4 Aplikasi Android Untuk Bikin Kartu Nama Digital

Wednesday, July 26, 2017 Jasmi Bakri 38 Comments


Kartu nama adalah benda yang penting dan wajib dimiliki oleh para pembisnis atau mereka yang bekerja di perusahaan. Kartu nama bisa dibilang melambangkan profesionalitas seseorang. Melalui kartu nama, kita bisa bertukar kontak dengan relasi atau klien. 

Tidak hanya bagi pembisnis saja, semua profesi dikalangan masyarakat terlebih bagi mereka yang menjual jasa, perlu memiliki kartu nama. Bahkan tukang ojek pun mempunyai kartu nama untuk diberikan pada penumpang agar gampang dihubungi saat diperlukan. Apalagi travel agent seperti saya, sudah semestinya mempunyai kartu nama. 

Nah, selama ini kartu nama yang familiar dikalangan kita adalah yang diprint out di kertas, kan? Ternyata, sekarang sudah ada kartu nama digital lho. Ya sesuai dengan perkembangan teknologi, kartu nama digital ini di desain untuk bisa dikirimkan melalui Email, Whatsapp atau aplikasi chatting lainnya. Lebih mudah dan menghemat kertas kan ya. Lebih Go Green gitu. ^^

Membuat kartu nama digital sekarang cukup mudah. Bahkan bisa dibuat melalui smartphone dan bisa di download secara gratis di Play Store. Berikut 4 aplikasi android yang kece banget untuk membuat kartu nama digital

Business Card Maker & Creator

Aplikasi android ini sangat mudah dioperasikan. Kamu bisa mendesain kartu nama berbagai warna sesuai selera. Kamu bisa menambah logo sesuai kebutuhan. Bukan cuma itu, kamu juga bisa memilih font yang variatif sekali. 

Aplikasi ini juga menyediakan fitur untuk menambah template yang kita buat sendiri. Baik itu tamplate yang kita download atau foto dari galeri yang mau kita jadikan background kartu nama. Menarik kan?

Tapi kurangnya aplikasi ini adalah template yang disediakan tidak begitu banyak. Hanya tamplate simple saja yang disediakan. 


Benbo

Aplikasi pembuat kartu nama digital yang satu ini bisa dibilang keren. Kamu bisa berhubungan dengan orang lain sesama pengguna Benbo diseluruh dunia berdasarkan perusahaan yang berhubungan atau berdasarkan kota yang sama.

Kerennya lagi, kamu bisa menambah kontak teman yang lain hanya dengan memindai barcode akun Benbo kamu. Nah, untuk sign in di Benbo juga mudah, bisa melalui akun Google+ atau melalui akun Facebook kamu sendiri. Gampang banget kan?

Kurangnya aplikasi ini adalah design template yang disediakan bahkan lebih sedikit dari aplikasi Business Card Maker & Creator. Dan fitur autocomplete untuk alamatnya bikin gemes. Soalnya bisa jadi alamat kita tidak tersedia di pilihan autocomplete itu. Hiks..

Lenscard - Business Card Maker

Ini aplikasi yang super kece. Template yang disediakan banyak dan variatif banget. Templatenya juga disesuaikan dengan jenis perusahaan atau jasa yang kita punya. Mulai dari template bertema umum dan simple, tema black & white, photography, business, art, food & drink, fashion & nail, bahkan untuk pet shop pun ada templatenya. 

Kamu juga bisa menyimpan data diri kamu secara otomatis. Sebelum kamu explore templatenya, akan ada kotak perintah untuk melengkapi data diri. Dan kamu juga bisa menambah logo perusahaan kamu. 

Nah, kamu juga bisa mengedit data diri dengan mengklik tombol user. Kamu bisa menambah atau mengganti biodata kamu. Nah, biodata ini akan dimasukkan secara otomatis kedalam template-template yang kamu pilih. So, kamu bisa lebih leluasa mendesain tanpa harus bolak-balik ngetik data diri di template yang akan kamu explore. 

Business Card Maker

Aplikasi ini juga gak kalah menarik. Kita bisa mendesain kartu nama dengan template yang standar (horizontal view), vertical, multi-sized, atau bisa di costume sendiri desain dan warna nyasesuai selera. 

Biodata bisa diisi secara manual atau dengan perintah suara dari Google. Menarik kan? Selain itu, kamu juga bisa mengundang teman untuk bergabung atau menggunakan apikasi ini via Whatsapp, Email, Line, atau aplikasi chatting lainnya.

Nah, itu dia 4 aplikasi android pembuat kartu nama yang bisa diunduh secara gratis di Play Store. Tunggu apa lagi, download segera dan mainkan kreatifitasmu.


Dibuat menggunakan Business Card Maker & Creator


38 comments:

Lho, Kok Tiba-Tiba Sudah Ada di Krabi? Ngapain?

Thursday, July 20, 2017 Jasmi Bakri 32 Comments


Hai Jasmi Lovers. Masih dalam Mood Lebaran kan ya? Syawal tinggal beberapa hari lagi nih. Semoga belum terlambat ngucapin Selamat Hari Raya untuk para readers dan followers The Amazing Me. Mohon maaf lahir batin ya semuanya.. Ayo, yang belum selesai puasa 6 di bulan Syawal bisa segera dikhatamkan. ^^

Udah lama ya gak nulis. Ada sih beberapa draft yang belum selesai dirampungkan. Udah lama banget malah ngetemnya. Tapi ya gitu, gak ada cerita lain kalau memang gak ada ide dan mood untuk ngerampungin. hihi.. Merasa berdosa banget sama diri sendiri karena kok sekayak mungkir dari dunia perbloggeran. lol. Lha iya, tulisan tentang bahagia banget bisa lebaran dikampung halaman (read: Aceh), masih juga ngetem di draft. Hm, baiklah. Jangan dibahas.

Salah satu toko souvenir di Walking Street atau Night Market Krabi
Kembali ke laptop. Nah, hari Minggu tanggal 9 Juli lalu, tiba-tiba saya pengen ke Krabi, salah satu destinasi favorit di Thailand Selatan. Jaraknya cuma sekitar 3 jam naik bus dari tempat tinggal saya di Papayom Changwat Phatthalung. Awalnya mau stay 1 malam aja di Krabi. Kan lagi low season, pasti gak bisa island hopping.

Oh ya, hari Senin nya adalah hari libur nasional di Thailand. Gak tau libur apaan, pokoknya tanggal merah aja di kalender. Gak bisa baca keterangannya soalnya ditulis pake huruf ulet. hihi. Dari pada saya diem mingkem dikosan, apa salahnya kalau saya jalan-jalan menghirup udara luar. Ya kan?

Karena bulan ini gak ada budget untuk jalan-jalan karena habis untuk ongkos pulang kampung dan gaji dipotong karena demi pulang kampung, jadi saya cuma punya jajan yang minimalis banget untuk biaya operasional jalan-jalan kali ini. Dan rela untuk gak jajan diluar setelah balik dari liburan nanti sampai gajian akhir bulan nanti.

Suasana jalan dari rumah ke Krabi. Kiri kanan hutan. 
Awalnya saya bajetin 2000 Bath aja berdua dengan travel partner saya untuk 2H1M. Tapi karena akhirnya extend 1 malam lagi, so total bajet nya jadi 3000 bath berdua which is jadi 1500 bath aja per person (Sekitar Rp. 600.000,-). Nah, karena bajet nya minimal banget, kami memutuskan untuk motoran aja dari Papayom ke Pantai Ao Nang Krabi. Jarak tempuh cuma 2 Jam 49 Menit menurut perhitungan Google Maps yang reality nya jadi 4 jam karena hujan. ^^

Lumayan capek juga sih perjalanannya. Ya mau gimana, demi menghemat. kalau naik van atau bus sekirat 300-400 bath per orang one way lho ya, lha kalau motoran cuma ngisi bensin 120 Bath aja full tank. Masih nyisa pulak untuk jalan-jalan di Krabinya. Hemat banget kan yak.

Kami milih untuk nginep diseputaran Pantai Ao Nang yang memang rame banget kalau malam. Awalnya mau nginep di hostel aja. Gak apa-apa campur sama yang lain sampe 12 orang satu dorm. Tapi kebanyakan hostel mix cowok dan ceweknya. Ya udah, akhirnya nyari hotel yang low fare gitu. Eh, nemu dong yang 450 Bath semalam pake AC dan private bathroom lagi. Namanya Neptune Guest House, sekitar 5 menit motoran ke Pantai Ao Nang.

Lumayan sih. Untuk bajet segitu guest house ini nyaman lah.
Nyampe Krabi udah sore sih. Jadi, agenda yang pertama yang kami lakukan adalah makan malam dan main-main di Krabi Night Martket atau disebut juga Krabi Walking Street. Walking street ini dibuka jam 3 sore sampe jam 9 malam. Banyak barang-barang unik dan juga soub\venir dijual disini. Makanan juga berjibun.. Tinggal pilih aja mau apa dan yang penting halal kan yak. ^^ Karena udah kenyang pas makan malam di Rohanee restaurant, jadi we ngeliat makanan udah gak nafsu lagi.

Puas belanja belanji, kami pun pulang dan istirahat. Recharge energi untuk jalan-jalan besoknya dengan destinasi Emerald Pool which is jaraknya sekitar 1 jam setengah dari Ao Nang Beach. Wah, perjuangan banget deh pokoknya. Sempat singgah di Mountain View Cafe yang cantik banget desainnya. Numpang foto aja di luarnya. Belum puas foto-foto eh batre handphone habis. Dua-duanya pulak habisnya. Alamak ai..

Penampakan The Mountain View dari depan. Spion motor saya numpang lewat ya..
Besoknya, setelah sarapan nasi kuning dan ayam goreng, barulah adventure sebenarnya dimulai dengan berbekal GPS. Sebenarnya banyak banget tempat yang bisa disinggahi disepanjang jalan menuju Emerald Pool. Tapi kami ya sekedar lewat aja, karena memang tujuan utama ke Krabi ya pengen ke Emerald Pool dan Blue Pool gitu. Dua pool ini letaknya dikawasan yang sama.



Singkat cerita, sampailah kami di kawasan Emerald Pool. Kami harus membayar tiket 200 Bath per orang untuk foreigner. Sedangkan untuk orang lokal cuma 20 Bath aja. Jauh banget kan selisih harganya. FYI, tahun 2015 saya juga udah pernah ke Krabi, udah pernah juga ke Emerald Pool ini. Tapi tempo hari itu ngambil paket yang sekalian dengan wisata ke Hot Spring, Tiger Cave dan Elephant Trekking. Jadi gak nyangka banget harga tiket masuk ke Emerald Pool semahal itu. Alah, gak apa-apa lah. Udah jauh-jauh datang.

Emerald Pool yang rame banget.

Disuguhi pemandangan seger kayak gini disepanjang trekking ke Emerald Pool

Abaikan size modelnya
Tujuan kami sebenarnya pengen ke Blue Pool. Soalnya pas pertama kali datang saya sendiri gak puas foto-fotonya. Saya semangat banget jalan kaki dari pintu masuk ke TKP sekitar 2 KM. Jalanannya natural banget. Seger banget soalnya kan lokasinya memang ditengah-tengah hutan.

Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii malah kecewa banget pas tau ternyata Blue Pool nya tutup selain karena low season, tempat ini ditutup karena lagi musim kawin burung Gurney Pitta. Hiks.. Kecewa maksimal lah pokoknya. Udah jauh-jauh, bayar tiket masuk mahal, eh malah ditutup tempatnya. Harusnya kalau slaah satu di tutup gitu kan bayar tiketnya setengah aja gitu kan ya. Kok petugasnya gak ngasih tau juga gitu kalau Blue Pool ditutup. Kecewa penonton.

Walhasil, ya ngeksis di seputaran Emerald Pool aja yang lumayan penuh sama pengunjung yang berenang disana. Kali ini saya dan teman gak ikutan mandi karena gak bawa baju ganti.

Dijalan pulang kehotel, kami mampir dulu ke Shell Fossil Beach. Lagi-lagi track menuju Shell Fossil Beach ini ditutup. Hanya bisa foto-foto di pintu masuk aja dari atas. Aduh, kok kayak gak jodoh banget jalan-jalan kali ini. Hiks hiks.

Penampakan Shell Fossil Beach dari atas. Dikejauhan juga keliatan Chiken Island.
Gak lama juga kami disana. Cuma kitar 15 menitan gitu deh. Udah gitu kami pun menuju ke Seven Heaven yang kami juga penasaran tempat apa itu sebenarnya. Sempat sesat karena GPS malah nunjuk Seven Heaven Residence, destinasi aslinya gak ketemu, mana waktu makin sore pula. Bener-bener gak beruntung deh pokoknya. Ada aja kejadian yang gak kena gitu.


Karena keburu sore, maka kami memutuskan untuk ke The Hilltop Bar & Restaurant untuk menikmati sunset. Rame banget disini. Dan pada heran jugak kok ada muslimah cantik yang datang ke bar.. Hahaha.. Misi ya mas mbak, mau numpang foto ae. Sebelumnya izin dulu sama guard nya. Syukurlah diizinkan padahal sebenarnya tempat ini gak dibuka untuk umum. Alhamdulillah, kekecewaan kami sedikit mereda karena guard nya kooperatif banget.



The Hilltop ini adalah tempat paling kece untuk nikmati sunset di Krabi. Jalanannya juga ngeri-ngeri sedap. Tanjakannya itu bikin jantungan. haha. But, kamu harus coba kesana deh. Rasakan sendiri medan tanjakannya. ^^


Malemnya, kami makan di Food Corner yang cozy banget. Gerai makan nya unik berbentuk Igloo rumah para Eskimo. Banyak juga barang-barang unik dan souvenir yang dijual di seputaran food corner ini. Ada juga Fish Spa untuk relaksasi kaki. Katanya sih si ikan pada makan kulit mati dikaki kita dan mbikin kaki seger gitu.

Oh ya, FYI di Krabi banyak banget tempat massage dengan harga yang bisa ditawar (untuk low season). Massage selalu dapat bajet khusus dari pengeluaran saya kalau lagi pas jalan-jalan. Well, kecewa banget sama massage kali ini karena Mbak nya kok kayak gak ikhlas gitu mijitnya. Kaki saya sampai lebam gitu karna dipijit terlalu kuat. Hmmm..

Makan malam di Food Corner. Ngidam kepiting kari sis. 
Tidur malam itu pun jadi gak nyenyak karena nahan-nahan sakit dikaki. Temen saya juga sampai demam karna pijitannya memang gak enak banget. So, tips buat kamu yang kali aja pengen ngerasain massage di Krabi atau ditempat wisata lainnya:

1. Pilih tempat yang cozy dan pelayanannya baik.
2. Tanyain juga, yang mijatnya udah bersertifikat atau belum.
3. Request aja mau dipijat kayak gimana, sakitnya dibagian mana, pengen dipijat dibagian mana lebih lama.
4. Minta yang mijat untuk nambah atau kirangi kekuatan pijatannya. Jadi, gak terlalu keras dan kamu kesakitan. 

Yang poin no 4 itu perlu, karena kalau kejadiannya kayak saya kan bukannya menghilangkan stress dan melancarkan sirkulasi darah, eh malah bikin pembuluh darah pecah (lebam). hiks!

Besok paginya rencananya mau balik subuh-subuh banget karena kan harus kerja. Tapi kitanya bangun telat ya karena badan sakit karena dipijat. lagian juga hujan lebat. Gak mungkin paksain motoran kan ya. Ya udin, kami pun masuk kerja nya lewat banget, jam 1 habis makan siang. hahahaha. Ah, biarlah..

Nah, itu dia suka duka liburan yang gak direncanain yang tiba-tiba aja udah dijalan menuju destinasi. Bayangkan ya sangking gupeknya, saya sampe lupa bawa bedak. ^^

Oh ya, sedikit info. Buat kamu yang kepengen ke Krabi, bisa hubungi Addict Travel & Tours ya. Boleh ngobrol-ngobrol dulu sama kita punya bajet berapa. Kita bisa arrange perjalanan kamu sesuai bajet kamu. 

Baca:


Gak cuma ke Krabi, Addict Travel & Tours juga menyediakan paket jalan-jalan ke negara lain. Boleh cek IG @addict_travels untuk variasi paket wisata yang ditawarkan. Atau boleh whatsapp di no +601112080992 atau +60196939716. Mumpung ada promo nih. Tunggu apa lagi.. ^^

32 comments: