraunya ada di lantai 2FL atau lantai 3. Ikuti aja sign board nya. Dari tempat claim bagasi, keluar dulu ikut tanda exit. Udah gitu belok kiri, luruuuuuuuusssss aja sampe dapat sign board Muslim Prayer Room naik 1 lantai. Cari eskalator naik (jangan yang turun. Haha).





Ikuti lagi sign board nya hingga kamu sampai di surau, bukan di planet Mars..

Setelah solat Dhuhur yang dijamak dengan Ashar, saya pun merampungkan tulisan ini. Padahal paper yang masih rumpang pun menanti. Hmmmm, boro-boro powerpoint presentasinya. Kudu siap sebelum sampai hotel nih.

Saya akan selesaikan paper nya di bandara. Kenapa gitu? Karna saya lagi nunggu Didi, travelmate saya datang dengan penerbangan yang lain lagi.

Lha, kok doi ikutan juga? Doi ikut untuk survey harga jalan-jalan ala backpacker ke Bangkok. Untuk keperluan promo paket Addict Travel & Tours yang ownernya adalah kami berdua.. Eeeeccciiiieeee...
Dipikir-pikir, doi kayak perjalanan bisnis juga ya.. Untuk keperluan perusahaan. ^^

Setelah solat jadilah saya keliling-keliling bandara dulu untuk membantah teori 'menunggu itu membosankan'. Kemudian saya teringat saya harus ke kaunter Thai Airways untuk print out receipt, tax invoice, dan payment details untuk keperluan laporan ke kampus.

Biasalah.. Prosedur administrasi memang gitu. Ikut aja lah gimana baiknya.

Puas nyari-nyari kaunternya sampai nyasar di lantai 6. Malah nemu kaunter maskapai keceh2 kayak Qatar Airways. Saya pun nanya-nanya ke petugas. Akhirnya sampailah saya ditempat tujuan yang saya mau. Kanternya rame banget sampe saya pun gak dapat tempat duduk. Malah banyak juga yang pada berdiri. Lucky me lagi, no antriannya gak panjang. Nunggunya sekitar 10 menit doang. Tapi lumayan gempor juga kaki. hahaha.




Setelah dapat semua dokumen, saya pun mencari plug charger hp. Lowbat. Sambil ngecas, saya pun lanjut nulis lagi. Paper??? I have no idea kapan saya selesaikan. 

Ya udah, gitu aja dulu cerita seru saya terbang bareng Thai Smile Airways. Saya jatuh cinta sama penerbangan ini. Mudah-mudahan ada rezeki lagi, bisa terbang bareng lagi, ke destinasi lain.

Thanks for dropping by..

Tinggalin komentar ya biar gaul.. ^^

8 comments: