Saya sangat menikmati kehidupan saya di Thailand. Saya memang jatuh cinta sekali dengan keramahan penduduknya dan juga kekayaan kultur budayanya. Memang sih, saya sedikit kewalahan dengan bahasa Thailand. Dan komunikasi adalah kendala utama saya disini. Kenapa? Karena kebanyakan orang Thailand tidak mengerti Bahasa Inggris dengan baik, saya pun memang sama sekali tidak faham bahasa Thailand. Jadi kalau dipikir-pikir lucu juga saat saya berkomunikasi dengan orang lokal. Ujung-ujungnya kami tertawa karena sama-sama tidak mengerti.

Ini juga terjadi saat saya mencoba berinteraksi dengan mahasiswa saya. Kebanyakan dari mereka akan bengong kalau saya tanya tentang keseharian mereka. Entah karena mereka tidak faham pertanyaan saya, atau mereka tidak tau mau jawab apa. Lagi-lagi, saya dan mahasiswa saya akan tertawa karena 'zonk'.

Dari hasil pengamatan saya, mahasiswa enggan berbicara Bahasa Inggris karena tidak percaya diri. Mereka takut berbuat kesalahan dan khawatir akan ditertawakan. Jadi, membangun kepercayaan diri mahasiswa adalah password atau login access bagi saya untuk mengajak mereka berbicara Bahasa Inggris. Tentu saja memotivasi mahasiswa untuk mempunyai kepercayaan diri yang tinggi tidak semudah mengeja ABC, tidak semudah melakukan sihir 'abrakadabra'. Tentu banyak usaha yang saya lakukan, termasuk salah satunya adalah memberikan topik diskusi yang gampang, seperti 'Talking about Yourself'. 


Saya sering bertanya apa yang mereka lakukan saat mereka punya waktu luang. Salah satu mahasiswa saya menjawab, "I am watching Detective Conan series". Saya pun bertanya lagi, "Did you download the movie from the internet?". Dia menjawab, "No, I watch it online from my smartphone.". Saya pun penasaran dan bertanya lagi, "Can you watch movie online from your phone?". Dia jawab, "From HOOQ, Miss." Mahasiswa saya pun menjelaskan bahwa HOOQ adalah aplikasi yang sangat menarik untuk menonton film. Jadi ini kata mereka tentang HOOQ.

1. Film yang disediakan bervariasi

Mahasiswa saya mengaku puas dengan film yang disediakan oleh aplikasi ini. Tidak hanya film Thailand, tapi juga film Hollywood, Bollywood, bahkan film Korea pun ada. Tidak cuma itu, mereka mengaku juga banyak film lawas yang seru yang bisa dinikmati dari aplikasi ini.

2. Harga langganan yang terjangkau

Untuk ukuran bajet mahasiswa, biaya berlangganan HOOQ terbilang cukup murah dan terjangkau. Kata mereka, mereka bisa berlangganan aplikasi ini untuk seminggu atau sebulan. Tapi kebanyakan dari mereka berlangganan sebulan. Lebih hemat katanya. Apalagi biayanya yang murah. Hanya sekitar 120 Bath atau kurang lebih Rp. 50.000,-. Murah sekali, kan?

3. Bisa menonton secara offline

Ini yang menarik dari HOOQ, yaitu fitur menonton secara offline. Mahasiswa saya mengaku mendownload beberapa film di smartphone mereka untuk bekal menonton kalau-kalau tidak ada koneksi internet. Sebut saja waktu mereka pulang kerumah saat weekend, mereka masih bisa menonton film di dalam bus selama perjalanan dan tanpa harus takut kehabisan kuota. 

4. Subtitle tersedia dalam berbagai bahasa

Nah, kata mereka, aplikasi ini menyediakan berbagai teks terjemahan bahasa diataranya Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Thailand. Mahasiswa saya juga kadang-kadang menonton film Thailand menggunakan subtitle Bahasa Inggris untuk meningkatkan penguasaan kosa kata dalam Bahasa Inggris. Jadi, aplikasi ini sebenarnya juga bisa digunakan sebagai media pembelajaran.





Setelah dikenalkan dengan HOOQ oleh mahasiswa, saya pun jadi penasaran dan segera mengunduhnya lewat smartphone saya. Ternyata HOOQ ini memberikan free trial selama 7 hari saja, setelah itu kita bisa berlangganan dengan harga yang sangat murah. 

Saya juga diajarkan oleh mahasiswa saya bagaimana cara mendaftar HOOQ. Gampang sekali ternyata, setelah download aplikasinya, saya diminta untuk memasukkan nomor handphone dan alamat email saya. Kemudian tinggal verifikasi saja melalui kode verifikasi yang dikirim ke nomor handphone dan email saya. Akhirnya, saya bisa menikmati aplikasi ini. 

Saya pun menonton film Supergirl bersama mahasiswa saya, tanpa memakai subtitle untuk melatih listening skill mahasiswa saya. 

video


Nah, itu dia cerita saya mengenai HOOQ. Ternyata seru sekali berlangganan HOOQ. Saya bisa nonton dimana saja dan kapan saja. 

So, apa pengalaman kamu?



Dok. http://www.panoramio.com

Ini lanjutan cerita saya tentang Sigli, surga yang dirindukan.


Saya masih belum sembuh dari sakit, sakit merindukan rumah. Dokter ahli penyakit homesick pribadi saya (hati, jiwa dan raga_red) berani mendiagnosis bahwa penyakit saya sudah stadium akhir. Sudah sangat kritis hingga perlu terapi seperti menelpon keluarga, melihat postingan orang lain diseputaran kampung halaman, chatting dengan teman seperjuangan dulu, atau menulis tentang Sigli seperti yang saya lakukan sekarang. Kata dokter, saya harus melakukan terapi-terapi itu hingga tiba jadwal operasi saya nanti a.k.a mudik.

Tulisan ini masih bergenre curhat. Dan mungkin sedikit mewakili perasaan teman-teman sesama perantau. Jangankan yang jauh kayak saya, yang merantau 5 langkah yang bisa bolak-balik Sigli tiap minggu pun kadang merasakan hal yang sama. Ah, Sigli terlalu indah untuk ditinggal pergi begitu lama.

Tentu tulisan kali ini dimulai dari list nomor 08 karena nomor 01 sampai 07 sudah saya bahas sebelumnya.

Baca: Sigli, Surga yang Dirindukan (Part 1)

Well, apa yang saya rindukan dari Sigli berikutnya adalah.... Eng ing eng...

08. Toko Buku Al-hikmah

Toko ini terletak di jantung Kota Sigli. Dulu sekali waktu saya masih SMP saya selalu jajan buku paket pelajaran dan juga kitab-kitab yang diwajibkan oleh ustad, contohnya kitab Safinatun Najah dan kitab Akhlaqul Lil Banin di toko ini. Yang paling berkesan adalah saya beli Kamus Bahasa Inggris 1 Miliar Kata pertama saya di toko ini. Kayaknya kamusnya masih ada dirumah, tapi mungkin udah usang banget. ^^

Dulu Alhikmah adalah toko buku favorit dibandingkan toko buku lainnya (yang mungkin hanya 1 atau 2 buah saja). Mungkin karena harga bukunya lebih murah dan juga lebih lengkap. Sekarang, semakin banyaknya toko buku yang hadir di Kota Sigli, Alhikmah pun masih tetap eksis dan lebih banyak menjual buku-buku yang lebih islami dan kitab kuning.


09. SMP Unggul YPPU Sigli

Gimana saya nggak rindu, sekolah ini lah yang mengajarkan banyak hal kepada saya. Nggak cuma mengajarkan untuk berprestasi secara akademik, tapi juga peningkatan iman dan penguatan akidah yang saya yakini harus terus ditingkatkan. Justru itu, pihak sekolah menyediakan pelajaran ekstra seperti belajar membaca Al-quran berirama seperti Qari, membaca kitab (diantaranya seperti yang saya sebutkan diatas), Bahasa Arab dan Tulisan Arab Indonesia.

Saya ingat sekali Pak Ilyas, guru membaca Al-quran sering menyuruh Ulid, teman saya membaca dengan irama tertentu, 'Maulidarni, asyi kheun beu mameh sigee' (Ulid, coba kamu baca yang bagus sekali). Ulid memang paling pintar membaca Al-quran berirama di kelas. Jadilah dia selalu disuruh oleh Pak Ilyas.


Dok. Page SMPs Unggul YPPU Sigli

10. Toko Aksesoris New Boys

Baiklah, pembaca cowok boleh skip bagian ini karena pasti akan geleng-geleng kepala.

Maklum aja, penulis kan cewek. Jadi wajar dong toko aksesoris ini dikangenin. Saya sering kalap belanja ditoko ini. Aksesorisnya lengkap dan bagus-bagus, udah gitu murah-murah pula. Nah, saya kangen belanja disini. Pengen beli bros a.k.a pin kerudung yang banyak. Pengen beli gelang biar tambah kece kalau ngantor. Pengen beli jam tangan juga, biar jadi koleksi dan ganti-ganti tiap hari. hihihi..

Toko Aksesoris New Boys ini kayaknya dulu dibuka pas New Boys grup band dari negara tetangga, Malaysia lagi terkenal-terkenalnya tuh di Indonesia. Kreatif juga itu ownernya ngasih nama toko. Mudah-mudahan jadi doa biar seterkenal New Boys. ^^


Penulis kesulitan menemukan sumber foto

11. Bundaran Pohon Beringin

Bundaran ini ada ditengah-tengah kota Sigli pas didepan Kantor Satlantas. Terakhir saya pulang kampung, saya terjaring razia disini karena nggak pakai helm. Jangan ditiru ya kawan-kawan. Jadilah pengendara sepeda motor yang baik dan benar serta mematuhi aturan yang berlaku.

Remaja yang belum punya SIM kalau mau jalan-jalan sore, selalu menghindari melewati bundaran ini. Ya itu, karena sering ada razia. ^^ Jadi mereka biasanya melewati jalur alternatif, jalan Blang Paseh - Benteng. Jalan Blang Paseh - Benteng ini juga jadi jalur wajib dilintasi kalau lagi jalan-jalan karena jalannya tembus ke pinggir Pantai Alun-Alun Sigli. hihihi.. Bener kan ya??


12. Gorengan Simpang Tiga

Ini jadi tempat nongkrong favorit saya nih. Tinggal bawa cicis 5000 rupiah aja bisa makan tempe dan tahu isi sampe kenyang. Sambel kecapnya itu lho, cocok banget dilidah saya. Pisang gorengnya juga enak banget beneran.

Tempatnya juga cozy banget di halaman rumah owner yang banyak pohonnya. Adem. Bandrek, pasangan sejoli gorengan pun disediakan juga disini. Rasa jahenya kuat banget. Ditambah aksesoris kacang tanah didalamnya bikin tambah maknyus. ^^


13. Mie Kocok Kramat Dalam

Oh tuhan, sudah lama saya nggak makan mie kocok ini. Sudah 4 tahun? 5 tahun? mungkin lebih. Tetiba saya ngidam mie kocok, makanya saya masukkan dalam list tulisan ini. Nggak bisa bayangin ah kuah mie kocoknya yang kental dan gurih, mie nya juga matang nya pas. Ditambah bintang tamu kerupuk mulieng (kerupuk melinjo_red) dan udang giling, aduhai ngerock n roll pula perut saya pas nulis bagian ini. Ilernya ditahan-tahan, biar nggak ngences. ^^
Dok. Siti Riski Maisura

14. Mie Arang dan Es Campur

Saya memang penggila mie. Jadi, segala jenis olahan mie saya makan. Mie arang ini salah satunya. Tempatnya diseputaran pasar Sigli, dekat-dekat juga sih dengan toko aksesoris New Boys (yah, kalau tokonya belum pindah.hihihi). Rasa mie nya khas banget, gimana ya ngomongnya, kayak ada aroma-aroma arang gitu karena kan dimasak pakai api dari hasil pembakaran arang. 

Biasanya kalau makan disini, saya pesan sepaket dengan es campur. Es campurnya seger banget dan manis. Campuran kacang ijo, sedikit santan, dan gula merah, meresap sampai ke tenggorokan. Terbaik lah es campur ini. 


Dok. Cut Nur Pengantin

Udah, segitu aja dulu ceritanya. Nanti kapan-kapan disambung lagi ke part 3 nya. Kan udah saya bilang tadi, Sigli itu adalah surga yang terlalu indah untuk dilupakan. Hal-hal kecil yang saya hidupi di Sigli, justru itu yang paling saya rindukan. 

Terus, apa cerita teman-teman? Apa yang teman-teman rindukan dari Sigli atau kampung halaman? Yuk, sharing cerita di kolom komentar. 

Thanks for reading and dropping by. ^^

P.s: Sorry, gambar dan dokumentasinya terbatas. 
Dok. Google. Mesjid Jamik Al-Falah Kota Sigli
Sudah 3 tahun lebih saya menjadi perantau. 2.5 tahun di Bandung, kemudian sekarang merantau lebih jauh lagi ke Thailand. Menjadi seorang perantau itu nggak gampang buat saya. Ada momen dimana saya akan termehek-mehek pengen pulang kampung. Menangis terisak-isak kayak anak kecil minta dibeliin balon. Yah, mau gimana, kan demi mencari sebongkah berlian.

Entah kenapa saya tergerak untuk menulis ini. Ya, saya sangat rindu Sigli, sebuah kota kecil yang saya nobatkan sebagai 'kampung halaman' yang memberi sejuta kenangan baik suka maupun duka. Eaaaakk, puitis nih. Lagi bagus mood nulisnya. hihihi.. Memang akhir-akhir ini homesick saya makin menjadi. Kalau sudah kayak gini, pengennya pinjam jet pribadi inceus Syahrini untuk mudik dadakan. Atau pinjam mantra Apparate nya Harry Potter biar langsung teleportasi ke Sigli. (Mulai ngelantur nih. Efek homesick jadi kayak demam tinggi gini.) ^^

Saya akui, judul tulisan bergenre curhat ini diinspirasi dari film yang lagi booming dan bikin baper, Surga yang Tak Dirindukan, film yang diperankan oleh bang Fedi Nuril yang cool dan bang Reza Rahardian yang jadi favorit saya. Nah, Sigli lain lagi ceritanya. Ia adalah surga yang amat dirindukan (oleh saya). Surga tempat ku ingin kembali. Surga yang berhasil menyita waktuku untuk selalu mengingatnya. Surga yang bahkan hadir dalam setiap mimpi indahku. (((((LEBAY))))).

Baca: Fakta Unik Tentang Thailand yang Mungkin Kamu Belum Tahu

Kok tetiba jadi melankolis gak jelas gini ya? Kayak ada yang nggak beres nih. hihihi..

Well, mungkin ada yang bertanya-tanya dimanakah gerangan kota Sigli? Apakah Sigli bisa ditemukan di Google Maps? Apa yang istimewa dari Sigli? Baiklah, saya jawab satu-satu ya.

Sigli adalah ibukota Kabupaten Pidie yang jaraknya hanya sekitar 120 km dari Banda Aceh. Di Google Maps, tentu ada. Bahkan kalau mau search Desa Lampoh Lada (desaku yang kucinta) pun ada di Google Maps. Istimewanya apa? Banyaaaaaakkkk... Nah, ini dia hal-hal yang saya rindukan dari Sigli.

Baca: How to Survive in New Environment

 01. Keluarga Tertjintah

Saya punya keluarga yang lumayan besar: 2 kakak yang cuek tapi penyayang, 1 abang yang gengsian tapi perhatian, dan 14 keponakan dengan 14 macam perangai dan tingkah laku. Saya sebagai anak bungsu yang masih single-tapi happy-ngerasa beruntung sekali jadi bagian dari mereka. Walau jujur (semoga kakak dan abang saya nggak baca bagian ini) kadang bisa nguras tabungan untuk beli oleh-oleh pas mudik demi semua anggota keluarga dapat bagian, itu nggak ngurangin rasa bahagia saya. Dari lubuk hati paling dalam (saya jarang ngungkapin terang-terangan bahwa), saya sayang sekali dengan mereka. Semenjak kedua orang tua saya meninggal dari saya kecil, hanya merekalah orang-orang terkasih yang kadang nyebelin tapi ngangenin yang saya punya.
Dok.Pribadi. Personil belum lengkap

02. Suara Mengaji Anak-Anak.

Didekat rumah saya ada satu tempat pengajian yang setiap malam ramai dengan suara anak-anak mengaji. Suasananya adem sekali. saya sudah terbiasa ngedengar mereka bertilawah, bershalawat, menyanyi lagu-lagu qasidahan, kadang juga dengar mereka berantam karena ada teman yang jahil nyembunyiin sendal teman yang lain. Lucu juga kalau dipikir-pikir. Mereka hidup dengan beban paling berat adalah PR matematika. hahaha.. Saya juga rindu suara azan dari meunasah (surau_red). Rindu suara pak geuchik (kepala desa_red) mengimami shalat jamaah di meunasah. Ah, saya rindu suasana yang islami.


03. Suara Pengumuman di Meunasah

'Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pengumuman bagi seluruh warga desa Lampoh Lada, khusus bagi ureung agam, malam nyoe leuh sembahyang meugreb sama-sama tameusapat dikeu meunasah, guna tajak meudoa u Utue.' (Pengumuman bagi seluruh warga desa Lampoh Lada, khusu bagi laki-laki, besok malam setelah shalat magrib, kita berkumpul didepan surau, karena kita akan pergi tahlilan ke desa Utue). Semua orang bahkan anak-anak sudah hafal dengan pola pengumuman ini. ^^


04. Nongkrong di Pantai Alun-Alun Kota Sigli

Konon ini adalah tempat nongkrong yang paling terkenal di Sigli. Duduk ngobrol dengan teman-teman dibawah pohon cemara sambil nyemil bakso bakar, atau makan mie caluek di cafe-cafe sepanjang pantai adalah salah satu bagian yang saya rindukan. Apalagi sekarang pantainya ditata semakin rapi dan penuh warna. Ah, saya janji akan kesini saat saya mudik nanti.
Dok.Bustanul Arifin

05. Mie Bieng Cek Baha (Mie Kepiting Cek Baha)

Mie Aceh dengan keptiing sebagai bintang tamu racikan Cek Baha adalah mie aceh yang paling enak yang pernah saya makan. Mie Aceh yang dimasak dengan sedikit kuah a.k.a mie tumis ini memang lumayan mahal tergantung harga kepiting. Well, harga nggak pernah mengkhianati rasa. Kan, jadi ngiler gini. Nulis bagian ini sambil ngebayangin mie kepiting sih. ^^
Dok.Pribadi

06. Bakso 99 Ilot

Heran dengan bakso ini, udah murah, enak, banyak pula porsinya. Kalau udah bertandang kemari saya akan kalap. Bisa nambah sampai 2 porsi.


Dok. Fans page Bakso 99 Ilot

07. Mie Caluek Grong-Grong

Wah, kok ngomongin makanan semua sih, Lha, mau gimana, Sigli itu surganya makanan. Mie caluek Grong-Grong ini beda dengan mie caluek biasanya karena ada tambahan kacang merah rendang sebagai pelengkap kenikmatan rasanya. Ada tempe, tahu, dan jengkol rendang juga. Tinggal pilih aja sesuai selera. Dan harganya tau nggak berapa? Rp. 1.000,- saja. Entah nggak tau sekarang mungkin udah naik. Harga cabe melambung, bray.

Dok. Khairul Fuad

Sebenarnya banyak lagi yang saya rindukan dari Sigli termasuk teman-teman yang gaul dan gokil. Saya ceritakan yang ini saja dulu. Nanti akan saya sambung lagi edisi curhatnya. Burung irian burung cendrawasih, jika ada kata-kaa yang salah, boleh kita berjumpa lagi. Kalau ada sumur diladang, sekian dan terimagaji..

Billahitaufiq wal hidayah. Wassalamu'alaikum wr. wb.

Wisuda atau graduation day ceremony adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh para mahasiswa. Gimana nggak? Setelah bergelut dan berjuang menyelesaikan skripsi, tesis atau disertasi, wisuda adalah hari yang paling bersejarah dimana victory sudah ditangan. Yups, LULUS. 

Sama halnya di Indonesia, universitas-universitas di Thailand pun pasti akan menggelar acara wisuda bagi para lulusannya. Acara wisuda ini dihelat digedung besar. Tidak cuma itu, keluarga dan teman pun akan datang beramai-ramai memberikan ucapan selamat. Penjual bunga dan boneka juga ikut mengais rezeki dan berjejer di setiap sudut kampus yang sedang menggelar acara wisuda. Meriah. 

Nah, kemarin (20/2/2017), Thaksin University Phatthalung Campus sedang menghelat acara wisuda. Thaksin University adalah salah satu universitas di bagian selatan Thailand dimana saya bekerja. Sudah dua kali saya menyaksikan prosesi wisuda di universitas ini. Dan apa yang dapat saya simpulkan adalah prosesi wisuda universitas di Indonesia dan di Thailand itu sangat berbeda.

Mau tau apa bedanya? Penasaran, kan?

Ijazah diberikan langsung oleh anak raja

Kalau di Indonesia yang memberikan ijazah adalah rektor atau dekan. Nah, kalau di Thailand ijazah diberikan langsung oleh anak raja. Untuk Thaksin University, anak raja yang datang adalah Yang Mulia Putri Maha Chakri Sirindhorn. 

Dok. http://www.hatyaiok.com

Penjagaan ketat

Lha, wajar dong dapat penjagaan ketat. Kan anak raja mau datang. Polisi dan tentara menjaga di setiap sudut kampus selama 2 hari. Jalan alternatif menuju kampus banyak yang ditutup. Hanya jalan utama saja yang dibuka. Gak cuma itu, selama 1 minggu helikopter wara wiri untuk melakukan pemantauan udara. 

Anak raja datang dengan helikopter

Ada sekitar 2 atau 3 helikopter yang landing di area kampus mengantar dan mengawal anak raja. Kereeeen.. 

Melewati mesin scan

Para wisudawan dan wisudawati serta semua yang memasuki gedung wisuda harus melewati scanner untuk alasan keamanan. Tidak ada yang boleh membawa barang apapun termasuk ponsel kedalam ruangan. 

Dok. Pribadi. Didokumentasikan saat acara gladi bersih

Jadwal wisuda mengikuti jadwal anak raja

Kalau di Indonesia, jadwal wisuda sudah masuk kedalam kalender akademik, kan? So, sudah pasti tanggal wisudanya. Nah, kalau di Thailand mengikuti kekosongan jadwal anak raja. Contohnya, tahun lalu, Thaksin University menggelar acara wisuda bulan Juli, tahun ini bulan Februari. Jadi jadwal wisuda nggak bisa ditentukan a.k.a fleksibel. 

Memakai seragam hitam putih atau serba putih

Para lulusan universitas di Thailand, memakai seragam hitam putih atau serba putih-baik laki-laki maupun perempuan-sebelum memakai baju toga. Seragam serba putih dipakai oleh lulusan terbaik, atau lulusan dengan profesi tentara atau polisi, atau lulusan yang mengikuti program wajib militer. Para lulusan dengan profesi tentara/polisi dan yang mengikuti program wajib militer ini juga memakai sraung tangan putih dan membawa pedang. WOW!!

Tidak sama dengan di Indonesia, wisudawati memakai baju kebaya dengan berbagai warna dan model. Warna-warni seindah pelangi^^. Ditambah lagi dengan riasan dan model hijab yang bervariasi. hihihi... Nah, di Thailand itu simpel. Mereka memakai seragam hitam putih yaitu seragam mereka selama kuliah, riasan wajah yang minimalis, dan hijab yang digunakan juga simpel sekali.

P.s: Kalau mahasiswa di Indonesia kan freestyle gitu ya pakaiannya kalau ke kampus (kecuali jurusan tertentu). Nah beda lagi disini, hampir semua universitas mewajibkan seragam hitam putih untuk mahasiswanya. 
Dok. Maree Indy. Contoh seragam serba putih dan pedang bagi lulusan yang mengikuti program wajib militer

Acara wisuda digelar 4 hari berturut-turut

Ini bukan karena jumlah wisudawan dan wisudawati sampai puluhan ribu, tapi karena banyak proses yang harus dilakukan, mulai dari acara penghargaan tiap fakultas, gladi kotor, gladi bersih dan hari H. Kali ini Thaksin University mewisuda sekitar 3500 lulusan dari semua fakultas baik jenjang S1, S2 dan S3. Jumlah yang standar sih, sama dengan jumlah wisudawan dibeberapa kampus di Indonesia. 

Terus kenapa bisa sampai 4 hari gitu acaranya? 

#Day1

Hari pertama adalah hari prosesi yang digelar dimasing-masing fakultas para lulusan. Para lulusan, ketua prodi, dosen, dan staf semua berbaris didepan fakultas. Para lulusan diwajibkan memakai baju seragam hitam putih dan toga. Dekan, ketua prodi dan dosen memakai baju toga dari universitas lulusan mereka. Sedangkan karyawan memakai baju seragam kerja yang formal. Acara ini dipimpin oleh dekan.

Setelah menyalakan dupa atau lilin didepan patung raja dan berdoa menurut ajaran Buddha (para muslim diam dan memperhatikan saja, termasuk saya ^^), acara dilanjutkan dengan pembacaan ikrar wisudawan dan wisudawati yang dipimpin oleh salah satu lulusan. 

Terus acara dilanjutkan dengan gladi kotor diruang aula fakultas. 


Dok. Pribadi. Lulusan latihan mengambil ijazah

Dok. Pribadi. Serius amat sih. Senyum dong. Kecapean ya?

Dok. Pribadi. Luruskan barisan

#Day2

Hari kedua adalah hari party atau pesta para lulusan. Pesta-pesta ini diadakan diluar kampus. Nah, uniknya, para lulusan dan keluarganya harus mentraktir para adik kelas. Menurut mahasiswa saya, para lulusan harus mentraktir adik kelas yang sama nomor induknya. Contoh, nomor induk lulusan adalah 572103143, nah dia harus mentraktir adik kelas yang bernomor induk 582103143 dan 592103143. Jadi, sudah terorganisir gitu ya. Dan adik kelas itu harus duduk dan makan bersama keluarga si kakak kelasnya. 


Dok. Areena. Nyomot dari Instagram mahasiswa saya

Dok. Areena. Makan enak ditraktir kakak kelas

#Day3

Ini adalah hari gladi bersih yang ril. Para lulusan, dekan, ketua prodi dan dosen berbaris rapi di meeting point mulai dari jam 4 pagi dan kemudian berjalan menuju gedung wisuda. Semuanya memakai seragam hitam putih dan toga sama seperti hari pertama. Terus para wisudawan wisudawati melakukan latihan pengambilan ijazah satu persatu. Jadi, udah kayak wisuda beneran. Kebanyakan lulusan juga udah mulai foto-foto dengan keluarga di booth-booth gratis yang disediakan didalam kawasan kampus. Adik kelas dan teman juga sudah mulai memberikan bunga dan boneka untuk para lulusan. 


Dok. Pribadi. Jam 4 subuh udah pada ngumpul difakultas.

Dok. Pribadi. Ms. Dusanee salah satu dosen jurusan Public Health memakai toga universitas yang meluluskannya

Dok. Pribadi. No comment. Mata sayu mengantuk.


Ket. Proses gladi bersih diruangan wisuda

#Day4

Nah, ini hari dimana anak raja datang dan memberikan ijazah kepada para lulusan. Prosesnya persis hari ketiga. Setelah mendapat ijazah, dilanjutkan dengan pembacaan ikrar wisudawan-wisudawati yang dipimpin oleh satu orang lulusan, dan dilanjutkan dengan pidato Yang Mulia Putri Maha Chakri Sirindhorn selama kurang lebih 2-3 menit. 

Uniknya lagi, para lulusan yang sudah mendapat ijazah tidak boleh duduk sebelum semuanya mendapatkan ijazah. Kebayang gak, gimana capek dan pegelnya para lulusan? Gak apa-apa, ini kan hari bahagia. hihihi


Ket. Prosesi pengambilan ijazah yang dibagikan oleh Yang Mulia Putri Maha Chakri Sirindhorn
Itu dia beberapa perbedaan prosesi wisuda di Indonesia dan di Thailand. Unik dan menarik, kan? 

Yuk, ceritain juga uniknya prosesi wisuda dikampus almamater kamu..

Thanks for reading ^^







Sebagai blogger saya kepengen dong punya follower dan pembaca yang banyak. Nah, saya cari cara dan juga ikut mengamalkan saran yang diberikan teman-teman blogger senior. Saya selalu coba diskusi dengan blogger-blogger kece dan minta masukan tentang gimana saya harus mengelola blog saya. 

Nah, saya pun berkenalan dengan seorang teman dari Malaysia, namanya Noor Maizan. Follower dia banyak banget. 1400 lebih. Gilaaaa... Gimana cara ngumpulin tuh follower banyak banget. Saya pun tanpa ragu bertanya tips ke si Mai, panggilannya. 

Saya (S): "Hai, Mai. Boleh tanya-tanya gak? Gimana sih kamu bisa dapat follower yang banyak gitu? Keren ih kamu".

Mai (M): (membalas chat dengan bahasa gaul Malaysia) "Kalau nak dapat follower banyak, awak kena follow step-step nie. Satu, awak kena lah rajin blogwalking ke blog orang dan follow blog tu. Kalau orang dah kenal awak, mesti dia datang balik kat blog awak dan follow awak juga."

S: "Haah.. Saya juga udah sering blogwalking. Tapi mungkin masih belum masuk dalam kategori rajin kali ya."

M: "Dua, buat contest/giveaway. Paling mudah adalah segmen bloglist. Awak boleh buat syarat follow blog awak. Ramai akan join dan follow nanti."

S: 'Hmmmm, I'll try this', kata saya dalam hati. 

Terus Mai ngelanjutin.

M: "Tiga, letak button follower yang jelas. Kalau boleh masa awal-awal blogging nie letak pada bagian atas biar orang nampak dan senang nak klik 'follow'."

S: (Masih menyimak. Mai is typing...)

M: Empat, join segmen review. Buat masa sekarang ada segmen dari blog Syahirah Valiant. Bila orang review blog kita, nanti akan ramai lah yang akan lihat kehadiran blog kita tu. Mungkin ada juga orang yang akan jatuh cinta dengan blog kita."

Mai ikut memberikan link postingan Syahirah Valiant untuk saya. Tanpa ragu saya pun klik link nya dan ikutan join challenge nya.. 

Yup, mudah-mudahan ini bisa jadi salah satu cara saya menaikkan trafik di blog saya yang masih seumur jagung ini. The point is do as much as you can do. 

Semangat blogging Jasmi Lovers.. 

(((((Jasmi Lovers))))) lol ^^



Thailand adalah salah satu negara Asia Tenggara yang banyak dikunjungi oleh wisatawan termasuk wisatawan dari Indonesia. Negara yang diberi julukan Negara Gajah Putih ini dikenal dengan wisata alam, wisata budaya, dan wisata kuliner yang sangat menarik.

Masyarakat Thailand juga dikenal rendah hati, murah senyum dan nggak suka berdebat. Ini dibuktikan seringnya masyarakat Thailand mengucapkan "Mai bpen rai" yang artinya "nggak apa-apa" jika ada kesalahan. Masyarakat Thailand cenderung menghindari konflik satu sama lain. 

Tapi siapa sangka ternyata ada beberapa fakta unik tentang Thailand yang mungkin kamu belum tau. 6 fakta unik dan menarik ini saya alami sendiri sebagai bagian dari culture shock dan sebagian lagi saya dapat informasi dari mahasiswa-mahasiswa saya. Mau tau apa fakta uniknya?

Baca: Tips Menyewa Apartemen di Thailand

1. Thailand Memiliki Nama Ibukota Terpanjang Didunia


Nah, selama ini yang kita tahu nama ibukota Thailand adalah Bangkok, kan? Ternyata nama Bangkok itu panjang sekali yaitu terdiri dari 169 huruf. Nama Bangkok sebenarnya adalah 

"Krungthepmahanakhon Amonrattanakosin Mahintharayutthaya Mahadilokphop Noppharatratchathaniburirom Udomratchaniwetmahasathan Amonphimanawatansathit Sakkathattiyawitsanukamprasit."

Masyarakat Thailand sendiri sering nyebut dengan nama Krungthep aja. Wow, panjang sekali ya namanya. Ayo yang lagi gak ada kerjaan. Coba dihitung, sampai 169 huruf nggak?

Mahasiswa saya lancar sekali menyebut nama panjang Bangkok ini. Ya iyalah, kan nama ibukota negaranya. LOL


2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Sebelum Pemutaran Film di Bioskop

Saat kamu nonton film dibioskop, jangan terkejut kenapa orang tiba-tiba pada berdiri. Kenapa? Yups, sebelum pemutaran film, akan diputar lagu kebangsaan Thailand terlebih dulu. Dan semua orang diwajibkan berdiri. 

Saya juga waktu pertama kali nonton di bioskop sampai kebingungan, ini kenapa orang pada berdiri? Mau keluar teater atau apa nih? Atau jangan-jangan filmnya gagal diputar. Eh, rupa-rupanya kudu mendengarkan national anthem nya dulu. hihihi.. 

3. Masyarakat Thailand Suka Membeli Lotre


Dok. Jazzy Sutti. Penyerahan nomor lotre sebagai hadiah syukuran rumah baru salah satu staf

Lotre di Thailand dilegalkan. Dan masyarakat Thailand hobi sekali membeli nomor lotre. Pengumuman pemenang nomor lotre diumumkan 2 kali dalam sebulan, yaitu setiap tanggal 1 dan tanggal 16. Mereka juga suka menghadiahkan nomor lotre sebagai hadiah ulang tahun atau hadiah syukuran rumah baru. 

Uniknya, masyarakat Thailand suka mencari 'ilham' untuk nomor lotre yang akan dibeli dari pohon-pohon besar. Semacam cari pesugihan gitu deh. Caranya, mereka akan sayat-sayat pohonnya, kemudian bekas sayatan itu ditaburi bedak atau tepung untuk melihat angka yang muncul (dari sayatan tadi). Gak cuma itu, masyarakat Thailand juga percaya bahwa mimpi adalah salah satu petunjuk untuk membeli nomor lotre. Ada-ada saja. ^^

4. Pemutaran Lagu Kebangsaan Dua Kali Sehari

Kalau dinegara kita, lagu Indonesia raya mungkin diputar/dinyanyikan setiap hari Senin saat upacara bendera atau saat memperingati hari-hari nasional lainnya. Nah, di Thailand, lagu kebangsaan diputar dua kali setiap harinya, yaitu jam 8 pagi dan jam 6 sore. 

Lagu kebangsaan ini diputar ditempat-tempat umum seperti ditaman, pasar tradisional, dan kompleks perbelanjaan. Saat lagu ini diputar, setiap orang diharuskan berdiri dan menghentikan setiap kegiatan. Bahkan orang yang sedang berjalan pun harus berhenti, yang sedang mengendarai mobil dan sepeda motor juga seringnya pada berhenti. Sebegitu respeknya ya mereka pada negaranya. 


5. Ada Dua Kali Perayaan Hari Guru di Thailand

Dok. www.farm1.staticflickr.com
Di Thailand ada dua kali perayaan Teacher's Day a.k.a Hari Guru. Secara nasional, hari guru akan diperingati tanggal 16 Januari setiap tahunnya. Yang uniknya, hari guru tanggal 16 Januari ini, diperingati oleh guru junior datang memberi hormat kepada guru senior. Contohnya, saya kan udah jadi guru nih ya. Nah, pada tanggal 16 Januari ini, saya datang dan memberi hadiah atau bunga pada guru SMA saya misalkan, atau ke guru SD saya dulu. Gitu.

Hari guru yang disebut Wai Khru Day yang satunya lagi diperingati dua minggu setelah tahun ajaran baru dimulai disetiap sekolah atau perguruan tinggi. Wai Khru Day ini diperingati oleh siswa/mahasiswa dan guru/dosen disemua institusi. Wai Khru day diperingati sebagai bentuk rasa hormat antar guru dan siswa.

Dok. Pribadi. Wai Khru Day Faculty of Health and Sports Science Thaksin University


6. Memakai Baju Hitam, Putih atau Abu-Abu Selama Satu Tahun

Terhitung tanggal 13 Oktober 2016, hari dimana Raja Thailand Bhumibol Adulyadej mangkat, semua karyawan dari setiap institusi diwajibkan memakai baju hitam, putih, atau abu-abu selama setahun. Saat mengikuti acara formal pun diwajibkan memakai baju dengan warna-warna tersebut. Ini dilakukan karena Thailand berkabung dan merasa sangat kehilangan Raja yang berkuasa hingga 70 tahun ini. 



Itu dia fakta unik tentang Thailand. Semoga bisa menambah wawasan kamu semua.

Thanks for reading ^^

Kamu tau fakta yang lainnya? Sharing dikomentar yak!



This is a very big question that I always ask myself, 'how to make my students speak English without tears?'. I am still searching for the answer. 

Being given 7 classes to teach this semester seems like a nightmare for me. Not only that, each class contains about 40 or even 50 college students. Well, it is not as large as last semester when I got up to 80 students in one class. Yet, still, handling 40-50 students in English for Communication class is a big challenge for me as an English teacher.

