Sigli, Surga yang Dirindukan (Part 2)

Monday, February 27, 2017 Jasmi Bakri 8 Comments

Dok. http://www.panoramio.com

Ini lanjutan cerita saya tentang Sigli, surga yang dirindukan.


Saya masih belum sembuh dari sakit, sakit merindukan rumah. Dokter ahli penyakit homesick pribadi saya (hati, jiwa dan raga_red) berani mendiagnosis bahwa penyakit saya sudah stadium akhir. Sudah sangat kritis hingga perlu terapi seperti menelpon keluarga, melihat postingan orang lain diseputaran kampung halaman, chatting dengan teman seperjuangan dulu, atau menulis tentang Sigli seperti yang saya lakukan sekarang. Kata dokter, saya harus melakukan terapi-terapi itu hingga tiba jadwal operasi saya nanti a.k.a mudik.

Tulisan ini masih bergenre curhat. Dan mungkin sedikit mewakili perasaan teman-teman sesama perantau. Jangankan yang jauh kayak saya, yang merantau 5 langkah yang bisa bolak-balik Sigli tiap minggu pun kadang merasakan hal yang sama. Ah, Sigli terlalu indah untuk ditinggal pergi begitu lama.

Tentu tulisan kali ini dimulai dari list nomor 08 karena nomor 01 sampai 07 sudah saya bahas sebelumnya.

Baca: Sigli, Surga yang Dirindukan (Part 1)

Well, apa yang saya rindukan dari Sigli berikutnya adalah.... Eng ing eng...

08. Toko Buku Al-hikmah

Toko ini terletak di jantung Kota Sigli. Dulu sekali waktu saya masih SMP saya selalu jajan buku paket pelajaran dan juga kitab-kitab yang diwajibkan oleh ustad, contohnya kitab Safinatun Najah dan kitab Akhlaqul Lil Banin di toko ini. Yang paling berkesan adalah saya beli Kamus Bahasa Inggris 1 Miliar Kata pertama saya di toko ini. Kayaknya kamusnya masih ada dirumah, tapi mungkin udah usang banget. ^^

Dulu Alhikmah adalah toko buku favorit dibandingkan toko buku lainnya (yang mungkin hanya 1 atau 2 buah saja). Mungkin karena harga bukunya lebih murah dan juga lebih lengkap. Sekarang, semakin banyaknya toko buku yang hadir di Kota Sigli, Alhikmah pun masih tetap eksis dan lebih banyak menjual buku-buku yang lebih islami dan kitab kuning.


09. SMP Unggul YPPU Sigli

Gimana saya nggak rindu, sekolah ini lah yang mengajarkan banyak hal kepada saya. Nggak cuma mengajarkan untuk berprestasi secara akademik, tapi juga peningkatan iman dan penguatan akidah yang saya yakini harus terus ditingkatkan. Justru itu, pihak sekolah menyediakan pelajaran ekstra seperti belajar membaca Al-quran berirama seperti Qari, membaca kitab (diantaranya seperti yang saya sebutkan diatas), Bahasa Arab dan Tulisan Arab Indonesia.

Saya ingat sekali Pak Ilyas, guru membaca Al-quran sering menyuruh Ulid, teman saya membaca dengan irama tertentu, 'Maulidarni, asyi kheun beu mameh sigee' (Ulid, coba kamu baca yang bagus sekali). Ulid memang paling pintar membaca Al-quran berirama di kelas. Jadilah dia selalu disuruh oleh Pak Ilyas.


Dok. Page SMPs Unggul YPPU Sigli

10. Toko Aksesoris New Boys

Baiklah, pembaca cowok boleh skip bagian ini karena pasti akan geleng-geleng kepala.

Maklum aja, penulis kan cewek. Jadi wajar dong toko aksesoris ini dikangenin. Saya sering kalap belanja ditoko ini. Aksesorisnya lengkap dan bagus-bagus, udah gitu murah-murah pula. Nah, saya kangen belanja disini. Pengen beli bros a.k.a pin kerudung yang banyak. Pengen beli gelang biar tambah kece kalau ngantor. Pengen beli jam tangan juga, biar jadi koleksi dan ganti-ganti tiap hari. hihihi..

