#Memesonaitu Rela Remedial Pelajaran Kesabaran

Wednesday, March 29, 2017 Jasmi Bakri 21 Comments


'Hidup adalah tentang belajar tanpa henti', itulah motto hidup saya. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari kehidupan. Mulai dari belajar menghargai orang lain, belajar berbuat baik, belajar untuk tegar, belajar menguasai berbagai ilmu pengetahuan, belajar menyayangi sesama makhluk hidup, belajar mengamalkan suatu kepercayaan dengan baik dan benar, bahkan untuk memesona pun bisa dipelajari dari kehidupan. 
Adalah saya, seorang wanita dewasa yang merasa diri belum matang berusia 27 tahun, pun belajar banyak dari kehidupan. Saya tidak hanya belajar ilmu pengetahuan seperti Biologi, Fisika, Matematika, dan lain-lain selama hidup saya, tapi saya juga belajar ilmu kesabaran. Ini adalah pelajaran favorit saya; pelajaran SABAR. Sangking favoritnya, saya rela jika harus remedial alias mengulang pelajaran ini dari fase ke fase hidup saya.
Kenapa begitu?
Karena saya adalah salah seorang penganut paham 'kesabaran adalah kunci kebahagiaan', dimana secara Matematika dapat dikatakan bawha sabar berbanding lurus dengan bahagia. Semakin tinggi tingkat kesabaran seseorang, semakin tinggi pula kebahagiaan yang diperolehnya, begitu kira-kira kesimpulannya.
Sabar itu ibarat login access menuju kebahagiaan, semacam password untuk dapat masuk ke 'surga' kebahagiaan. Tentu saja, mencapai level tertinggi kesabaran ini tidak semudah mengeja ABCD, tidak secepat merebus mie instan yang cuma butuh 3 menit untuk siap saji. Harus melakukan banyak usaha dan melewati banyak ujian untuk meningkatkan kesabaran ini.
Terus ada yang bertanya, apa sebenarnya hakikat sabar itu? bagaimana cara menjadi orang yang sabar? Apa hikmah dari sabar? Dan mengapa #memesonaitu salah satunya adalah orang yang sabar? (menurut versi saya).
Menurut saya, hakikat sabar adalah kemampuan diri untuk menahan amarah, tidak berputus asa, berpikiran positif atas segala bentuk musibah yang menimpa diri, dan tidak mengeluh pada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan hati. Begitulah hakikat sabar menurut versi saya. 
Saya juga tentu sudah melewati berbagai masalah kehidupan yang makin lama makin meningkat level kerumitannya. Sehingga, saya pun perlu terus meningkatkan kadar sabar saya. Oleh karena itu, saya sangat rela jika harus remedial pelajaran terpenting dalam kehidupan ini terus menerus. Lantas apa yang harus saya (dan kita) lakukan untuk menjadi orang yang sabar?
1. Berpikir Positif
Ingat, Allah itu sesuai prasangka hambaNya. Maka berpikir positif lah terhadap apa yang menimpa kita. Itu yang selalu saya tanamkan dalam diri saya. Bahwa dibalik segala sesuatu hal yang tidak diinginkan menimpa saya, saya akan selalu mencari sebanyak-banyaknya hikmah dari kejadian tersebut. 
Dengan berpikir positif, kita akan lebih optimis lagi dalam menjalani hidup. 
2. Tidak Panik
Salah satu cara meningkatkan kesabaran dalam diri kita adalah tidak panik dalam menghadapi situasi apapun. Tetaplah tenang dan rileks, karena kalau kita panik pun tidak akan menarik kembali kejadian yang sudah berlaku. Justru dengan tenang, kesabaran akan muncul dalam diri kita. Dan kita pun dapat mengendalikan keadaan pelan-pelan. 
Agar tidak panik, saya selalu menanamkan rumus dalam diri saya bahwa 'Allah tidak akan mengantar saya sejauh ini hanya untuk menelantarkan saya'.
3. Berzikir
Berzikirlah setiap saat disela-sela pekerjaan. Itu yang selalu kita lakukan. Saya selalu berusaha untuk berzikir dan beristighfar setiap hari. Dengan begitu, masalah apapun yang sedang kita hadapi akan terasa lebih ringan. Saat badan mulai terasa lelah, dan pikiran mulai buntu, maka segerakan beristighfar dan memohon agar ditunjukkan jalan keluar atas permasalahan yang sedang kita hadapi. 
4. Diam
Diam adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk mereda marah. Dengan meredanya marah, maka dari situ kita bisa merasakan bahwa kesabaran yang ada dalam diri kita sedang memainkan perannya. Diam adalah cara terbaik untuk tidak memperkeruh suasana. Saat saya memutuskan untuk diam, saya cenderung lebih mudah menemukan solusi dari permasalahan yang ada.
5. Berusaha Untuk Meminta Maaf dan Selalu Memaafkan
Merendahkan ego untuk meminta maaf dan coba untuk memafkan kesalahan orang lain akan membuat kita lebih tenang dan tentram. Saya pribadi selalu mencoba untuk meminta maaf terlebih dahulu dan kemudian memaafkan kesalahan orang lain walaupun saya tahu betul bahwa bukan saya yang salah. Bukankah orang yang bisa melakukan dua hal ini adalah orang-orang bermental pemenang?
Jadi, #memesona menurut saya adalah tidak berhenti meningkatkan kesabaran dalam diri karena untuk menjadi hamba yang disayang Allah itu tidak mudah. Akan banyak halang rintang yang akan dilalui. Semakin lama, semakin berat dan semakin kompleks. Justru itu kita perlu kadar kesabaran yang makin tinggi, lebih tinggi dan semakin tinggi. 
Nah, ini cerita saya tentang #memesonaitu rela remedial pelajaran kesabaran. Bagaimana #memesonaitu versimu? Yuk, ceritakan kisahmu di sini dan pancarkan pesonamu. 






21 comments:

  1. Saya juga adalah salah seorang penganut paham 'kesabaran adalah kunci kebahagiaan'.

    ReplyDelete
  2. aku orangnya nggak sabaran nih.. kayaknya harus banyak belajar nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba.. Pokoknya udah jatah remedial aja seumur hidup. Hehe

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Aku kadang menjadi orang yang sabar untuk beberapa hal, tapi kadang bisa menjadi enggak sabaran dalam sayu hal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang ada hal2 yang sulit untuk sabar tapi tetap juga harus sabar. nah lho, gimana tuh. hihihi

      Delete
  5. Suka banget dengan tulisan km ini dek,semua yg km tulis itu,alhamdulillah,sama seperti yg selama ini mas lakukan..,2 jempol buat tulisan km

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi mas the one.. 2 jempol aja? gak lebih? hahaha

      Delete
  6. aku baru bisa nomor 2-4 doang mba.. yg ke 1 dan 5 masih harus banyak belajar ;_;

    suika-lovers.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. no 5 tu susah2 gampang ya ternyata. memaafkan, tapi sering ikhlas gak ikhlas.. Yang terpenting kita mah berusaha jadi lebih baik aja ya mbak.. ^^

      Delete
  7. setuju mbak, karena dalam Al-Quran sudah disebutkan dengan tegas dan Allah memerintahkan untuk "Sabar dan Sholat". Sebenarnya itulah kuncinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mbak.. tinggal diimplementasikan aja dgn benar.

      Delete
  8. Intinya sabar itu berbuah manis y mba,,,

    ReplyDelete
  9. Saya biasanya berdzikir dulu baru kemudian, berfikir positif,, semoga Allah swt memberikan yg terbaik, dan juga jangan panik tentunya,.
    karena kepanikan membuat segalanya berantakan..
    nice post..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Istighfar atau berzikir itu memang akan spontan terucap kalau udah terbiasa.. Intinya jadi lebih baik lah setiap harinya.. hihihi

      Delete
  10. wah #memesonaitu versi mahasiswa ini yaa...aku juga punya lho #memesonaitu versi emak2 late 30s hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya harus baca tuh post nya mbak.. Buat bekal menjelang 30-an.. Makasih mbak udah mampir

      Delete
  11. Nice post mba... iyahh sebagai manusia memang sudah sepatutnya buat sabar dalam segala hal.. terutama ketika disana ada orang2 yang mencoba untuk menerobos dinding kesabaran kita..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya dindingnya dilebarin terus biar susah orang nerobosnya.. Orang2 yang menguji kesabaran kita tuh harusnya dikasih gelas cantik aja. biar diem mingkem. hahha

      Delete