Honestly, I encounter many difficulties in teaching English at my institution. First, I teach Public Health and Sports Science students who have low English proficiency especially speaking skill. Second, as mentioned before, the amount of students is too large (for me). Can you imagine how difficult do I carry on the class? I need to decide teaching strategies and learning objectives appropriately thus students can take a part in my class. Third, the faculty provides small meeting room for both of me and my students to study with U-shape seating arrangement. The tables can’t be moved. It is difficult to ask students to work in group then.

Within the situation I’ve been asked by the faculty boards to teach communication skills. Oh my god, what should I do? It is difficult to invite students to speak English. Yes, absolutely, they are reluctant to speak English due to they are afraid to make mistakes. I’ve been trying to motivate my students to speak foreign languages by sharing them my experiences. I did a lot of mistakes when speaking Thai when I firstly came to Thailand. Then, I ensure my students that it is normal to make mistakes when they are speaking English since it is not their mother language.



I hope by motivating them day by day, I can encourage them to speak up during the class. ‘Well, don’t give up! You need time to engage them to be attractive’, I said it to myself. Lol

Then, I realize that self-confidence is the password to make students speaking English. It’s like a key to open the door. What door? Door to provide opportunities for them to speak and speak. It’s like a captcha which determine that they are human beings, not robots, so it’s okay to make some errors. So, building students’ self-confidence is like a login access that I need to do at the very first of your class. Of course it’s done by motivating them.

Again, building students’ self-confidence is not as easy as ABC. It is not as easy as falling off a log. It’s not like clicking a magical button ‘abrakadabra’, then my students have high confidence to speak.  It’s one of the biggest challenges which needs more efforts and struggles.

So, here is what I’ve been doing in my class to encourage my students to enhance their confidence:


Let them to make errors.

Finding my students speaking English in my class is a happiness for me. So, I just let them to make errors as long as they speak English. Some of them might speak short phrases (not full sentences), as long as I understand, I will respond them. If I don’t understand what they mean, I will ask them to explain again.

However, as a teacher I should sometimes correct their sentences or pronunciation. I correct the errors in a right time by not interrupting them when they are speaking. I give them feedback after they are finish explaining.


Provide easy and interesting topics

Well, by providing them an easy and interesting topic which they are familiar with, they will have a lot of ideas in their mind. It will ease them to speak out. I sometimes ask them about which Korean Drama they have already watched. What is their opinion about the drama. Or, for male students, I sometimes asked which football club that they like the most. Simply, I invite them to have small conversation with me.


Give them guiding questions

I give an outline for students regarding a certain topic, for example talking about 'Thailand Culture’. Then, I ask them to work in group and select one category of culture (festival, famous food, traditional dance, and so on). After they select one category, I will give guiding questions for each group. For example, if they choose ‘festival’, I will ask, what is the name of the festival?, when the festival is held?, where the festival is held?, etc.


Give them time to prepare

I will give them time to prepare what they want to speak. They may write the script on their notebook, but when they present they will be not allowed to read or to cheat the script. The duration that I give them for preparation depends on the topic being discussed. 5 or 10 minutes is enough. Or I give about 20 - 25 minutes for work discussion activity. 


Allow them to speak Thai language at the end of the class

Before closing the lesson, I ask students to discuss what they have learnt in Thai language. It is done to ensure that they understand the lesson and the learning objectives are achieved. After discussing in Thai language, I will ask one or two students to explain in English.

Well, that's what I've been doing in my class to engage my students to speak in my class. Hopefully it can inspire you all.

Do you have any other ideas? Please feel free to share with me in comment box. 

Thank you for reading ^^



Dok. www.worldpulse.com

Kali ini saya akan ngebahas soal bullying yang kerap terjadi disekitar kita, tapi gak pernah kita sadari. Saya udah lama banget pengen nulis tentang bullying ini. Selama ini yang kita tau cuma bullying secara fisik yang sering beredar video anak-anak ABG yang lagi adu jotos. Ngeri banget. Saya gak pernah kuat nonton video kayak gituan. 

Ngomong-ngomong soal bullying, ternyata ada juga yang disebut psikologi bullying, verbal bullying dan cyberbullying. Dan hati-hati ternyata komentar negatif di facebook itu salah satu bentuk cyberbullying lho. Atau bisa juga dikategorikan ke psikologi atau verbal bullying untuk kasus yang lebih berat. Walau saya bukan psikolog, tapi saya peduli dengan efek yang ditimbulkan dari bullying jenis ini. Bahaya sekali.

Oke, sebelum kita lanjut membahas 4 jenis bullying diatas (fisik, psikologi, verbal, dan cyber), saya pengen curhat dulu. Kenapa tiba-tiba saya nulis tentang psikologi kayak gini? Karena saya gerah banget baca komentar-komentar negatif distatus saya. Sekayak memojokkan dan mau menjatuhkan.

Sadar gak sih, sekarang ini kita gak cuma hidup di zaman yang sesak dengan polusi udara dan polusi suara, tapi kita juga hidup di zaman polusi kebencian. Hatred sounds dimana-mana. Saling menggunjing, saling menjelekkan, saling membuka aib. Ya Allah, ngeri banget hidup kayak gini. Itu yang suka nyindir-nyindir dan menghina kok betah sih hidup kayak gitu?

Bener kata orang-orang, namanya juga hidup, Tuhan yang nentuin, kita yang jalanin, tetangga yang komentarin. Disekitar kita sekarang banyak terjadi, yang gak sama pendapat dengan seseorang, kita dibenci. Yang kita sukses dikit, ada orang yang iri. Terus yang iri suka ngomentar dengan nada negatif walau ujung-ujungnya ngomong 'ah, bercanda doang kok. Sensitif banget sih. Wah, main nya gak jauh nih.' 

Hell to the O, Hello... Bercanda gak usah sampai kelewatan gitu, nyindir-nyindir dan menjatuhkan orang lain. Kalau sekali dua kali sih si korban masih bisa terima. Kalau udah berkali-kali, bisa naik pitam juga.

Dari sini saya belajar satu hal. 
Bahwa urusan bullying ini tidak bisa dijadikan bahan candaan.
Dok. aspanational.files.wordpress.com

Sebagai seorang penguna sosial media aktif, saya sedikit tau etika penggunaannya. Sebaiknya sosial media memang digunakan untuk hal-hal positif. Saya suka share yang menurut saya bermanfaat gak cuma buat diri saya tapi juga buat orang lain. Kadang suka khilaf juga share link dan posting status yang gak ada faedah. Setelah sadar, saya terus hapus postingannya. Dan itu berulang terus siklusnya. Labil ya saya. Terus saya harus bangga gitu? hihihi

Saya juga gerah liat orang pada share tapi gak tau sebenarnya esensi dari berita yang dia share apa. Kadang ada juga tuh orang yang baca judul aja, terus share. Bahaya ini bahaya. Udah kronis nih level nya. Sebelum share link atau posting sesuatu harusnya cek dan ricek dulu. Terus nanya ke diri sendiri, 'kalau saya share postingan ini berapa banyak orang yang akan baca, berapa besar manaafat dan mudharatnya bagi orang banyak.' Intinya, jadilah pengguna sosial media yang cerdas. (eeeaaakkk!!!)

Sama halnya juga dengan komentar status atau postingan orang lain. Cobalah untuk tidak menebar kebencian saat berkomentar. Gak usah pake alesan ah just kidding kok. Bercanda gak usah kelewatan kayak gitu. Tau gak sih, komentar negatif bisa jadi menjatuhkan semangat seseorang walau cuma niat awalnya joking doang. 

Ini pengalaman pribadi saya. Banyak banget orang-orang entah itu kawan dekat atau kawan yang hanya sekedar kenal yang berkomentar negatif disetiap postingan saya. Saya jadi gerah. Gak bisa selo. Mbok nya komentar positif dikit napa. Bukan karna saya haus pujian ya. Gak usah dipuji juga gak apa-apa. Saya ya apa adanya. 

Biarin aja dikata, 'ah kamu gak bisa dibecandain. Kurang jauh ah main ya, kurang tinggi ah manjat pohonnya.' Sekarepmu lah. Tapi itu bisa jadi efek gak baik lho buat empunya status. Kadang banyak yg komentar difoto, 'iiiihhh kok tambah gendut sih', bla bla bla. Hei, perempuan mana yang seneng dibilang gendut? Saya sadar diri sih gemuk. Tapi gak usah dikomentarin juga. Mending kamu scoll aja cepat-cepat kebawah postingan saya. So, kamu gak kegatelan komentarin foto/postingan saya. Nah kan, jadi naik tensi gini. Maafkan saya yang khilaf ini ya sodara-sodara sekalian. 

Plis jangan udahan dulu. Jangan tutup dulu browsernya. Baca dulu sampai kelar. Syukur-syukur kalau ninggalin komentar ^^. 

Saya bukan haus pujian, saya faham betul hadist Rasulullah SAW bahwa 'memuji teman sendiri itu seperti memenggal kepalanya.'  Gak usah muji. Saya gak butuh. Tapi tau gak sih dengan komentar negatif dan merendahkan gitu saya jadi mikir, apa saya segitu gemuknya, apa saya segitu rendahnya? Saya bisa stres lho. Dan stres itu bisa buat saya makin gemuk. wkwkwkwk.

Udah segitu aja dulu curhat saya tentang apa yang saya alami. Well, sekarang mari kita bicara serius. 


Dok. www.cdn2.hubspot.net

Kenali 4 jenis bullying


Ada 4 bentuk bullying:

1. Physical bullying, contohnya memukul, meninju, menendang, dll yang melibatkan kekerasan fisik.

2. Psychological bullying, contohnya menyebar gosip, mengancam, atau bercanda dengan nada mengejek.

3. Verbal bullying, contohnya menghina, menyindir, meneriaki dengan kasar, memberi julukan negatif untuk orang lain. 

4. Cyberbullying, contohnya ya seperti melakukan penipuan melalui sosial media, menghina dan melontarkan komentar negatif di sosial media, dll.

Nah, komentar negatif di facebook atau sosial media lainnya bisa digolongkan cyberbullying yang didalamnya juga mengandung psikologi bullying dan verbal bullying. Ngeri banget ya, dalam satu tindakan aja mengcover 3 jenis bullying sekaligus. 

Terus apa dampak dari cyberbullying?

Salah satu dampak dari cyberbullying adalah membunuh karakter orang lain. Membuat orang lain mempunyai self-confidence yang lebih rendah. Lebih parahnya lagi cyberbullying ini membuat seseorang tertekan dan bahkan dalam beberapa kasus berat membuat orang sampai commit to suicide a.k.a bunuh diri.

Kalau untuk kasus saya pribadi mah masih tahap gerah dan geram a.k.a kzl. Gak akan sampe bunuh diri kelleus. Cuma diejek gitu doang. Na'udzubillah.

Terus, dampak cyberbullying ini juga si korban cenderung memiliki self-esteem yang rendah. Dan itu juga berdampak pada menurunnya prestasi akademik, prilaku kriminal, kesehatan yang memburuk, dan emosi yang tidak stabil.

Sayangnya, banyak sekali diantara kita tidak sadar diri yang bahwa dia sebenarnya adalah pelaku cyberbullying. Mereka tidak sadar telah menyakiti hati orang lain dengan komentar negatif dan mereka kadang suka membentengi diri dengan klise-klise seperti yang disebut tadi, 'sensitif banget sih, bercanda doang kok', 'ah, gitu aja marah, kurang piknik kamu'.

Nah, sebagai pengguna sosial media yang aktif, kita harus pintar menempatkan diri. Kita harus faham kapan harus berbicara dan kapan harus diam. Kita juga harus bisa mengendalikan otak, hati dan jari agar sinkron dan sama-sama kompak untuk gak mikir yang negatif, gak ngomong yang negatif, dan gak ngetik kata-kata negatif. Penting sekali mengontrol diri untuk berbicara dan berkomentar seperlunya.

Jadi, sebelum ngomong dan komentar itu mikir dulu, yang saya omongin dan komentarin ini berfaedah gak? Atau malah meninggalkan sayatan bagi si empunya postingan. Nah, kalau kira-kira gak ada faedahnya, ya gak usah. Cukup bagi like atau reaction aja. Udah gitu scroll aja kebawah.


Gitchuuuuu..

Semoga kita semua jadi pengguna sosial media yang cerdas dan bijak ya. Mari refleksi diri jangan-jangan kita pun pernah menjadi cyber bullier. ^^

Thanks for dropping by.

Untuk diskusi lebih lanjut, tinggalkan komentar ya.
Powered by Blogger.