Toko Aksesoris New Boys ini kayaknya dulu dibuka pas New Boys grup band dari negara tetangga, Malaysia lagi terkenal-terkenalnya tuh di Indonesia. Kreatif juga itu ownernya ngasih nama toko. Mudah-mudahan jadi doa biar seterkenal New Boys. ^^


Penulis kesulitan menemukan sumber foto

11. Bundaran Pohon Beringin

Bundaran ini ada ditengah-tengah kota Sigli pas didepan Kantor Satlantas. Terakhir saya pulang kampung, saya terjaring razia disini karena nggak pakai helm. Jangan ditiru ya kawan-kawan. Jadilah pengendara sepeda motor yang baik dan benar serta mematuhi aturan yang berlaku.

Remaja yang belum punya SIM kalau mau jalan-jalan sore, selalu menghindari melewati bundaran ini. Ya itu, karena sering ada razia. ^^ Jadi mereka biasanya melewati jalur alternatif, jalan Blang Paseh - Benteng. Jalan Blang Paseh - Benteng ini juga jadi jalur wajib dilintasi kalau lagi jalan-jalan karena jalannya tembus ke pinggir Pantai Alun-Alun Sigli. hihihi.. Bener kan ya??


12. Gorengan Simpang Tiga

Ini jadi tempat nongkrong favorit saya nih. Tinggal bawa cicis 5000 rupiah aja bisa makan tempe dan tahu isi sampe kenyang. Sambel kecapnya itu lho, cocok banget dilidah saya. Pisang gorengnya juga enak banget beneran.

Tempatnya juga cozy banget di halaman rumah owner yang banyak pohonnya. Adem. Bandrek, pasangan sejoli gorengan pun disediakan juga disini. Rasa jahenya kuat banget. Ditambah aksesoris kacang tanah didalamnya bikin tambah maknyus. ^^


13. Mie Kocok Kramat Dalam

Oh tuhan, sudah lama saya nggak makan mie kocok ini. Sudah 4 tahun? 5 tahun? mungkin lebih. Tetiba saya ngidam mie kocok, makanya saya masukkan dalam list tulisan ini. Nggak bisa bayangin ah kuah mie kocoknya yang kental dan gurih, mie nya juga matang nya pas. Ditambah bintang tamu kerupuk mulieng (kerupuk melinjo_red) dan udang giling, aduhai ngerock n roll pula perut saya pas nulis bagian ini. Ilernya ditahan-tahan, biar nggak ngences. ^^
Dok. Siti Riski Maisura

14. Mie Arang dan Es Campur

Saya memang penggila mie. Jadi, segala jenis olahan mie saya makan. Mie arang ini salah satunya. Tempatnya diseputaran pasar Sigli, dekat-dekat juga sih dengan toko aksesoris New Boys (yah, kalau tokonya belum pindah.hihihi). Rasa mie nya khas banget, gimana ya ngomongnya, kayak ada aroma-aroma arang gitu karena kan dimasak pakai api dari hasil pembakaran arang. 

Biasanya kalau makan disini, saya pesan sepaket dengan es campur. Es campurnya seger banget dan manis. Campuran kacang ijo, sedikit santan, dan gula merah, meresap sampai ke tenggorokan. Terbaik lah es campur ini. 


Dok. Cut Nur Pengantin

Udah, segitu aja dulu ceritanya. Nanti kapan-kapan disambung lagi ke part 3 nya. Kan udah saya bilang tadi, Sigli itu adalah surga yang terlalu indah untuk dilupakan. Hal-hal kecil yang saya hidupi di Sigli, justru itu yang paling saya rindukan. 

Terus, apa cerita teman-teman? Apa yang teman-teman rindukan dari Sigli atau kampung halaman? Yuk, sharing cerita di kolom komentar. 

Thanks for reading and dropping by. ^^

P.s: Sorry, gambar dan dokumentasinya terbatas. 

8 comments:

  1. Top tulisannya...
    Mengobati rindu para perantau dari Sigli :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Yengki.. Orang sigli juga ya?? Apa yang paling dirindui dari Sigli???

      Btw, follow blog saya dong. :)

      Delete
  2. cita2 saya ingin menghabiskan masa tua saya di Sigli

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pun sama. Sejauh apapun kita merantau, kampung halaman adalah tempat istimewa untuk menghabiskan masa tua.

      Delete
  3. Saya tak pernah ke sana! (T,T)
    Kayaknya Mie Arangnya sedap dan gurih!
    Jadi pengen mencicipi!

    ReplyDelete
  4. Kalo ke Sigli keknya wajib nyobain mie arang nih.

    ReplyDelete