Pengamatan Gerhana Matahari Cincin 2019 di Dataran Engku Putri Batam


Siang tadi tanggal 26 Desember 2019 terjadi Gerhana Matahari Cincin (GMC) atau Solar Eclipse Ring yang fenomenal banget. Aku pribadi udah tau tentang GMC ini 2 minggu lalu melalui teman komunitas astronomi. Tahun 2012 sampai 2016 aku aktif di komunitas pecinta objek langit ini. Sekarang walau udah jarang ngumpul, aku masih sesekali update info tentang fenomena langit termasuk GMC 2019 ini.

Awalnya aku gak punya niat untuk ngamat sama sekali karena emang aku gak ada plan kemana-mana. Pengennya di rumah aja marathon drakor dan beresin blog. Eh tapi malam sebelum hari H, aku ditelpon sama teman dan disuruh ke Batam karena ada kerjaan. Terpaksalah aku pergi ya kan. Demi sebongkah berlian weh. 

Aku bilang sama temenku, mumpung aku ke Batam, aku pengen ngamat GMC. Aku juga bilang, meetingnya ditunda sampe siang aja. Mumpung udah ada di TKP, sayang banget untuk dilewatkan. 

Aku tanya di grup Blogger Kepri barangkali ada yang mau ngamat bareng. Eh, mereka pada kerja semua dan ngamat di kantor aja katanya. Jadilah aku bersolo ria ke titik pengamatan. (Bang, kapan mau hidup bareng sama adek biar adek gak sendirian terus?).



Nah, aku mutusin untuk ke Dataran Engku Putri karena dekat dengan tempat aku mau meeting nanti. Aku dijemput sama temanku dan diantarkan ke lokasi pengamatan. 

Turun dari mobil, aku langsung beli kacamata dengan filter matahari dengan harga Rp. 20.000,- Mahal sih, tapi ya demi jadi saksi hidup GMC ini ya kan. Belum tentu GMC selanjutnya aku bisa nyaksiin.

Aku sampai di Dataran Engku Putri jam 12.20 siang. Kontak matahari dengan bukan udah dimulai. Pas aku liat, udah seperempat matahari yang ditutupi bayangan bulan. Aku sempat foto mataharinya pakai kacamata filter langsung di gerbang Engku Putri. Ku kira gak rame yang ngamat di situ. Eh, ternyata pas aku masuk ke dalam ada rame banget orang didampingi komunitas astronomi lengkap dengan teleskop-teleskop kece.

Aku mulai gabung dan langsung SKSD gitu. Ah, aku emang suka gitu kalau ketemu komunitas astronomi, masuk aja gitu bahasan dan obrolannya. Aku tanya satu kumpulan anak sekolahan, katanya mereka dari klub astronomi SMA Negeri 1 Batam. Wah, bagus banget tuh sekolah ada klub kece gitu, kataku dalam hati.

Terus di sebelahnya ada Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ). Waduh, ini tuh komunitas yang aku juga gabung dulu walau cuma gabung di Fanspagenya aja. Langsung ku tanya "Bang Rayhan Cygnus hadir gak?", kata teman-temannya dia ngamat di Barelang. Ah, gak bisa ketemu dong sama astronom amatir panutanku.


Ohya, FYI di Batam ada 2 titik pengamatan, di SBS Resort Jembatan Barelang dan di Dataran Engku Putri. Nah, acara ini disebut Barelang Eclipse yang acaranya diadakan mulai dari tanggal 21 Desember berupa seminar dan pameran di Dataran Engku Putri dan ditutup dengan pengamatan GMC itu sendiri. 

Terus aku ketemu juga sama anak-anak SMA Negeri 3 Batam yang menyebut dirinya sebagai Smanstro 3 Club. Ada juga Alfredo dan Lauren yang gak ikut komunitas, justru mereka hadir personally bawa teleskop sendiri. Wah wah wah.. Antusias banget nitizen +62 ini ya.

Cuaca hari ini berawan. Kata teman-teman HAAJ, setiap terjadinya gerhana, langit memang akan mendung dan berawan. Menjelang fase kedua, gerhana sempat tertutup awan. Teman-teman komunitas astronomi sempat khawatir akan berlanjut sampai puncak. Yah, hampir kecewa karena gak bisa mengabadikan momen puncak gerhana matahari.

Eh, tapi ternyata pas di puncak, mataharinya keliatan lagi walau susah banget untuk mendokumentasikan momennya karena durasi puncak singkat banget, cuma 3 menit lho! Apa gak rebutan tuh rang orang videoin dan motoin gerhananya via hape dan kamera.

Dampak lainnya dari gerhana matahari adalah pasangnya air laut. Ah, pantesan tadi diterpa ombak banget pas berangkat dari Tanjung Uban ke Batam. Syukur aku naik speed, jadi gak terlalu lama terombang-ambing di tengah laut. ^^

AKSI HAAJ MENGEDUKASI MASYARAKAT


Perwakilan pengamat dari HAAJ udah stand by duluan di Dataran Engku Putri untuk mengedukasi masyarakat sebelum pengamatan. Mereka bagi-bagi angket ke masyarakat untuk diisi. Tujuan angket ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman masyarakat awam tentang fenomena alam menarik ini. 

Teman-teman HAAJ juga bagi-bagi 300 kacamata filter gratis yang dijamin aman untuk mata masyarakat. Mereka juga kasih tau warga untuk gak liat gerhana pakai mata telanjang karena bisa menyebabkan kebutaan. Beda dengan Gerhana Matahari Total, boleh deh diliat pake naked eyes. 

HAAJ juga menyediakan beberapa unit teleskop untuk pengamatan dan dokumentasi. Masyarakat yang pengen ngeliat langsung gerhana matahari di teleskop juga bisa pakai teleskopnya HAAJ. Warga pun takjub dan justru mau foto sama teleskopnya. Termasuk aku. LOL


FAKTA UNIK TENTANG GERHANA MATAHARI CINCIN 2019


Flashback dikit ke pelajaran sekolah dulu, Gerhana Matahari Cincin adalah gerhana yang terjadi saat piringan bulan gak terlalu besar menutupi seluruh matahari. Jadi, masih ada cahaya di pinggiran bulan yang keliatan seperti cincin.

Gerhana matahari sendiri bisa terjadi saat matahari, bulan dan bumi berada segaris, yang mana cahaya matahari terhalang oleh bulan. Pasti udah pada hafal teori dong. Nah, apa sih fakta menarik yang harus kamu tau tentang GMC 2019 ini?

1. Terjadi bersamaan dengan Hari Peringatan Tsunami ke-15


Apa ada hubungannya? Gak sih. Cuma ya samaan aja tanggalnya. Tapi semuanya gak ada yang kebetulan. Mungkin ada sesuatu atau hikmah di baik semuanya yang belum kita tau.

2. Dapat dilihat dari berbagai negara


Selain di Indonesia, GMC 2019 ini dapat juga disaksikan di negara-negara Timur Tengah dan Asia seperti Arab Saudi, Oman, Qatar, Uni Emirat Arab, Srilangka, Singapura, Malaysia, dan Samudra Pasifik.

Negara-negara kayak Afrika Timur, Samudra India, Australia Utara pun bisa ikut menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian.

3. Dapat disaksikan di 25 kota di Indonesia


25 kota di 7 provinsi di Indonesia dilintasi oleh GMC ini yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Kota Batam dilintasi GMC sedangkan di Jakarta hanya dapat Gerhana Matahari Sebagian di mana cuma 75% matahari yang tertutup bayangan bulan.


4. Fenomena langka


GMC ini dikatakan langka karena akan terjadi lagi di waktu yang cukup lama. Tahun 2031 nanti akan terjadi lagi Gerhana Matahari Hybrid (Gerhana Matahari Campuran). Disebut campuran karena ada wilayah yang akan dilintasi Gerhana Matahari Total, dan sebagian lainnya bisa menyaksikan Gerhana Matahari Cincin. 


FASE GERHANA MATAHARI CINCIN DI BATAM


Secara umum, ada 4 fase Gerhana Matahari Cincin ini. Fase pertama adalah kontak piringan bulan dengan piringan matahari untuk pertama kalinya. Di Batam waktu terjadinya adalah pukul 10.27 WIB. 

Fase kedua dan ketiga adalah piringan bulan menutupi piringan matahari hingga menjelang fase puncak. Fase ini terjadi dari jam 12.22 hingga 12.25 WIB

Gerhana Matahari Cincin dapat dilihat dengan sempurna dengan durasi hanya 3 menit 5 detik. 

Fase keempat adalah fase dimana bayangan bulan mulai terlepas dari piringan matahari dan berakhir pukul 14.18 WIB 

Durasai Gerhana Matahari Cincin di Batam mulai dari kontak pertama hingga akhir sekitar hampipr 4 jam. 

Sebenarnya banyak lagi yang mau aku ceritain, soal pengamatan dan ngobrol bareng teman-teman HAAJ. Aku udah follow mereka dari 7 tahun yang lalu dan masih suka liat-liat info di postingan mereka di facebook.

Aku juga ketemu dengan Mbak Junet yang nyentrik habis dan ngobrol banyak dengan Mbak Winda soal minatnya dengan Astronomi sampai bela-belain ke Batam pakai biaya sendiri. 

Suka salut deh sama teman-teman yang punya dedikasi kayak mereka ini. 

Jadi, kalian nonton Gerhana Matahari Cincin di mana? Dapat foto yang keren gak nih? Share pengalaman kalian yuk!

44 Responses to "Pengamatan Gerhana Matahari Cincin 2019 di Dataran Engku Putri Batam"

  1. Aku nonton gerhana dari depan rumah aja saat istirahat, dapat fotonya tpi setengah cincin aja...😄😄 Ngeliatnya juga pake kaca helm yg hitam biar mataku gak sakit😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting sempat ngamat kak.. Bagus banget kan ya?

      Delete
  2. Di Lombok malah tak terlihat karena mendung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap terjadi gerhana matahari emang akan mendung kok mas.

      Delete
  3. Aku nontonnya di TV dong. Hihihi. Habis dengan noraknya, aku malah baru tau paginya dari status bundoku. Ya ampun, bundo lebih up to date dibanding akuuuu. Huhuhu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting sempat ngeliat lho Cha. Aku dari yang gak pengen ngamat justru akhirnya bisa nyaksiin dan itu unforgotable memory bgt lah.

      Delete
  4. aku baru sadar kalau komunitas astronomi ini dari jakarta haha.. kita kok gak ketemu yah di engku putri? tapi aku ga sempat nyobain teroponnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya kita ketemuan ya.. Biar aku nebeng foto di kameramu. huhuhu

      Delete
  5. Saay kejadian saya malah sibuk blogwalking dan lupa tanggal akan gerhana matahari cincin padahal sudah tahu sebelumnya dari artikel bang Day empunya blog Climate4. Nyesal banget gak lihat ke luar soalnya terang dan agak mendung. Tapi baru tahu bahwa gak boleh lihat gerhana itu dengan mata telanjang. Waduh.
    Saya pernahnya lihat gerhana bulan. Indah sekali terlihat dari atas loteng rumah saya wang lama.
    Senang lihat fotonya, jadi tidak geregetan lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau gerhana mataharu cincin harus pake kacamata mbak. soalnya masih ada cahaya matahari yang silau dan bisa bikin buta. Ngeriii. kalau gerhama matahari total dan gerhana bulan, bisa diliat tanpa alat bantu.

      Delete
  6. Wah seru nih nonton gerhana rame-rame begini. Pengen nonton ke engku putri juga sebenarnya, tapi ada bayi 15 bulan yang lagi ke sana ke mari, jadi harus puas liat dari rumah aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, gak mungkin ninggalin bayi ya kan teh? Next time kalau ada lagi, bisa nonton rame2 InsyaAllah.

      Delete
  7. Saay kejadian saya malah sibuk blogwalking dan lupa tanggal akan gerhana matahari cincin padahal sudah tahu sebelumnya dari artikel bang Day empunya blog Climate4. Nyesal banget gak lihat ke luar soalnya terang dan agak mendung. Tapi baru tahu bahwa gak boleh lihat gerhana itu dengan mata telanjang. Waduh.
    Saya pernahnya lihat gerhana bulan. Indah sekali terlihat dari atas loteng rumah saya wang lama.
    Senang lihat fotonya, jadi tidak geregetan lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Liat2 fotonya aja kalo gitu mbak. hahahaha... Mudah2an ada umur panjang untuk ngamat gerhana selanjutnya tahun 2031. aamiin.

      Delete
  8. Gerhana kali ini langka terutama di batam, belum tentu 15 tahun lagi kita bisa menyaksikannya di batam. Bruntung kita bsa lihat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah. Makanya aku bersyukur banget walau dari awal gak niat liat. Allah takdirkan lain.

      Delete
  9. Ooo..ok saya baru tahu kalau gerhanan ini bersamaan dengan tsunami ... tapi beruntung si kakak bisa menyaksikannya langsung..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak ada hubungannya sih. ^^ cuma biasalah nitijen kan suka relate things. hahahaha

      Delete
  10. Wah asiknya bisa menyaksikan gerhana matahari cincin pake teleskop. Aku pas hari itu mendam dirumah aja, trus baru keluar rumah jam 3 sore hehe. Parno karena suasananya gelap-gelap hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagian orang masih percaya dengan ajaran Gerhana mendatangkan bencana, jadi memang ada yang gak akan keluar rumah saat gerhana. Orang2 tua di kampungku bilang gitu.

      Delete
  11. Aku lupa kalau ada GMC, di Bali gak kelihatan, kecil banget dan tidak jelas model cincinnya. Terimakasih banyak informasinya tentang GMC ini ya mbak. Dan pastinya seru ya kegiatan komunitas HAAJ ini karena mereka belajar tentang ilmu astronomi setidaknya bisa nambah pengetahuan tentang bumi, alam dan sekitarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak. Dulu aku suka update info astronomi termasuk jadwal meteor shower. seru aja liat benda2 langit. penuh misteri

      Delete
  12. Di Jogja gak keliatan, cuma mendung & syahdu aja langitnya. Liatnya justru di TV hehehee...
    Aku juga suka dengan segala hal yg berbau langit & astronomi. Dlu hampir pilih kuliah di jurusan Astronomi, tapi gak jadi. Berat ke Komunikasi... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku karena alasan biaya dan gak pinter2 amat, makanya gak jadi kuliah di Astronomi. Kalo gak salah cuma ada di UGM, yang aku tau waktu sekolah dulu. Eh, malah lari ke pendidikan. hahahaha

      Delete
  13. Termasuk fenomena langka ya, aku kemarin nggak ikut hype mau ngamat atau gimana hihi :( padahal kayanya seru bisa liat nimbrung pakai teleskop. keinget pelajaran jaman SD nih yang pada suruh gambar fenomena gerhana :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suka kebalik-balik posisi bulan, bumi dan matahari antara gerhana matahari dan gerhana bulan. Sering dimarahin guru.

      Delete
  14. Wah, untungnya ada komunitas HAAJ, ya. Jadi bisa ada yang ditanya-tanya. Fenomena Gerhana Matahari Cincin ini memang hal yang langka dan kemarin itu merupakan yang bisa diamati oleh banyak orang.

    Tapi tidak denganku, daerah saya tidak terlewatinya, hanya cahaya matahari memang terasa tak terlalu bersinar terang.

    Jadi ya, saya hanya melihat foto-foto di media sosial dari teman-teman yang share. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang Mbak Eri tinggal di mana mbak? Iya, efekya diselurh Indonesia bakal agak mendung (matahari meredup) pada daerah yang gak dilewati oleh gerhana, mbak.

      Delete
  15. Wah seru juga ya mas melihat gerhananya, oh iya di daerahku Pontianak kemarin orang-orang juga ramai melihat fenomena alam keren ini.

    ReplyDelete
  16. Waaaa aku pas GMC ini lagi di Lombok dan hujan deraaas, jadi gak bisa lihat. Untung ada liputannya di sini, jadi bisa bayangin kejadiannya
    Btw itu temen-temen HAAJ keren banget deh. Dulu kami pernah kegiatan bareng untuk pengamatan bintang di Gunung Halimun. Saluuuut sama mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dedikasi tinggi nih anak2 HAAJ. Mereka pakai uang sendiri kalau mau ngamat tuh. Emang cinta banget sama astronomi.

      Delete
  17. Waahhh di tempat aku belu. Ada yang kayak gini kak, kita mau mengamati gerhananya pake kacamata beli sendiri kk hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya beli sendiri. Bikin sendiri juga bisa. tapi harus dari bahan yang bener agar aman untuk mata. Kata orang2 pake film ronsen bisa, tapi bahaya sih kata pakar astronomi.

      Delete
  18. Wahh seru banget yakk pengalaman nya, semoga next bisa ngerasain ngamatin langsung deh yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Next time 2031 ada mas Gerhana matahari Hybrid. Indonesia juga kebagian tuh.

      Delete
  19. Keren kak dedikasinya, xixxix aku kemarin cuma pakai kertas mika biasa.. hiks ga kelihatan jelas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya liat pake teleskop sih kalau mau manthoool.. ^^

      Delete
  20. Wah.
    Gemilang Komunitas HS jg hadir nih disini. Seru banget ya.

    Masyallah
    Bikin takjub dengan fenomena alam ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, mau dong di tag foto-fotonya... Masih belum bisa move on nih.

      Delete
  21. surabaya tak nampak apa2 gaess,, kutunggu jam 10 an tak ada yang beda nampaknya di langit suroboyo,, wkwkkw kasian cuman dpt foto pamermu di WAG,,, huft


    btw asik yaa byk temen di luar,, aku dah jarang main ma temen ni,, ajakin maeeennn dongggggggggggggggggg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo main bareng.. tapi ntar dicemburuin ama mas itu.. ahahahha.. Hanya itu yg bisa kupamerin, karna mau pamer perform blog mah kelaut ajeeee...

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel